INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Perubahan teknologi dan dinamika dunia kerja yang semakin cepat mendorong kebutuhan terhadap talenta dengan kemampuan yang lebih adaptif. Pengetahuan akademik tidak lagi menjadi satu-satunya modal untuk memasuki dunia kerja. Kemampuan memecahkan masalah, beradaptasi, belajar secara berkelanjutan, serta menerapkan keterampilan dalam situasi nyata menjadi semakin penting.

Pada saat yang sama, penciptaan lapangan kerja juga membutuhkan ekosistem bisnis yang mampu tumbuh secara berkelanjutan. Karena itu, upaya mempersiapkan tenaga kerja perlu berjalan beriringan dengan penguatan kewirausahaan dan kemampuan bisnis dalam menciptakan peluang ekonomi.

Melihat kebutuhan tersebut, Wadhwani Foundation Indonesia memperkuat kontribusinya melalui tiga fokus utama, yakni mempersiapkan talenta menghadapi masa depan kerja, membangun kapabilitas kewirausahaan, serta mendukung pertumbuhan bisnis yang berpotensi menciptakan lapangan kerja.

Pendekatan tersebut merupakan bagian dari misi Wadhwani Foundation, “Creating Jobs. Changing Lives.” Penciptaan lapangan kerja dipandang tidak berdiri sendiri, melainkan membutuhkan keterhubungan antara individu yang siap bekerja, calon wirausaha yang mampu melihat peluang, serta bisnis yang dapat berkembang dan menciptakan pekerjaan.

“Dunia kerja sedang berubah dengan sangat cepat. Karena itu, kesiapan talenta tidak lagi cukup hanya dilihat dari latar belakang pendidikan atau pengetahuan yang dimiliki. Yang semakin penting adalah kemampuan untuk belajar, beradaptasi, memecahkan masalah, dan menerapkan kemampuan tersebut dalam lingkungan kerja yang terus berkembang,” ujar Herdian Mohammad, VP & Country Director, Wadhwani Foundation Indonesia.

Memperkuat Kesiapan Talenta di Era AI

Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), turut mengubah cara perusahaan menjalankan pekerjaan sekaligus kompetensi yang dibutuhkan industri. Perubahan tersebut membuat kesiapan kerja menjadi semakin relevan, terutama bagi mahasiswa dan pencari kerja yang akan memasuki dunia profesional.

Melalui Wadhwani JobReady, Wadhwani Foundation membantu peserta membangun kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Program tersebut mencakup kemampuan teknis, keterampilan interpersonal, pemecahan masalah, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Peserta Wadhwani JobReady berasal dari tiga kelompok pendaftaran, yakni Focus, B2B, dan B2C. Pada 2025, kelompok Focus mencatat 15.963 peserta, sementara sekitar 35.000 peserta tambahan berasal dari kelompok B2B dan B2C.

Adapun sepanjang Januari-Juli 2026, sebanyak 10.743 peserta telah terdaftar dalam Wadhwani JobReady. Dari jumlah tersebut, 5.710 peserta menunjukkan peningkatan kapabilitas yang terukur.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan talenta tidak hanya diukur berdasarkan jumlah peserta yang mengikuti program. Wadhwani Foundation juga semakin menempatkan peningkatan kapabilitas dan hasil yang dicapai peserta sebagai bagian penting dalam mengukur dampak program.

“Ketika teknologi dan AI mengubah cara kita bekerja, kebutuhan untuk meningkatkan dan memperbarui keterampilan menjadi semakin penting. Bagi kami, teknologi bukan hanya persoalan perubahan perangkat atau alat, tetapi juga perubahan kemampuan yang dibutuhkan. Karena itu, kami ingin memastikan peserta memiliki kemampuan yang dapat membantu mereka terus belajar dan beradaptasi dengan dunia kerja yang berkembang,” kata Herdian.

Kewirausahaan Lebih dari Sekadar Membangun Startup

Penguatan ekosistem penciptaan lapangan kerja juga membutuhkan generasi muda yang mampu mengenali peluang, mengambil inisiatif, dan mengembangkan solusi atas berbagai persoalan.

