INDUSTRY.co.id - Jakarta – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau INALUM meluncurkan Sertifikasi Low Carbon Aluminium (Green Aluminium) untuk memperkuat daya saing aluminium Indonesia di pasar global. Produk aluminium rendah karbon ini mengandalkan energi listrik berbasis tenaga air dalam proses produksinya.
Peluncuran sertifikasi tersebut dilakukan bertepatan dengan ajang Fastmarkets International Aluminium Conference 2026 pada 15–17 September 2026. Forum industri aluminium global yang memasuki penyelenggaraan ke-40 itu dihadiri lebih dari 500 pelaku industri dan pengambil keputusan dari berbagai negara.
Direktur Pengembangan Usaha dan Komersial INALUM, Arif Haendra mengatakan, sertifikasi Green Aluminium merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan nilai tambah produk sekaligus memperluas akses pasar internasional.
“Pasar global semakin memberikan perhatian terhadap produk aluminium dengan jejak karbon yang lebih rendah. INALUM memiliki keunggulan karena proses produksi aluminium kami ditopang oleh energi berbasis tenaga air (renewable energy),” ujar Arif di Jakarta (29/9).
Menurut dia, keunggulan energi bersih tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan posisi tawar aluminium Indonesia di tengah meningkatnya tuntutan industri global terhadap produk ramah lingkungan.
INALUM juga memperkuat kerja sama dengan sejumlah mitra internasional, yakni Mitsubishi RtM Jepang, Hartree, serta MIND ID Trading (MIT) Singapore-Concord Inggris.
Kepala Grup Komersial dan Manajemen Rantai Pasok INALUM, Jevi Amri menambahkan, sertifikasi aluminium rendah karbon tidak hanya berkaitan dengan proses produksi, tetapi juga menjadi strategi perusahaan dalam menangkap peluang pasar baru.
“INALUM ingin memastikan bahwa kekuatan energi bersih yang kita miliki dapat memberikan nilai tambah sekaligus memperkuat posisi aluminium Indonesia dalam rantai pasok global,” kata Jevi.
Melalui pengembangan Green Aluminium dan kolaborasi internasional, INALUM menargetkan produk aluminium Indonesia semakin kompetitif sekaligus mampu menjawab kebutuhan pasar dunia yang semakin mengutamakan keberlanjutan.