Industry.co.id - Jauh sebelum Grand Theft Auto VI menghadirkan Vice City dengan visual modern, GTA adalah game yang mengajak pemain melihat jalanan kota dari atas. Mobil tampak kecil, karakter hanya berupa kumpulan piksel, dan misi tidak disampaikan dengan adegan sinematik panjang. Namun, ada satu ide yang sejak awal membuat permainan ini berbeda: kalian boleh memilih jalan sendiri.
Nyaris tiga dekade kemudian, gagasan itu belum berubah. Yang berkembang justru cara Rockstar Games membangun kota, menyusun cerita, merancang karakter, hingga membuat pemain punya alasan untuk kembali setelah misi utama selesai. Dari game pertama yang hadir pada 1997 sampai GTA VI yang dijadwalkan rilis 19 November 2026, setiap generasi membawa pendekatan baru terhadap kebebasan bermain.
Menelusuri sejarah GTA juga berarti melihat perubahan industri game. Ada masa ketika dunia 3D masih terasa revolusioner, ketika radio dalam mobil membuat kota virtual terdengar hidup, hingga ketika multiplayer berubah menjadi layanan yang terus diperbarui selama bertahun-tahun. Nah, berikut perjalanan lengkapnya, termasuk game sampingan yang sering luput dari pembahasan.
Ringkasan perkembangan GTA
- 1997-1999: GTA lahir sebagai game aksi perkotaan dengan kamera dari atas dan kebebasan menjelajah.
- 2001-2004: GTA III, Vice City, dan San Andreas membangun fondasi dunia terbuka 3D modern.
- 2005-2009: Seri Stories, GTA IV, dan Chinatown Wars menunjukkan pendekatan cerita, platform, dan mekanik yang berbeda.
- 2013-2025: GTA V memperkenalkan tiga karakter utama, sementara GTA Online tumbuh menjadi pengalaman multiplayer jangka panjang.
- 2026: GTA VI dijadwalkan membawa Jason dan Lucia ke Vice City serta negara bagian Leonida pada 19 November.
Semua Berawal dari Grand Theft Auto Pertama pada 1997

Grand Theft Auto (1997) Awal perjalanan GTA dengan tampilan 2D dari atas dan kebebasan menjelajahi kota. (Sumber: https://www.viedegeek.fr/article/jeu-culte-grand-theft-auto-windows-1997/)
Grand Theft Auto pertama kali hadir pada 1997, ketika nama Rockstar Games belum sebesar sekarang. Proyek awalnya dikembangkan DMA Design, studio asal Skotlandia yang kelak dikenal sebagai Rockstar North. BMG Interactive menjadi penerbit awalnya. Identitas GTA bahkan sudah terbentuk sebelum karakter utamanya mempunyai wajah yang mudah dikenali.
Alih-alih mengajak pemain menyelesaikan level lurus dari awal ke akhir, GTA memberikan kota, kendaraan, target, serta banyak kemungkinan untuk mencapai tujuan. Kalian dapat mencuri mobil, mengemudi ke lokasi misi, mengambil rute alternatif, lalu berhadapan dengan polisi jika tindakan karakter menarik perhatian. Kamera top-down membuat seluruh aktivitas terlihat dari atas.
Secara visual, game ini tentu jauh dari GTA modern. Tidak ada ekspresi wajah realistis, tidak ada interior rumit, dan tidak ada pemandangan cakrawala yang bisa dinikmati dari balik kemudi. Justru di balik keterbatasan itulah konsepnya bekerja. Jalanan bukan sekadar latar yang dilewati, melainkan ruang bermain yang memungkinkan banyak keputusan kecil.
GTA pertama memperkenalkan nama Liberty City, Vice City, dan San Andreas. Ketiganya belum hadir sebagai lokasi tiga dimensi seperti yang dikenal sekarang, tetapi nama-nama itu kemudian menjadi bagian penting identitas seri. Jika kalian mengenal Vice City lewat Tommy Vercetti atau Leonida lewat GTA VI, benihnya sudah ada sejak generasi awal tersebut.
Ada hal lain yang menarik: game pertama belum mewajibkan pemain mengikuti drama karakter tertentu sepanjang puluhan jam. Fokus utamanya adalah menjalankan pekerjaan, membangun skor, dan bertahan menghadapi kekacauan di jalan. Cerita menjadi lebih dominan pada generasi berikutnya, tetapi unsur kebebasan mengemudi dan bereksperimen tetap dibawa sampai sekarang.
1999: GTA London dan GTA 2 Membuktikan Seri Ini Bisa Berkembang
Kesuksesan ide awal membuat GTA memperoleh perluasan melalui Grand Theft Auto: London 1969 dan London 1961 pada 1999. Keduanya menarik karena membawa pemain keluar dari tiga kota Amerika fiksi. Latar Inggris dengan nuansa masa lalu menunjukkan bahwa satu formula game bisa menghasilkan atmosfer berbeda ketika tempat, kendaraan, dan bahasanya diganti.
Pada tahun yang sama, Grand Theft Auto 2 melanjutkan pendekatan kamera dari atas, tetapi mencoba merapikan sistem permainan. Kota futuristis bernama Anywhere City menjadi panggung konflik sejumlah geng. Hubungan pemain dengan kelompok-kelompok tersebut punya peran lebih jelas: membantu satu pihak bisa menimbulkan konsekuensi terhadap pihak lain.

