INDUSTRY.co.id - JAKARTA, PT Panasonic Gobel Indonesia bersama Asosiasi Profesi Teknisi Tata Udara (APITU) Indonesia dan Universitas Darma Persada (UNSADA) memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di bidang tata udara dan refrigerasi.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tripartit yang berlangsung di Auditorium Kampus UNSADA, Jakarta Timur, Kamis (8/10).
Penandatanganan MoU sekaligus dirangkaikan dengan peresmian Training Center Panasonic di lingkungan kampus UNSADA serta Seminar Nasional yang mengangkat tema pengembangan teknologi refrigerasi dan tata udara.
Kerja sama ini mempertemukan tiga unsur penting, yakni industri, asosiasi profesi, dan perguruan tinggi. Ketiganya berkolaborasi untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri, khususnya di tengah meningkatnya kebutuhan sektor pendinginan, cold storage, serta logistik rantai dingin di Indonesia.
Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., yang hadir sebagai keynote speaker, menyambut positif kerja sama tersebut. Menurutnya, keterlibatan langsung dunia industri dan institusi pendidikan menjadi salah satu kunci untuk mengurangi kesenjangan kompetensi tenaga kerja.
"Kesenjangan antara kebutuhan industri dan keterampilan lulusan hanya bisa dijembatani lewat kolaborasi nyata. Kemitraan tripartit seperti ini adalah contoh konkret bagaimana industri, asosiasi profesi, dan kampus bergerak bersama mencetak tenaga kerja yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing," ujar Yassierli.
Dari sisi perguruan tinggi, Rektor UNSADA, Drs. Agus Salim Dasuki, M.Eng., mengatakan kehadiran Training Center Panasonic memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan teknologi dan praktik industri.
Bagi UNSADA, kerja sama ini membuka akses bagi mahasiswa untuk belajar langsung dengan teknologi dan standar industri. Kami ingin lulusan kami tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dibutuhkan dunia kerja," kata Agus Salim Dasuki.
Sementara itu, Ketua Umum APITU Indonesia, Agus Susilo, menilai peningkatan kompetensi dan standardisasi profesi menjadi semakin penting seiring perkembangan teknologi tata udara dan refrigerasi.
Menurut dia, teknisi tidak hanya dituntut menguasai aspek teknis, tetapi juga memahami standar keselamatan kerja serta perkembangan teknologi refrigeran dan sistem pendingin.
"Profesi teknisi tata udara menuntut keahlian dan keselamatan kerja yang terstandar. Melalui kemitraan ini, APITU berkomitmen mendukung peningkatan kompetensi dan sertifikasi teknisi agar mampu menjawab perkembangan teknologi, termasuk refrigeran ramah lingkungan dan sistem pendingin modern," tutur Agus Susilo.
Setelah penandatanganan MoU dan peresmian Training Center, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan Seminar Nasional. Kegiatan tersebut terdiri atas lima sesi yang membahas berbagai topik, mulai dari perkembangan teknologi refrigerasi, technopreneurship, hingga cold storage dan logistik.
Seminar diikuti oleh akademisi, mahasiswa, praktisi industri, serta anggota asosiasi profesi.
Kolaborasi antara Panasonic, APITU, dan UNSADA diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi dapat menjadi wadah berkelanjutan untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja sekaligus mendukung kebutuhan industri tata udara dan refrigerasi di Indonesia.
Melalui sinergi antara dunia pendidikan, asosiasi profesi, dan industri, pengembangan SDM diharapkan dapat berjalan lebih selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar kerja.