INDUSTRY.co.id - JAKARTA - PT JOE Green Indonesia menjalin kerja sama dengan PLN Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PLN Pusharlis) untuk mengembangkan material beton ringan ramah lingkungan bagi pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) terapung.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) antara kedua pihak di Yogyakarta, bulan lalu.
Penandatanganan dilakukan oleh General Manager PT PLN (Persero) Pusat Pemeliharaan Ketenagalistrikan (PLN Pusharlis) Yussri Febiyanto dan Founder & CEO JOE Green Group (PT JOE Green Indonesia) Budiman Widjaja.
"Melalui kerja sama ini, JOE Green menawarkan material bernama LiGrA® sebagai alternatif pengganti pelampung plastik HDPE yang selama ini umum digunakan pada instalasi surya di atas air," kata Budiman Wijaja saat dihubungi redaksi industry.co.id Sabtu (7/11/2026).
Berbeda dengan pelampung HDPE yang berbentuk berongga, JOE Green mengusung konsep platform beton ringan yang solid atau padat. Kepadatan dan kinerja strukturalnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing proyek.
Material LiGrA® memiliki rentang kepadatan sekitar 150 hingga 800 kilogram per meter kubik (kg/m3). Rentang ini memungkinkan material dirancang sesuai kebutuhan daya apung dan kekuatan struktur.
Untuk kepadatan 150-400 kg/m3, LiGrA® difokuskan pada aplikasi yang membutuhkan daya apung tinggi. Sementara untuk kepadatan 400-800 kg/m3, material ini dirancang sebagai beton ringan struktural dengan kuat tekan yang lebih tinggi, namun tetap ringan.
Dengan rekayasa tersebut, LiGrA® dapat dibuat dengan kepadatan di bawah 1.000 kg/m3 sekaligus tetap memenuhi kinerja struktural yang dibutuhkan. Daya dukung atau bearing load platform pun dapat disesuaikan dengan beban dan kebutuhan daya apung pada tiap proyek.
JOE Green menilai pelampung HDPE memiliki sejumlah kelemahan. Di antaranya usia pakai yang terbatas akibat paparan sinar ultraviolet (UV), potensi pencemaran mikroplastik, serta struktur yang kurang stabil saat menghadapi arus, gelombang, dan angin topan.
Platform beton ringan solid diklaim lebih unggul dari sisi stabilitas, ketahanan terhadap polusi, dan usia pakai yang lebih panjang.
Selain untuk PLTS terapung, LiGrA® juga berpotensi dikembangkan untuk berbagai infrastruktur terapung lainnya. Misalnya, ponton atau dermaga, kafe terapung, pusat data (data center), jalur perawatan, hingga infrastruktur industri terapung.
Keunggulan lain yang ditawarkan adalah aspek keberlanjutan. LiGrA® dikembangkan dengan memanfaatkan agregat dari limbah industri, sehingga mendukung konsep konstruksi hijau.
Untuk tahap selanjutnya, JOE Green akan fokus pada pengujian prototipe bersama PLN. Pengujian tersebut meliputi kinerja perendaman jangka panjang di air, stabilitas daya apung, pembebanan struktural, hingga kelayakan komersial.
"Melalui LiGrA®, JOE Green ingin mengubah limbah industri menjadi beton ringan hijau berkinerja tinggi untuk generasi baru infrastruktur terapung," tandas Budiman Wijaja.