GTA 2 (1999) GTA 2 mempertahankan sudut pandang atas dengan lingkungan perkotaan yang lebih kompleks. (Sumber: https://www.mobygames.com/game/1097/grand-theft-auto-2/)
Ini langkah kecil tetapi penting. GTA tidak lagi hanya berbicara tentang polisi yang mengejar pemain. Kota mulai dibayangkan sebagai tempat dengan kelompok, kepentingan, dan konflik yang saling bertabrakan. Gagasan tersebut kemudian tumbuh menjadi perebutan wilayah geng, persaingan organisasi kriminal, dan jaringan karakter dalam seri-seri berikutnya.
Meski begitu, GTA 2 masih mempertahankan kamera dari atas. Pemain yang baru mengenal seri lewat GTA V mungkin akan merasa pengendaliannya asing. Namun, jika dilihat sebagai mata rantai sejarah, GTA 2 punya fungsi jelas: mengembangkan ide game pertama sambil menunggu lompatan teknologi yang lebih besar.
2001: GTA III Mengubah Cara Kita Melihat Game Open World

GTA III (2001) GTA III membawa perubahan besar ketika Liberty City hadir sebagai dunia 3D. (Sumber: https://www.imdb.com/title/tt0277723/mediaviewer/rm3801044736/)
Lompatan tersebut datang pada 2001 melalui Grand Theft Auto III. Kini Liberty City bukan lagi sekumpulan jalan yang dilihat dari atas. Kota dapat dijelajahi dari sudut pandang orang ketiga, lengkap dengan bangunan, gang, jalan layang, lalu lintas, dan pejalan kaki yang memberikan kesan kehidupan perkotaan.
Perubahan dari 2D menuju dunia 3D bukan sekadar urusan grafik. Ketika kamera berada dekat karakter, pemain mulai memperhatikan hal-hal baru: bagaimana mobil berbelok di persimpangan, seperti apa suasana jalanan saat malam, serta bagaimana mengejar kendaraan di tengah lalu lintas. Lingkungan menjadi bagian dari pengalaman, bukan hanya peta untuk mencari target.
Tokoh utamanya, Claude, tidak banyak berbicara. Namun, karakter pendukung, adegan cerita, serta rangkaian misi membantu membangun konflik di Liberty City. Pemain masih boleh mengambil jalan memutar, mencoba kendaraan berbeda, atau menunda misi untuk berkeliling. Di sinilah gabungan kebebasan dan cerita sinematik mulai terasa sebagai formula GTA modern.
Radio kendaraan juga semakin penting. Penyiar, iklan, musik, dan selingan yang menyindir budaya populer memberi kesan seolah kota tersebut mempunyai kehidupan di luar misi utama. Bagi pemain, perjalanan dari satu pulau ke pulau lain bukan lagi sekadar memindahkan karakter. Ada suara dan cerita kecil yang menemani perjalanan.
Dalam penjelasan resmi tentang GTA Trilogy, Rockstar menempatkan GTA III sebagai tonggak dalam pembangunan dunia terbuka tiga dimensi. Pengaruhnya dapat terlihat pada banyak game aksi setelah itu, meski setiap pengembang tentu punya pendekatan berbeda. Karena itulah tahun 2001 lebih tepat dianggap titik balik, bukan sekadar tahun ketika resolusi grafis GTA meningkat.
Baca Juga: Game GTA Terbaik Sepanjang Masa, Mana yang Paling Berkesan?
2002: GTA Vice City Membuktikan Kota Bisa Punya Kepribadian

GTA: Vice City (2002) Vice City memperkenalkan suasana tropis, budaya 1980-an, dan kisah Tommy Vercetti. (Sumber: https://m.thegtaplace.com/vicecity/pc-screenshots/)
Setahun sesudah GTA III, Rockstar memperkenalkan Grand Theft Auto: Vice City. Kali ini, latarnya dibuat seperti Miami pada era 1980-an. Perubahan tersebut terlihat melalui warna bangunan, pakaian, mobil, suasana pantai, dan tentu saja musik yang mengisi radio kendaraan.
Vice City memperkenalkan Tommy Vercetti sebagai protagonis yang mempunyai suara, tujuan, dan kepribadian kuat. Perjalanan Tommy di dunia kriminal membuat pemain lebih mudah memahami alasan di balik setiap pekerjaan yang diterimanya. Alur cerita terasa seperti film gangster dengan latar kota tropis yang gemerlap.
Yang sering membuat Vice City diingat bukan hanya ukuran petanya. Kota ini memiliki identitas yang mudah dikenali bahkan ketika pemain hanya melihat satu jalan dengan pohon palem atau mendengar lagu dari radionya. GTA mulai memperlihatkan bahwa suasana dunia permainan bisa sama penting dengan luas wilayahnya.
Rockstar juga memperkaya aktivitas di luar misi utama. Pemain memperoleh lebih banyak alasan untuk membeli properti dan menjalankan kegiatan terkait bisnis tertentu. Memiliki aset bukan sekadar simbol bahwa karakter sudah sukses; beberapa properti terkait langsung dengan perkembangan permainan dan memberi rasa memiliki terhadap kota.
Bila GTA III dikenal karena membuka pintu menuju dunia 3D, Vice City menunjukkan bahwa dunia tersebut perlu punya karakter. Kalian bisa membuat peta dua kali lebih besar, tetapi belum tentu pemain akan mengingatnya jika tempat-tempat di dalamnya terasa seragam. Pelajaran inilah yang kemudian terlihat lagi dalam San Andreas dan GTA V.
2004: GTA San Andreas Membuat Kehidupan Karakter Ikut Berkembang

GTA: San Andreas (2004) Carl Johnson atau CJ menjadi tokoh utama dalam dunia San Andreas yang semakin luas. (Sumber: https://www.pushsquare.com/games/ps2/grand_theft_auto_san_andreas)
Dua tahun kemudian, Grand Theft Auto: San Andreas mengambil langkah lebih jauh. Carl Johnson, atau CJ, kembali ke Los Santos setelah keluarganya mengalami musibah. Ceritanya membawa pemain berurusan dengan hubungan keluarga, teman lama, geng, dan pihak berwenang. Di tengah konflik itu, ruang jelajah terus berkembang.
