INDUSTRY.co.id - JAKARTA, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melalui anak usahanya Star Energy Geothermal Darajat II merampungkan proses retrofit Unit 3 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Darajat di Garut, Jawa Barat.
Retrofit tersebut meningkatkan kapasitas Unit 3 dari 122 megawatt (MW) menjadi 130,55 MW. Dengan capaian itu, Unit 3 menjadi salah satu unit pembangkit panas bumi tunggal terbesar di Indonesia.
Peningkatan ini menambah total kapasitas Kompleks Darajat menjadi 280,55 MW dan total kapasitas terpasang panas bumi Barito Renewables menjadi 935,55 MW. Angka tersebut naik dari 886 MW saat perusahaan mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia pada Oktober 2023.
Capaian ini membawa Barito Renewables semakin dekat dengan target kapasitas terpasang panas bumi sebesar 1 gigawatt (GW) pada akhir 2026.
Presiden Direktur Barito Renewables, Hendra Soetjipto Tan mengatakan hasil retrofit merupakan bukti optimalisasi aset yang disiplin.
“Darajat Unit 3 menunjukkan hasil yang dapat dicapai melalui optimalisasi aset yang disiplin. Kami kini mengoperasikan salah satu unit panas bumi tunggal terbesar di Tanah Air. Kami juga menambah pasokan listrik beban dasar (baseload) yang bersih dan andal ke jaringan listrik. Kami berada di posisi yang baik untuk mencapai 1 GW pada akhir tahun ini,” ujar Hendra dalam keterangan tertulis, Minggu (26/10/2026).
Ia menambahkan proyek diselesaikan tepat waktu dan tanpa insiden keselamatan, serta melampaui nilai kinerja yang dijamin.
“Penyelesaian retrofit yang tepat waktu dan tanpa insiden keselamatan mencerminkan keunggulan operasional yang dihadirkan tim dan mitra kami di setiap lokasi. Kami berterima kasih kepada Mitsubishi Power atas dukungannya. Kami tetap berkomitmen mendukung Pemerintah dalam mempercepat transisi energi Indonesia,” tambahnya.
Star Energy Geothermal memberikan kontrak retrofit turnkey kepada Mitsubishi Power pada Oktober 2024. Proyek mencakup peningkatan sebagian fasilitas Unit 3, termasuk turbin uap baru buatan Nagasaki Shipyard & Machinery Works milik Mitsubishi Heavy Industries di Jepang.
Mitsubishi Power menangani desain, manufaktur, dan dukungan instalasi, sementara anak usahanya di Indonesia, PT Mitsubishi Power Indonesia, melaksanakan instalasi di lokasi.
Selain penyelesaian retrofit, Star Energy Geothermal dan PT Mitsubishi Power Indonesia juga menandatangani perjanjian studi teknis dan kerja sama untuk menjajaki peluang peningkatan kinerja turbin uap serta keandalan dan ketersediaan (reliability and availability) Unit 2 dan Unit 3 PLTP Darajat.
Panas bumi menghasilkan emisi rendah selama beroperasi. Berbeda dengan sumber energi terbarukan yang bergantung pada cuaca, panas bumi mampu menyediakan listrik beban dasar yang andal sepanjang waktu.
Menurut Kementerian ESDM, Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 GW dan sebagian besar belum dimanfaatkan. Panas bumi berperan penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional dan mempercepat transisi menuju sistem kelistrikan yang lebih rendah karbon.