INDUSTRY.co.id - JAKARTA — Siloam Hospitals Kebon Jeruk mencatat dua prosedur implantasi Left Ventricular Assist Device (LVAD) dalam waktu kurang dari satu bulan.
Melalui Advanced Cardiac Care Clinic (ACCC), rumah sakit ini menyebut pencapaian tersebut menjadikannya rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang melakukan implantasi LVAD.
LVAD adalah pompa mekanis yang ditanamkan untuk membantu ventrikel kiri jantung mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Alat ini dapat menjadi pilihan bagi pasien gagal jantung stadium lanjut yang memenuhi kriteria klinis, terutama ketika pengobatan yang telah dioptimalkan tidak lagi memadai. Penentuan terapi memerlukan evaluasi oleh tim medis yang berpengalaman.
Prosedur pertama di Siloam Hospitals Kebon Jeruk dilakukan pada pasien laki-laki berusia 44 tahun menggunakan perangkat HeartMate 3 LVAD. Kurang dari sebulan kemudian, tim medis kembali melakukan implantasi pada pasien kedua. Pihak rumah sakit menyatakan dua prosedur tersebut menunjukkan kesiapan tim dan sistem layanan untuk menangani kasus gagal jantung stadium lanjut.
“Keberhasilan satu kasus merupakan pencapaian penting. Namun, keberhasilan dua kasus dalam waktu kurang dari satu bulan menunjukkan kesiapan sistem, tim, dan kapabilitas yang telah kami bangun,” ujar Hospital Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, dr. Melissa, MARS.
Layanan ini didukung Advanced Heart Failure Center, yang menangani pasien mulai dari diagnosis dan optimalisasi pengobatan hingga penilaian kebutuhan terapi lanjutan.
Prosedur implantasi LVAD melibatkan kolaborasi dokter jantung dan bedah toraks-kardiovaskular. Tim medis yang terlibat antara lain dr. Leonardo Paskah Suciadi, Sp.JP, FIHA, FAPSC, FESC, FHFA; dr. Maizul Anwar, Sp.BTKV(K); serta dr. Sugisman, Sp.BTKV, Subsp.JD(K).
"LVAD adalah tindakan yang merupakan salah satu solusi bagi pasien gagal jantung lanjut, yang sudah melakukan tindakan dan obat-obatan yang tidak berfungsi dengan baik," ujar dr Leonardo Paskah Suciadi.
Perbedaan operasi bedah jantung biasa dengan LVAD sendiri salah satunya adalah proses panjang setelah operasi.
"Yang membedakan jenis operasi bedah jantung lain dengan LVAD pasien setelah operasi harus bekerjasama dengan jantung native dengan jantung Artificial harus klop dan ini proses panjang setelah operasi," kata dokter Paskah.
Executive Director Siloam Hospitals Kebon Jeruk, Inge Samadi, mengatakan pengembangan layanan tersebut bertujuan memperluas akses pasien Indonesia terhadap teknologi dan keahlian medis untuk menangani gagal jantung stadium lanjut.
“Kami ingin pasien memiliki akses terhadap teknologi, keahlian medis, dan pilihan terapi yang sebelumnya mungkin mengharuskan mereka mencari pengobatan ke luar negeri,” kata Inge.
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia 2023 yang dikutip rumah sakit, prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter mencapai 0,85% secara nasional. Karena itu, penambahan pilihan terapi bagi pasien dengan kondisi jantung berat dinilai semakin relevan.
Pencapaian tersebut diumumkan bertepatan dengan Hari Jantung Sedunia, 29 September 2026. Meski LVAD membuka pilihan penanganan baru, kesesuaian tindakan dan hasilnya tetap bergantung pada kondisi klinis masing-masing pasien.