San Andreas tidak berhenti pada satu kota. Pemain dapat mengunjungi Los Santos, San Fierro, dan Las Venturas, beserta kawasan pedesaan, jalan tol, gurun, dan pegunungan yang menghubungkannya. Skala perjalanan berubah. Menempuh jarak jauh memberi sensasi berbeda dari sekadar berkeliling di sekitar markas geng.
Sisi lain yang membuat San Andreas terasa istimewa adalah perkembangan karakter. Pemain dapat berlatih di pusat kebugaran, mengatur penampilan, mengganti pakaian, mengendarai sepeda, mengasah kemampuan tertentu, dan melihat perubahan kondisi tubuh CJ. Aktivitas itu membuat hubungan antara pemain dan karakter menjadi lebih personal.
Perebutan wilayah geng juga membuat sebagian jalanan terasa seperti medan konflik yang bisa berubah seiring perkembangan cerita. Pemain bukan hanya menerima misi dari seseorang, tetapi juga ikut memengaruhi keseimbangan kekuatan di lingkungan tertentu. Selain misi cerita, ada banyak kegiatan lain yang dapat dijajal tanpa harus menyelesaikan semuanya.
Karena itu, San Andreas menjadi salah satu judul GTA yang tetap ramai dibicarakan sampai sekarang. Ada pemain yang mengingat musik radionya, ada yang hafal rute kereta, ada pula yang masih tertawa mengingat kegagalan menyelesaikan misi tertentu. Besarnya pilihan aktivitas membuat pengalaman setiap orang tidak selalu sama.
Dari sisi desain, San Andreas memperlihatkan eksperimen menarik: ketika dunia makin luas, sistem karakter, kendaraan, minigame, dan aktivitas juga perlu diperluas. Tantangannya tentu menjaga semuanya tetap terasa terhubung. Rockstar tidak selalu berhasil menyenangkan setiap pemain, tetapi ambisinya terlihat jelas.
GTA Advance, Liberty City Stories, dan Vice City Stories Tidak Boleh Dilupakan
Sejarah GTA sering diceritakan seolah langsung melompat dari San Andreas menuju GTA IV. Padahal, ada beberapa judul lain yang menjembatani era tersebut. Pada 2004, Grand Theft Auto Advance membawa permainan GTA ke Game Boy Advance dengan perspektif yang menyesuaikan kemampuan perangkat genggam.
Lalu hadir Grand Theft Auto: Liberty City Stories pada 2005 dan Vice City Stories pada 2006. Keduanya terkenal karena menghadirkan pengalaman GTA yang lebih besar di PlayStation Portable atau PSP, sebelum memperoleh port ke platform lain pada sejumlah kasus.
Liberty City Stories mengikuti Toni Cipriani di Liberty City, sementara Vice City Stories menampilkan Victor Vance dalam kisah yang berlangsung sebelum Vice City. Penggunaan latar yang sudah dikenal membuat pemain bisa menemukan perspektif baru terhadap tempat yang sebelumnya mereka jelajahi. Kota sama, tetapi periode dan tokohnya berbeda.
Judul-judul ini menunjukkan dua hal. Pertama, GTA dapat menghadirkan cerita baru tanpa selalu membangun kota dari nol. Kedua, konsol genggam bukan berarti harus mendapatkan pengalaman permainan yang sepenuhnya terpisah dari seri utama. Bagi generasi pemain PSP, seri Stories bahkan menjadi perkenalan pertama mereka dengan GTA.
Meski skalanya tidak selalu sebesar game konsol utama, kehadirannya penting dalam sejarah ekspansi GTA ke lebih banyak perangkat. Rockstar mencoba menjaga ciri khas kebebasan bermain sekaligus menyesuaikan kontrol, ukuran layar, dan keterbatasan perangkat pada masanya.
2008: GTA IV Menggeser Fokus ke Realisme dan Konsekuensi

GTA IV (2008) GTA IV menampilkan Liberty City dengan atmosfer yang lebih realistis dan cerita Niko Bellic. (Sumber: https://www.gta4.net/screenshots)
Ketika Grand Theft Auto IV dirilis pada 2008, Rockstar kembali mengubah arah. Liberty City dibangun ulang dengan detail dan suasana yang lebih realistis. Mobil memiliki karakter pengendalian yang terasa berbeda, karakter bereaksi terhadap benturan dengan cara lebih dinamis, dan jalanan kota tampil lebih padat.
Niko Bellic, tokoh utama GTA IV, datang ke Amerika dengan harapan meninggalkan masa lalu. Namun, kehidupan baru yang dijanjikan sepupunya, Roman, tidak sesederhana yang dibayangkan. Cerita GTA IV terasa lebih suram dan personal dibanding kesan pesta penuh warna dalam Vice City.
Perubahan ini berpengaruh terhadap cara misi dipahami. Pemain bukan cuma menanyakan berapa banyak uang yang diterima atau kendaraan apa yang bisa didapat. Ada keputusan, hubungan antarkarakter, dan konsekuensi emosional yang menjadi bagian penting pengalaman. Tentu saja humor gelap khas GTA masih hadir, tetapi nadanya lebih muram.
