INDUSTRY.co.id - Jakarta - Hingga September 2026, investasi kumulatif Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) telah menembus Rp 382,1 triliun dan menyerap sebanyak 302.262 serta melibatkan 509 badan usaha.
Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengatakan, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong hilirisasi agar setiap investasi membuka lebih banyak lapangan kerja berkualitas.
Menurutnya, capaian investasi tersebut harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan ketrampilan tenaga kerja, dan penguatan Industri nasional.
"Investasi besar tidak boleh berhenti pada angka. Harus berubah menjadi pabrik yang berproduksi, lapangan kerja yang terbuka, dan kesejahteraan yang dirasakan masyarakat," kata Faisol usai menghadiri Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan III Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Dia mengatakan, dari 25 KEK di Indonesia, sebanyak 13 KEK merupakan KEK Industri yang memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi, inovasi teknologi, dan pertumbuhan ekonomi.
"Dari 25 KEK di Indonesia, 13 diantaranya merupakan Kawasan Industri yang menjadi motor penguatan ekonomi nasional," ujar Faisol.
Dalam Rapat Kerja Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Triwulan III Tahun 2026, Faisol menegaskan pentingnya memperkuat hilirisasi, teknologi, riset dan keterampilan tenaga kerja agar investasi benar benar menghasilkan nilai tambah.
"Jangan sampai investasi tumbuh pesat, tetapi masyarakat hanya menjadi penonton. KEK harus menjadi mesin industrialisasi yang membuka pekerjaan yang berkualitas dan menggerakkan ekonomi rakyat," katanya.
Kemenperin terus mendorong penguatan ekosistem Industri, termasuk kolaborasi pendidikan, riset, dan pelaku usaha melalui pengembangan industrial skills lab.
"Indonesia tidak cukup hanya menjadi tujuan investasi. Indonesia harus menjadi pusat produksi, inovasi, dan kekuatan Industri dunia!," pungkas Faisol.