- CNBC melaporkan pada 5 November 2026 bahwa Moonshot AI menjajaki sewa komputasi Nvidia Blackwell di Eropa.
- Pembicaraan menyangkut klaster 8.000 GPU atau lebih, terutama untuk inferensi model.
- Satu sumber menyebut usulan biaya di muka 30% sampai 50% lebih tinggi dibanding klien non-China.
- Laporan yang ada menggambarkan pembicaraan, bukan kontrak yang sudah diteken.
- Financial Times melaporkan Nvidia meminta mitra mengarahkan minimal 51% layanan ke klien non-China pada kontrak baru.
Moonshot AI, perusahaan China di balik model Kimi, dikabarkan mencari jalan ke chip Nvidia Blackwell lewat pusat data di Eropa. Caranya bukan membeli chip, melainkan menyewa daya komputasinya dari jauh.
Laporan CNBC pada Kamis, 5 November 2026, mengutip empat orang yang mengetahui pembicaraan tersebut. Moonshot disebut berbicara dengan penyedia neocloud Eropa, yaitu operator pusat data yang menyewakan komputasi AI.
Kabar ini muncul beberapa hari setelah Moonshot merilis Kimi K3.1 Pro. Sampai laporan yang kami baca terbit, tidak ada tanggapan Moonshot yang dikutip.
Apa Isi Laporan CNBC?
Investing.com, yang merangkum laporan CNBC, menyebut pembicaraan berfokus pada klaster untuk inferensi model, yaitu proses menjalankan model untuk melayani pengguna. Minat pada kapasitas pelatihan juga dijajaki.
TechTimes merinci kekuatan sumbernya, dan rincian ini penting untuk membaca berita tersebut. Tidak semua klaim punya bobot yang sama.
| Klaim | Dasar laporan |
|---|---|
| Pembicaraan sewa klaster 8.000 GPU atau lebih | CNBC, empat orang yang mengetahui pembicaraan |
| Minat pada klaster inferensi di Eropa | Dua sumber CNBC |
| Minat pada kapasitas pelatihan | Satu sumber CNBC |
| Biaya di muka 30% sampai 50% lebih tinggi | Satu sumber CNBC |
| Minimal 51% layanan untuk klien non-China | Financial Times, lima sumber, disampaikan lisan |
Disusun dari rangkuman Investing.com dan TechTimes. Laporan asli CNBC dan Financial Times tidak kami baca langsung.
Celah Aturan: Chip Dilarang, Sewa Boleh
Kontrol ekspor AS melarang pengiriman fisik chip Blackwell ke China. Namun penyewaan cloud lintas negara sebagian besar masih berada di luar jangkauan aturan itu, sehingga menyewa chip di luar negeri tetap legal.
Celah ini sudah lama menjadi sorotan Washington. DPR AS mengesahkan Remote Access Security Act (H.R. 2683) dengan suara 369 banding 22 pada 12 Januari 2026. Sejak 13 Januari, rancangan itu berada di Komite Perbankan Senat dan belum dibahas.
Moonshot sendiri sudah masuk radar AS. Pada Juli, Gedung Putih mengklaim perusahaan itu mengakses sistem Blackwell dari jarak jauh lewat fasilitas di Thailand. TechTimes mencatat belum ada bukti publik yang dirilis untuk tuduhan tersebut.
Nvidia Disebut Pasang Batas 51%
Di tengah kekosongan aturan pemerintah, pembatasan justru bisa datang dari Nvidia. Financial Times melaporkan perusahaan itu meminta mitra pusat data mengarahkan minimal 51% layanan ke klien non-China pada kontrak baru.
Permintaan tersebut disebut disampaikan secara lisan lewat tim penjualan dan tim regional, serta hanya berlaku untuk kontrak baru. Menurut TechTimes, Nvidia tidak membenarkan maupun membantah laporan itu, dan menyatakan Amerika tidak bisa memenangi perlombaan AI kecuali infrastruktur AI Amerika unggul di seluruh dunia.
Batas seperti ini bisa menjelaskan mengapa penyedia Eropa meminta bayaran lebih besar dari klien China. Namun kaitan itu baru dugaan kami, karena laporan yang ada menyebut alasan biaya tambahannya adalah risiko regulasi.
Tanda China Kekurangan Komputasi
Laporan ini sejalan dengan kabar kelangkaan chip di China. Seoul Economic Daily, mengutip Bloomberg pada 4 November, menulis Nvidia hanya akan memasok sekitar 60.000 chip RTX Pro 5500, atau sekitar 1% dari 6 juta unit yang dipesan perusahaan China seperti Alibaba, Tencent, dan ByteDance.
Pesanan itu diperkirakan bernilai sekitar US$70 miliar. Nvidia menyalahkan kontrol ekspor AS yang disebutnya usang serta pembatasan impor dari China. Laporan yang sama menyebut Huawei menaikkan harga akselerator kelas atas sebesar 60% pada September.
Moonshot bukan satu-satunya perusahaan China yang menyewa di luar negeri. TechTimes mencatat Tencent menyewa kapasitas Blackwell dari Datasection, dan Tencent menyebut pemakaiannya transparan dan legal.
FAQ
1. Apakah Moonshot sudah menyewa chip Blackwell di Eropa?
Belum ada kepastian. Laporan yang ada menggambarkan pembicaraan, bukan kontrak yang sudah diteken.
2. Apakah menyewa chip Nvidia dari luar negeri melanggar aturan AS?
Menurut laporan yang kami baca, penyewaan cloud lintas negara masih legal. Yang dilarang adalah pengiriman fisik chip ke China.
3. Apa itu Remote Access Security Act?
Rancangan undang-undang AS untuk menutup celah akses chip dari jarak jauh. DPR mengesahkannya pada 12 Januari 2026, tetapi Senat belum menindaklanjutinya.
4. Apa itu neocloud?
Operator pusat data yang menyewakan komputasi AI, biasanya berbasis GPU Nvidia, kepada perusahaan lain.
5. Apa tanggapan Nvidia?
Soal aturan 51%, Nvidia tidak membenarkan maupun membantah, menurut TechTimes. Tidak ada tanggapan Moonshot dalam laporan yang kami baca.
Kesimpulan
Kabar ini menunjukkan perebutan chip AI sudah bergeser dari jalur pengiriman ke jalur sewa. Selama Senat AS belum bertindak, celah tersebut tetap terbuka, meski mungkin dipersempit oleh kebijakan Nvidia sendiri.
Dua hal yang perlu dipantau adalah kelanjutan Remote Access Security Act dan apakah pembicaraan Moonshot berujung pada kontrak.
- CNBC melaporkan pembicaraan sewa klaster 8.000 GPU atau lebih di Eropa.
- Biaya tambahan 30% sampai 50% berasal dari satu sumber.
- Sewa cloud lintas negara masih legal menurut aturan AS saat ini.
- Nvidia dilaporkan meminta minimal 51% layanan untuk klien non-China.
- Belum ada kontrak yang dilaporkan diteken.