Dari segi teknologi, GTA IV menggunakan kemampuan generasi konsol baru untuk menghadirkan animasi dan simulasi fisika yang lebih meyakinkan. Tabrakan, kecepatan kendaraan, dan pergerakan pejalan kaki terasa berbeda dibanding game sebelumnya. Sebagian pemain menyukai kesan berbobot tersebut; sebagian lain lebih menyukai pengendalian yang ringan ala San Andreas.
Perdebatan itu justru menunjukkan bahwa seri GTA tidak berkembang dalam satu garis lurus. Lebih realistis tidak otomatis berarti lebih menyenangkan bagi semua orang. Rockstar harus memilih keseimbangan antara sensasi bermain, kualitas simulasi, dan keterbacaan kontrol.
2009: Episode Tambahan GTA IV dan Chinatown Wars Memberi Warna Berbeda
Setelah GTA IV, Rockstar mengembangkan dunianya melalui dua episode tambahan: The Lost and Damned dan The Ballad of Gay Tony. Masing-masing menghadirkan tokoh utama serta sudut pandang berbeda terhadap Liberty City. Satu dunia dapat terasa berbeda bergantung pada siapa yang menghuninya.
Johnny Klebitz membawa pemain lebih dekat ke kehidupan klub motor, sedangkan Luis Lopez terlibat dalam bisnis hiburan malam dan konflik seputar dunia glamor kota. Jalan cerita mereka memiliki persinggungan dengan peristiwa GTA IV, tetapi tidak sekadar mengulang misi Niko Bellic dari kamera lain.
Pendekatan ini menarik karena Rockstar bereksperimen dengan cerita yang saling berhubungan tanpa harus merilis sekuel utama baru. Di era sekarang, konsep perluasan dunia melalui cerita tambahan terdengar biasa. Namun, untuk perjalanan GTA, episode-episode ini ikut memperjelas potensi satu kota sebagai panggung banyak cerita.
Pada 2009 pula, Grand Theft Auto: Chinatown Wars muncul untuk Nintendo DS dan kemudian hadir di platform lain. Gaya visualnya kembali memakai sudut pandang dari atas dengan presentasi yang berbeda dari GTA IV. Tokoh Huang Lee dan kisahnya di Liberty City membuktikan bahwa GTA masih bisa tampil menarik tanpa mengejar grafis paling realistis.
Chinatown Wars merupakan pengingat bahwa kemajuan game tidak selalu berarti menambah poligon atau memperbesar peta. Kadang, menyesuaikan desain dengan karakter sebuah perangkat menghasilkan permainan yang memiliki keunikan sendiri.
2013: GTA V Memperkenalkan Tiga Tokoh Utama dalam Satu Cerita

GTA V (2013) GTA V memperkenalkan tiga protagonis utama: Michael, Franklin, dan Trevor. (Sumber: https://www.rockstargames.com/gta-v)
Grand Theft Auto V hadir pada 17 September 2013, membawa pemain kembali ke Los Santos dan kawasan Blaine County. Lompatan terbesarnya bukan hanya dunia yang lebih luas, melainkan cara Rockstar membagi cerita ke tiga protagonis: Michael De Santa, Franklin Clinton, dan Trevor Philips.
Ketiganya berasal dari latar berbeda dan memiliki masalah masing-masing. Michael membawa cerita tentang kehidupan keluarga dan masa lalu kriminalnya. Franklin mencoba mencari jalan menuju kesempatan yang lebih besar. Trevor menghadirkan sisi tak terduga yang kerap membuat situasi berubah menjadi kacau. Perbedaan karakter itu memberi ritme baru pada penceritaan GTA.
Pemain dapat berpindah karakter pada berbagai bagian permainan, sehingga Los Santos dilihat dari beberapa kehidupan sekaligus. Sebuah rumah mewah, kawasan pinggiran, dan lingkungan terpencil bisa memiliki makna berbeda tergantung tokoh yang sedang kalian kendalikan. Peta yang sama pun terasa lebih beragam karena sudut pandangnya berganti.
Misi perampokan atau heist juga menjadi daya tarik penting. Pemain diajak menjalani tahap perencanaan, memilih pendekatan tertentu pada beberapa misi, dan menjalankan operasi bersama karakter lain. Meski kebebasannya tetap dibatasi desain misi, cara penyajiannya membuat rangkaian aksi terasa seperti produksi film kriminal yang bisa dimainkan.
GTA V juga semakin menekankan aktivitas sampingan, kendaraan, ruang alam terbuka, serta detail lingkungan. Ada kota besar, jalan pegunungan, padang gurun, pantai, dan kehidupan yang terasa berbeda di tiap kawasan. Pemain yang tidak ingin segera menamatkan cerita tetap mempunyai banyak alasan untuk kembali menjelajah.
Kesuksesan GTA V berlanjut melalui perpindahan ke beberapa generasi konsol dan PC. Setiap versi berikutnya membawa peningkatan teknis tertentu. Namun, daya tahan game ini pada akhirnya tidak bisa dijelaskan hanya lewat grafik. Ada satu faktor yang jauh lebih besar: GTA Online.
GTA Online Mengubah GTA dari Game Cerita Menjadi Dunia yang Terus Bergerak
GTA Online mulai hadir pada Oktober 2013, beberapa minggu setelah GTA V. Pada awalnya, konsep ini menawarkan dunia Los Santos yang bisa ditempati banyak pemain, baik untuk balapan, menjalankan misi bersama, maupun melakukan aktivitas kompetitif. Seiring waktu, cakupannya berkembang jauh.
Rockstar menambahkan berbagai bisnis, kendaraan, properti, misi perampokan, perlombaan, dan kegiatan komunitas. Pemain tidak lagi hanya bertanya apakah cerita Michael, Franklin, dan Trevor sudah tamat. Mereka juga menunggu konten baru, memperbarui garasi, atau merancang aktivitas berikutnya bersama teman.
