INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Direktur Utama PT Jababeka Infrastruktur, Didik Purbadi, dipercaya memimpin Aliansi Kawasan Ekonomi Khusus Indonesia atau Indonesia Special Economic Zones Alliance (ISEZA).
Penunjukan tersebut diumumkan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersamaan dengan deklarasi pembentukan aliansi di Jakarta, Rabu (21/10/2026).
Deklarasi dihadiri para direktur utama dari 26 Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) KEK yang tercatat sebagai pendiri. Mereka menandatangani deklarasi bersama sebagai penanda komitmen kolektif.
Di antara para pendiri terdapat PT Perkebunan Nusantara III, PT Kawasan Industri Nusantara, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC), PT Jababeka Morotai, PT Kawasan Industri Kendal, PT Bali Turtle Island Development, hingga PT Kawasan Industri Terpadu Batang.
Keberagaman asal sektor dan wilayah itu mencerminkan semangat kebersamaan pengelola KEK.
"Deklarasi ini sebagai wujud tekad dan komitmen bersama untuk memperkuat peran organisasi dalam memajukan Kawasan Ekonomi Khusus serta meningkatkan kontribusinya bagi perekonomian nasional," ujar Didik.
ISEZA diposisikan sebagai wadah yang mandiri, terbuka, dan nirlaba. Aliansi ini menghimpun aspirasi anggota sekaligus memperkuat kerja sama antar-pengelola.
Di hadapan pemerintah, ISEZA menjadi mitra strategis untuk meningkatkan daya saing KEK, mendorong kepastian dan kemudahan berusaha, mempercepat realisasi investasi, serta membuka lapangan kerja.
Fokus Pertukaran Pengetahuan
Di bawah kepemimpinan Didik, ISEZA akan mengedepankan pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antar-pengelola kawasan dan pelaku usaha.
Agenda itu diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur dan layanan, mengembangkan sumber daya manusia, serta memperluas kemitraan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Aliansi juga berkomitmen menjalankan tata kelola yang baik dengan berlandaskan integritas, profesionalisme, transparansi, akuntabilitas, dan persaingan usaha yang sehat. Tujuannya, mewujudkan KEK yang produktif, inovatif, inklusif, dan berkelanjutan.
Rekam Jejak di Kendal
Kepercayaan kepada Didik tak lepas dari rekam jejaknya mengelola kawasan.
Ia berkiprah di PT Kawasan Industri Kendal (KIK), pengembang KEK Kendal seluas 2.200 hektar yang berstatus proyek strategis nasional. Kawasan itu dikembangkan melalui kerja sama PT Jababeka Tbk dengan Sembcorp Singapura.
Di Kendal, Didik mendorong sinergi lintas pihak. KEK Kendal menjadi kawasan pertama di Indonesia yang mencanangkan kemitraan antara pelaku usaha dan UMKM. Ia juga menandatangani nota kesepahaman dengan PGN untuk penyediaan infrastruktur dan pasokan gas bumi.
KIK pun membangun area komersial pertamanya, Arcade by The Bay, bersama PT Prospera Jaya Group untuk melengkapi layanan bagi tenant.
Kinerja itu mendapat pengakuan. Pada Desember 2023, Kawasan Industri Kendal dinobatkan sebagai kawasan industri baru terbaik oleh Kementerian Perindustrian. Hingga 2025, akumulasi investasi di KEK Kendal tercatat sekitar Rp 187,05 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 76.559 orang.
Komitmen keberlanjutan di Jababeka
Sebagai Dirut PT Jababeka Infrastruktur, Didik memimpin pengelolaan Kawasan Industri Jababeka di Cikarang dengan komitmen tumbuh bersama masyarakat dan pemerintah daerah.
Pada 2026, PT Jababeka Infrastruktur kembali meraih penghargaan PROPER peringkat Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup untuk kinerja pengelolaan lingkungan tahun 2025. Penghargaan diserahkan pada 7 April 2026.
Didik menilai capaian tersebut sebagai bukti konsistensi perusahaan dalam pengelolaan lingkungan yang melampaui standar ketaatan (beyond compliance). Menurut dia, PROPER Hijau yang telah diraih enam kali itu mencerminkan sinergi pemangku kepentingan di ekosistem Jababeka.
Keberlanjutan, kata dia, adalah warisan yang ingin ditinggalkan bagi generasi mendatang. Pada tahun yang sama, perusahaan juga meraih enam penghargaan dalam ajang TJSLP/CSR Awards dari Pemerintah Kabupaten Bekasi.
Dengan dukungan pemerintah, pengelola kawasan, dan pelaku usaha, ISEZA diharapkan menjadi motor penguat peran KEK dalam pertumbuhan ekonomi nasional.