INDUSTRY.co.id, Jakarta— Keberlanjutan pasokan gas industri dan ketersediaan bahan baku menjadi dua persoalan yang masih perlu mendapat perhatian pemerintah untuk mendorong pertumbuhan industri makanan dan minuman (mamin) nasional.

Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji mengatakan dukungan terhadap pasokan gas industri dan kepastian ketersediaan bahan baku diperlukan agar sektor makanan dan minuman dapat tumbuh lebih tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan Sarmuji seusai membuka pameran The 25th ALLPACK Indonesia Expo 2026 di Jakarta, Selasa (20/10/2026), sebagaimana diberitakan ANTARA pada Rabu (21/10/2026).

“Ada beberapa hal yang masih memerlukan dukungan, misalnya terkait gas industri serta bahan baku yang kontinuitas pasokan dan harganya masih perlu mendapat perhatian kita bersama,” kata Sarmuji.

Kepastian Pasokan Jadi Kunci Daya Saing

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor pengolahan yang memiliki keterkaitan erat dengan rantai pasok nasional, mulai dari sektor pertanian dan perkebunan hingga industri pengemasan, logistik, dan distribusi.

Karena itu, gangguan pasokan bahan baku maupun ketidakpastian harga energi berpotensi menambah tekanan terhadap biaya operasional perusahaan.

Bagi pelaku industri, kepastian pasokan menjadi faktor penting dalam menyusun rencana produksi, menjaga efisiensi, serta memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

Di tengah persaingan industri yang semakin ketat, kemampuan perusahaan mengendalikan biaya produksi juga menjadi salah satu penentu daya saing produk di pasar domestik maupun internasional.

Pemerintah Diminta Perkuat Dukungan

Kementerian Perindustrian menyatakan pemerintah akan terus memberikan dukungan agar industri makanan dan minuman dapat tumbuh lebih tinggi.

Namun, keberlanjutan pertumbuhan sektor tersebut juga membutuhkan koordinasi antarpemangku kepentingan, terutama dalam menjaga ketersediaan bahan baku, memperkuat rantai pasok, dan memastikan energi bagi kegiatan produksi tersedia secara memadai.

Kepastian kebijakan terkait energi dan bahan baku menjadi penting agar pelaku usaha dapat menyusun strategi bisnis dengan perhitungan biaya yang lebih terukur.

Peluang Pertumbuhan Masih Terbuka

Meski menghadapi tantangan biaya dan pasokan, industri makanan dan minuman tetap menjadi sektor strategis dalam pengembangan manufaktur nasional.

Penguatan sektor ini berpotensi memberikan dampak berantai terhadap industri bahan baku lokal, kemasan, pergudangan, transportasi, serta usaha mikro, kecil, dan menengah yang terlibat dalam rantai pasok.

Ke depan, tantangan pemerintah dan pelaku industri adalah memastikan dukungan kebijakan dapat diterjemahkan menjadi kepastian pasokan, efisiensi produksi, dan peningkatan daya saing.

Bagi industri makanan dan minuman, pertumbuhan yang berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh permintaan pasar, tetapi juga oleh kemampuan menjaga biaya produksi tetap kompetitif dan menjamin kelancaran operasional.