Pergeseran ini penting. Seri GTA selama bertahun-tahun dikenal lewat kampanye pemain tunggal, tetapi GTA Online membangun kebiasaan bermain jangka panjang. Kota menjadi ruang sosial. Ada pemain yang serius mengumpulkan uang dalam game, ada yang fokus pada balapan, dan ada pula yang menikmati interaksi peran melalui komunitas.
Di luar GTA Online resmi, komunitas roleplay juga memperluas cara orang menikmati GTA V di PC. Server roleplay mempunyai aturan dan pengalaman yang dibuat komunitas, sehingga aktivitas sehari-hari seperti bekerja, mengelola usaha, atau menjalankan profesi fiktif bisa menjadi inti permainan. Penting untuk membedakan konten komunitas itu dari mode resmi yang dikembangkan Rockstar.
GTA Online turut mengubah harapan pemain terhadap seri berikutnya. Kini sebuah GTA baru bukan hanya dinilai dari seberapa bagus cerita utamanya, tetapi juga dari kemungkinan dunia tersebut terus hidup setelah kredit akhir muncul. Apakah GTA VI akan mengambil arah yang sama atau menawarkan pendekatan baru, tetap harus menunggu rincian resmi.
GTA V Terus Berevolusi: Dari PS3 hingga GTA V Enhanced di PC
Jika GTA pertama hidup pada era komputer dan PlayStation generasi awal, GTA V memperlihatkan daya tahan yang sangat berbeda. Rilis awalnya datang untuk PlayStation 3 dan Xbox 360 pada 2013. Setelah itu, game ini hadir untuk PlayStation 4, Xbox One, PC, hingga PlayStation 5 dan Xbox Series X|S.
Versi PC pertama dirilis pada 2015. Bertahun-tahun kemudian, tepatnya 4 Maret 2025, Rockstar meluncurkan pembaruan GTA V Enhanced untuk PC. Pemilik versi PC yang memenuhi syarat dapat mengakses peningkatan tersebut, sementara versi Legacy masih tersedia bagi pemain yang membutuhkan kompatibilitas berbeda.
Enhanced membawa fitur teknis tambahan pada perangkat yang mendukung, termasuk peningkatan grafis, dukungan teknologi modern tertentu, serta fitur GTA Online yang sebelumnya tersedia pada konsol generasi baru. Pemain tetap perlu memperhatikan persyaratan hardware. Label Enhanced bukan jaminan bahwa semua komputer akan menjalankan game dengan mulus.
Yang perlu dicatat, GTA V Legacy dan Enhanced di PC merupakan versi permainan yang berbeda untuk kebutuhan kompatibilitas multiplayer. Jika ingin bermain bersama, pemain perlu memastikan versi yang digunakan cocok. Ini contoh kecil betapa satu game yang sudah berumur lebih dari satu dekade dapat mempunyai tantangan teknis yang tidak pernah terbayangkan saat diluncurkan.
Pada titik ini, perkembangan GTA tidak lagi hanya dilihat dari pergantian angka Romawi pada judulnya. Sebuah game yang sama dapat terus mengalami perubahan fitur dan infrastruktur selama bertahun-tahun.
2021: GTA Trilogy Definitive Edition Membawa Kembali Era Klasik
Di tengah umur panjang GTA V, Rockstar merilis Grand Theft Auto: The Trilogy – The Definitive Edition pada November 2021. Paket tersebut berisi GTA III, Vice City, dan San Andreas dalam versi yang diperbarui untuk perangkat modern.
Secara konsep, trilogi ini memudahkan pemain baru mengenal tiga game yang menjadi fondasi GTA 3D. Pembaruan mencakup peningkatan visual dan penyesuaian kontrol. Namun, pengalaman memainkan versi modern tidak selalu identik dengan versi aslinya, baik karena perubahan presentasi maupun sejumlah detail teknis.
Bagi pemain lama, nostalgia sering menjadi alasan untuk kembali. Akan tetapi, pemain baru sebaiknya menilainya dengan ekspektasi yang sesuai. GTA III tetap merupakan desain game dari 2001, Vice City mengadopsi pendekatan awal 2000-an, dan San Andreas memiliki sistem misi yang mencerminkan zamannya. Pembaruan grafis tidak otomatis mengubah fondasi permainan menjadi GTA V.
Kehadiran trilogi ini membuat satu hal terlihat jelas: sejarah GTA masih punya nilai. Tidak semua orang harus memainkan game pertama demi memahami GTA VI, tetapi melihat bagaimana gameplay dibangun dari generasi ke generasi dapat memberi apresiasi berbeda terhadap perubahan seri.
Tabel Urutan Rilis Game GTA dari 1997 sampai 2026
Untuk melihat garis waktunya dengan lebih mudah, berikut urutan sejumlah game utama dan judul penting dalam keluarga Grand Theft Auto. Tahun pada tabel merujuk pada rilis awal, bukan seluruh port, versi ulang, atau tanggal di setiap negara.
