INDUSTRY.co.id - JAKARTA, PT Ancora Indonesia Resources Tbk (IDX: OKAS) mencatatkan pemulihan kinerja pada laporan keuangan interim sembilan bulan pertama (9M) 2026 yang tidak diaudit.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, OKAS membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$ 2,45 juta atau setara Rp 40,4 miliar dengan asumsi kurs Rp 16.500 per dollar AS. 

Capaian ini berbalik dari rugi bersih US$ 5,01 juta atau sekitar Rp 82,6 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Bersamaan dengan pembalikan laba, perseroan juga berhasil meraih kontrak baru jasa peledakan tambang terbuka senilai US$ 60 juta atau sekitar Rp 990 miliar.

Manajemen menyebut kontrak baru tersebut akan menjadi katalis pendapatan hingga tahun depan.

"Ancora menutup kuartal III 2026 dengan perbaikan kinerja yang cukup baik. Perolehan sejumlah kontrak peledakan jangka panjang baru serta rencana komersialisasi pabrik booster yang akan melayani pasar domestik maupun internasional, mendorong integrasi vertikal lebih lanjut dan memberikan visibilitas pertumbuhan pendapatan yang jelas bagi Ancora dalam jangka menengah," kata Direktur Utama Bapak Ratno "Ale" Paskalis Hendrawan dalam keterangannya dikutip Selasa (27/10/2026).

Ale menambahkan ke depan, pihaknya memandang prospek perseroan hingga akhir 2026 dan sepanjang 2027 tetap positif.

"Pertumbuhan akan ditopang oleh aktivitas pertambangan nasional yang terjaga serta perluasan pasar Amonium Nitrat ke sektor di luar pertambangan, termasuk pertanian," tandasnya.