INDUSTRY.co.id - JAKARTA - Pemerintah Indonesia dan Republik Korea menargetkan mencetak 240 tenaga ahli offshore plant hingga 2029 lewat peresmian Korea-Indonesia Offshore Plant Service Training Center (KIOS Center) di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta.
KIOS Center diresmikan Rabu (15/09/2026) sebagai implementasi dari MoU on Cooperation in the Field of Offshore Plant Service Industry yang ditandatangani 1 April 2026 di Seoul, dan ditindaklanjuti lewat Implementing Arrangement Capacity Building ODA.
Pusat pelatihan ini menyediakan pelatihan berbasis simulator untuk operasi dan pemeliharaan fasilitas lepas pantai serta kegiatan bongkar muat kargo.
Program ini diharapkan meningkatkan kompetensi tenaga profesional dan daya saing perusahaan domestik.
Deputi Bidang Koordinasi Energi dan SDM Kemenko Perekonomian Elen Setiadi mengatakan KIOS Center menjadi tonggak penting penguatan SDM.
"Peresmian KIOS Center ini memiliki arti penting dalam mendukung penguatan kapasitas SDM, peningkatan kompetensi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kemampuan teknologi di bidang offshore plant service industry," ujar Elen.
Ia berharap KIOS Center berkembang menjadi platform kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, dan industri Indonesia-Korea.
Peresmian dihadiri Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, Dubes Korsel H.E Yoon Soon-gu, Kepala PPSDM Laut Budi Rahardjo, Ketua STIP Capt. Tri Cahyadi, Presiden Korea Maritime and Ocean University Ryu Dong-geun, dan Dean of Academic Affairs KMOU Lee Sang-deuk.