| Tahun | Judul | Kontribusi utama |
|---|---|---|
| 1997 | Grand Theft Auto | Kebebasan aksi perkotaan dengan kamera dari atas |
| 1999 | GTA: London 1969 dan London 1961 | Eksperimen latar Inggris dan periode sejarah |
| 1999 | Grand Theft Auto 2 | Konflik antargeng dan dunia top-down yang dikembangkan |
| 2001 | Grand Theft Auto III | Lompatan penuh ke dunia terbuka 3D |
| 2002 | GTA: Vice City | Identitas kota, musik, dan protagonis yang lebih kuat |
| 2004 | GTA: San Andreas; GTA Advance | Tiga kota dan perkembangan karakter; adaptasi handheld |
| 2005-2006 | Liberty City Stories; Vice City Stories | Kisah tambahan di kota yang sudah dikenal |
| 2008 | Grand Theft Auto IV | Pendekatan realisme, fisika, dan cerita Niko Bellic |
| 2009 | The Lost and Damned; Chinatown Wars; The Ballad of Gay Tony | Perspektif cerita baru dan eksperimen handheld |
| 2013 | GTA V; GTA Online | Tiga protagonis dan ekosistem multiplayer berkelanjutan |
| 2021 | GTA Trilogy: Definitive Edition | Versi ulang tiga game klasik |
| 2025 | GTA V Enhanced di PC | Peningkatan teknis untuk platform PC modern |
| 2026* | Grand Theft Auto VI | Kembali ke Vice City dan Leonida bersama Jason serta Lucia |
*GTA VI belum dirilis saat artikel ini disusun pada 7 November 2026. Rockstar menjadwalkan peluncurannya pada 19 November 2026.
Perubahan Paling Terasa: Dari Peta Kecil Menjadi Dunia yang Punya Ritme
Kalau seluruh sejarah tadi diringkas menjadi satu perubahan, jawabannya bukan semata ukuran peta. Game GTA lama dan baru sebenarnya sama-sama menawarkan kota untuk dijelajahi. Yang berbeda adalah seberapa jauh kota tersebut dapat meyakinkan pemain bahwa ada kehidupan yang terus berjalan di dalamnya.
Pada GTA pertama, kota terutama berfungsi sebagai jaringan jalan dan lokasi pekerjaan. GTA III mengubahnya menjadi ruang 3D yang dapat diamati. Vice City menambahkan identitas era dan suasana. San Andreas memperluas jarak perjalanan serta ragam aktivitas, sedangkan GTA IV memperbesar perhatian terhadap detail fisika dan kehidupan sehari-hari.
GTA V kemudian menggabungkan banyak pelajaran tersebut dalam wilayah yang memiliki kota, pegunungan, pedesaan, dan gurun. Pemain bisa berganti karakter untuk melihat tempat yang sama dari konteks kehidupan berbeda. Melalui GTA Online, lingkungan itu juga berubah menjadi ruang interaksi sosial yang terus memperoleh konten.
Artinya, perkembangan peta GTA bisa dilihat sebagai perkembangan fungsi. Peta awal memberi kebebasan bergerak. Peta modern diharapkan memberi alasan untuk berhenti, memperhatikan sesuatu, dan kembali lagi. Aspek itulah yang akan menarik dicermati ketika Leonida akhirnya dapat dimainkan.
Dari Claude, Tommy, CJ, Niko, hingga Michael, Franklin dan Trevor
Perkembangan cerita GTA juga dapat dibaca lewat tokoh-tokohnya. Claude di GTA III relatif diam, sehingga kota dan karakter pendukung banyak menggerakkan alur. Tommy Vercetti di Vice City punya suara dan gaya bicara yang kuat. CJ di San Andreas membawa konflik keluarga serta ikatan lingkungan yang lebih dekat.
Niko Bellic di GTA IV membawa pertanyaan berbeda: bagaimana seseorang berdamai dengan masa lalu ketika harapan akan kehidupan baru tidak sesuai kenyataan? GTA V kemudian memilih tiga protagonis yang hidupnya saling bertabrakan, memungkinkan Rockstar memotret beberapa sisi Los Santos dalam satu cerita.
Perubahan ini tidak bisa dinilai dengan sederhana, misalnya mengatakan karakter terbaru pasti lebih baik. Banyak pemain justru merasa dekat dengan CJ karena perjalanan hidupnya terasa akrab, sementara pemain lain menyukai kompleksitas Niko atau dinamika tiga tokoh dalam GTA V. Kekuatan setiap game terletak pada kesesuaian karakter dengan dunia dan tema ceritanya.
GTA VI akan memperkenalkan Jason dan Lucia sebagai pusat cerita. Rockstar sudah menjelaskan bahwa keduanya terjerat konflik kriminal besar di negara bagian Leonida. Namun, hubungan mereka, ritme misi, serta sejauh mana karakter dapat dikendalikan masih harus dinilai berdasarkan game final, bukan hanya trailer.
Musik, Radio, dan Satire: Identitas GTA yang Tidak Hilang
Ada pemain yang tidak hafal nama semua misi GTA, tetapi langsung mengenali suasana ketika mendengar lagu tertentu dari radio Vice City. Inilah salah satu kekuatan seri yang terkadang kalah dibicarakan dibanding grafis. Musik, penyiar, dan iklan fiktif memberi identitas pada kota.
GTA menggunakan radio bukan sekadar sebagai musik latar. Percakapan, berita, dan iklan kerap menjadi cara Rockstar menyindir konsumsi, selebritas, politik, serta budaya populer. Pemain bisa menikmati semua itu sambil berkendara tanpa harus berhenti untuk membaca dokumen cerita yang panjang.
Setiap era memiliki pendekatan berbeda. Vice City kuat dengan referensi 1980-an, San Andreas dengan suasana awal 1990-an, sedangkan GTA IV dan GTA V menggambarkan budaya masyarakat yang lebih modern. Dunia GTA menjadi terasa berbeda bahkan ketika pemain sedang melakukan hal sederhana seperti mencari mobil atau menuju lokasi misi.
Rockstar juga telah memperkenalkan materi musik GTA VI menjelang peluncurannya. Namun, daftar lagu atau pengalaman radio dalam versi final tetap sebaiknya merujuk pengumuman resmi, bukan daftar putar tidak jelas yang beredar di internet. Musik adalah bagian sejarah GTA yang pantas diperlakukan sama seriusnya dengan perkembangan peta.
Mengapa GTA Sering Memancing Kontroversi?
Dari awal, GTA bukan game yang berusaha menyenangkan semua kelompok usia. Temanya meliputi kejahatan, kekerasan, bahasa kasar, dan satire sosial. Karena itu, perdebatan tentang pengaruh GTA terhadap pemain telah berlangsung sejak masa awal waralaba ini.
Penting membedakan dua hal. Pertama, GTA memang memuat konten dewasa dan perlu dimainkan sesuai klasifikasi usia yang berlaku. Kedua, penilaian terhadap dampak media pada perilaku nyata membutuhkan bukti penelitian yang memadai; tidak cukup hanya menyimpulkan dari satu adegan dalam game.
Kontroversi juga membentuk cara GTA dibicarakan publik. Namun, usia panjang seri ini tidak bisa dijelaskan hanya melalui sensasi. Pemain kembali karena kualitas dunia terbuka, cerita, kendaraan, musik, humor, serta banyaknya ruang untuk bereksperimen. Jika kontroversi adalah satu-satunya modal, tidak mudah mempertahankan perhatian lintas generasi selama hampir tiga dekade.
GTA VI pada 2026: Kembali ke Vice City dengan Jason dan Lucia

GTA VI (2026) Artwork GTA VI memperlihatkan Jason dan Lucia, dua protagonis dalam kisah berlatar Leonida. (Sumber: https://www.rockstargames.com/VI/media/artwork-wallpapers)
Setelah GTA V mendominasi pembicaraan lebih dari satu dekade, perhatian kini beralih ke Grand Theft Auto VI. Rockstar menetapkan tanggal rilis 19 November 2026 untuk PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Pada 7 November 2026, game ini masih berada dalam tahap prapeluncuran, bukan sudah tersedia untuk dimainkan publik.
GTA VI mengambil latar di Vice City serta negara bagian fiksi Leonida. Bagi penggemar lama, kembalinya Vice City menarik karena nama kota ini sudah ada sejak GTA pertama dan mendapat identitas tersendiri dalam game tahun 2002. Namun, Vice City di GTA VI bukan sekadar kota lama yang diberi tekstur lebih tajam; latarnya berada dalam dunia dan periode yang berbeda.
Dua tokoh utamanya adalah Jason dan Lucia. Rockstar menggambarkan keduanya menghadapi konspirasi kriminal setelah sebuah pekerjaan yang terlihat sederhana berubah menjadi persoalan besar. Premis ini memberi gambaran bahwa hubungan antartokoh akan menjadi bagian penting cerita, tetapi pemain masih perlu menunggu untuk menilai kedalaman narasi dan sistem gameplay.
Dari materi yang sudah dirilis, arah visual GTA VI menunjukkan perhatian besar pada keragaman kehidupan kota dan kawasan luar kota. Akan tetapi, klaim mengenai ukuran peta yang pasti, seluruh bangunan yang bisa dimasuki, atau jumlah aktivitas wajib sebaiknya tidak diperlakukan sebagai fakta apabila Rockstar belum merincinya. Video promosi menunjukkan arah desain, bukan daftar lengkap semua fitur.
Baca Juga: Peta GTA 6: Mengenal Vice City dan Leonida, Dunia Baru yang Dibangun Rockstar
Tanggal Rilis GTA VI, Pre-Load, dan Status Versi PC
Untuk kalian yang ingin memainkan GTA VI sejak hari pertama, ada tiga informasi yang perlu dipisahkan. Pertama adalah tanggal rilis, yaitu 19 November 2026. Kedua adalah jadwal pre-load, yakni kesempatan mengunduh data permainan sebelum tanggal peluncuran. Ketiga adalah platform yang sudah resmi diumumkan.
Rockstar menyatakan pre-load digital dimulai 10 November 2026. Pada PlayStation 5, waktunya mengikuti tengah malam waktu setempat. Untuk Xbox Series X|S, jadwal globalnya menggunakan acuan GMT. Pre-load bukan berarti pemain langsung bisa memainkan game lebih awal; akses bermain tetap mengikuti ketentuan tanggal peluncuran.
Hingga 7 November 2026, halaman resmi GTA VI mencantumkan PS5 dan Xbox Series X|S. Belum ada tanggal peluncuran PC yang diumumkan pada halaman tersebut. Jadi, kalau kalian menjumpai klaim bahwa versi PC pasti hadir pada kuartal tertentu pada 2027, perlakukan itu sebagai informasi yang belum terkonfirmasi oleh Rockstar.
Hal yang sama berlaku untuk kebutuhan spesifikasi PC, angka FPS pada semua model konsol, serta ukuran instalasi yang beredar. Tanpa daftar teknis resmi untuk versi dan perangkat terkait, angka-angka tersebut belum layak dipastikan dalam artikel panduan pembelian.
Apakah GTA VI Akan Mengubah Formula Grand Theft Auto Lagi?
Setiap GTA utama membawa perubahan, tetapi tidak semuanya berusaha mengganti fondasi lama. GTA III mengubah perspektif kamera. Vice City mempertegas suasana. San Andreas menambah skala dan sistem karakter. GTA IV mengejar realisme, sedangkan GTA V bereksperimen dengan banyak protagonis sekaligus memperpanjang umur dunia permainan melalui GTA Online.
Pertanyaannya sekarang bukan hanya apakah GTA VI memiliki grafis lebih bagus. Pemain juga ingin tahu apakah dunianya memberikan interaksi lebih kaya, apakah aktivitas sampingan terasa bermakna, bagaimana hubungan Jason dan Lucia dibangun, dan seberapa hidup lokasi-lokasi di luar Vice City.
Jawaban atas pertanyaan tersebut tidak bisa sepenuhnya diambil dari trailer. Kualitas game dunia terbuka baru terlihat ketika pemain bebas bergerak dan menguji respons dunia terhadap tindakan mereka. Sebuah adegan sinematik dapat terlihat luar biasa, tetapi pengalaman selama puluhan jam membutuhkan konsistensi misi, sistem, dan teknis.
Itulah sebabnya membandingkan GTA VI dengan San Andreas atau GTA V hanya berdasarkan jumlah jalan dan kualitas cahaya terasa kurang. Seri GTA dibangun oleh rangkaian keputusan desain, bukan satu fitur tunggal yang otomatis membuat game lebih baik.
Kalau Baru Mengenal GTA, Sebaiknya Mulai dari Game yang Mana?
Pemain baru tidak harus menamatkan seluruh GTA secara berurutan untuk menikmati salah satu game. Banyak judul mempunyai cerita mandiri, meski beberapa menggunakan kota, organisasi, atau referensi yang saling berhubungan. Pilihan terbaik bergantung pada apa yang ingin kalian nikmati.
- Ingin melihat asal-usul game open world 3D? Mulai dari GTA III untuk memahami mengapa formula ini pernah terasa revolusioner.
- Suka suasana 1980-an dan musik? Vice City merupakan pilihan menarik karena identitas kotanya kuat.
- Ingin banyak aktivitas dan nuansa perjalanan? San Andreas menawarkan karakter, kota, dan pilihan sampingan yang beragam.
- Mencari cerita kriminal yang lebih muram? GTA IV menempatkan perjalanan Niko Bellic sebagai pusat pengalaman.
- Ingin dunia modern dengan banyak hal untuk dicoba? GTA V menawarkan tiga protagonis dan peta yang masih relevan untuk pemain baru.
- Ingin bermain bersama teman? GTA Online menjadi pilihan, asalkan pemain memperhatikan platform dan versi yang kompatibel.
Kalau perangkat kalian belum sanggup memainkan game terbaru, jangan berkecil hati. Menikmati Vice City atau San Andreas pada platform yang tersedia tetap dapat memberikan pengalaman kuat. Banyak game klasik bertahan bukan karena mengejar spesifikasi paling tinggi, melainkan karena desain dunia dan karakter yang terus diingat.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan tentang Sejarah GTA
GTA pertama kali dirilis tahun berapa?
Seri Grand Theft Auto memulai debutnya pada 1997 melalui game buatan DMA Design. Beberapa katalog modern menampilkan tanggal berbeda untuk edisi atau platform tertentu, sehingga tahun debut seri perlu dibedakan dari tanggal port dan perilisan ulang.
Siapa pengembang GTA sebelum Rockstar North?
Game awal Grand Theft Auto dikembangkan oleh DMA Design. Studio ini kemudian dikenal sebagai Rockstar North dan menjadi salah satu nama kunci dalam perkembangan seri GTA.
GTA mana yang pertama kali menggunakan dunia 3D?
Grand Theft Auto III yang dirilis pada 2001 menjadi titik besar peralihan seri menuju dunia terbuka 3D penuh dengan perspektif orang ketiga.
Apa perbedaan paling besar GTA Vice City dan San Andreas?
Vice City lebih menonjolkan identitas kota tropis era 1980-an dan cerita Tommy Vercetti. San Andreas memperluas dunia menjadi tiga kota beserta wilayah sekitarnya, sekaligus memperdalam kustomisasi dan perkembangan karakter CJ.
Mengapa GTA IV sering disebut lebih realistis?
GTA IV menekankan fisika, gerak karakter, pengendalian kendaraan, serta cerita dengan nada lebih serius. Namun, penilaian terhadap pengalaman berkendara tetap bergantung pada preferensi pemain.
Kapan GTA Online pertama kali hadir?
GTA Online mulai diluncurkan pada Oktober 2013, tak lama setelah GTA V dirilis. Mode ini kemudian berkembang melalui banyak pembaruan dan aktivitas multiplayer.
Kapan GTA VI dirilis?
Rockstar menjadwalkan GTA VI untuk 19 November 2026 di PlayStation 5 dan Xbox Series X|S. Informasi ini merupakan jadwal yang berlaku saat artikel disusun pada 7 November 2026.
Apakah GTA VI sudah punya tanggal rilis PC?
Belum. Hingga 7 November 2026, halaman resmi Rockstar yang diperiksa belum mencantumkan tanggal rilis GTA VI untuk PC.
Kesimpulan: GTA Bertahan karena Berani Mengubah Cara Pemain Menjelajah
Perjalanan Grand Theft Auto sejak 1997 memperlihatkan bahwa sebuah seri tidak harus meninggalkan identitas lamanya untuk terus berkembang. Kamera dari atas berubah menjadi dunia 3D. Kota sederhana berkembang menjadi tempat dengan identitas musik dan budaya. Cerita semakin dalam, pilihan karakter semakin kompleks, sementara multiplayer membuka cara baru untuk menikmati ruang yang sama.
GTA VI kini menjadi bab berikutnya. Rockstar telah menyiapkan kembalinya Vice City dan perkenalan Jason serta Lucia di Leonida, tetapi penilaian akhir tetap menunggu permainan dirilis. Sampai saat itu tiba, sejarah GTA menawarkan pelajaran yang lebih menarik daripada sekadar membandingkan grafis: game dunia terbuka yang kuat selalu memberi pemain alasan untuk penasaran pada apa yang ada di tikungan berikutnya.