Dalam pendekatannya, Wadhwani Foundation memandang kewirausahaan tidak sebatas aktivitas mendirikan usaha rintisan. Pola pikir dan kapabilitas kewirausahaan, seperti kemampuan melihat peluang, berpikir kreatif, memecahkan masalah, serta mengambil inisiatif, dinilai relevan baik bagi calon pekerja maupun individu yang ingin mengembangkan usaha.

Melalui Wadhwani Ignite, peserta memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi dan menguji gagasan bisnis sekaligus memahami bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi solusi yang memiliki nilai.

Sepanjang 2025, Wadhwani Ignite menjangkau 45.210 peserta melalui 232 lembaga mitra di Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 31.205 peserta menyelesaikan program.

“Kewirausahaan bukan hanya tentang menciptakan usaha rintisan. Kemampuan untuk melihat peluang, mengambil inisiatif, memecahkan masalah, dan menciptakan solusi merupakan kemampuan yang relevan bagi siapa pun yang akan menghadapi dunia kerja. Karena itu, kami ingin membangun pola pikir kewirausahaan sejak tahap pendidikan,” ujar Dr. Dion Dewa Barata, Direktur Wadhwani Entrepreneurship Network (WEN) Indonesia.

Melalui pendekatan tersebut, pendidikan kewirausahaan ditempatkan sebagai bagian dari ekosistem pendidikan yang lebih luas. Peserta tidak hanya mempelajari konsep, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk mengeksplorasi, menguji, dan mengembangkan gagasan bisnis.

Mendorong Bisnis Bertumbuh dan Menciptakan Pekerjaan

Pengembangan talenta dan pembangunan pola pikir kewirausahaan merupakan bagian dari ekosistem penciptaan lapangan kerja. Namun, keberlanjutan penciptaan pekerjaan juga bergantung pada kemampuan bisnis untuk bertahan, berkembang, dan memperluas kegiatan usahanya.

Untuk melengkapi pendekatan tersebut, Wadhwani Foundation menghadirkan Wadhwani Accelerate, program yang mendukung bisnis yang telah menghasilkan pendapatan, termasuk usaha rintisan serta usaha kecil dan menengah, untuk memperkuat kapabilitas dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Diluncurkan di Indonesia pada 2026, Wadhwani Accelerate menyasar bisnis yang memiliki potensi pertumbuhan. Pada Januari-Juli 2026, sebanyak 26 perusahaan tercatat berada dalam tahap seleksi.

Program tersebut menempatkan penciptaan lapangan kerja sebagai salah satu hasil yang ingin dicapai, dengan pendekatan bahwa pertumbuhan bisnis dapat memperbesar kapasitas perusahaan dalam menciptakan peluang ekonomi dan pekerjaan.

“Kalau kita ingin menciptakan lebih banyak pekerjaan, kita tidak bisa hanya berfokus pada sisi talenta. Kita juga perlu memperkuat bisnis yang menciptakan pekerjaan tersebut. Karena itu, talenta, kewirausahaan, dan pertumbuhan bisnis menjadi tiga bagian yang saling terhubung dalam pendekatan Wadhwani,” jelas Dion.

Menghubungkan Talenta, Kewirausahaan, dan Bisnis

Ketiga program tersebut menjadi bagian dari pendekatan Wadhwani Foundation Indonesia dalam melihat ekosistem ketenagakerjaan dan bisnis secara lebih terintegrasi.

Wadhwani JobReady diarahkan untuk membantu individu mempersiapkan diri memasuki dan beradaptasi dengan dunia kerja. Wadhwani Ignite membangun pola pikir serta kapabilitas kewirausahaan agar generasi muda mampu mengeksplorasi dan menciptakan peluang. Sementara Wadhwani Accelerate mendukung bisnis yang telah menghasilkan pendapatan agar dapat memperkuat kapasitas dan tumbuh secara berkelanjutan.

Secara keseluruhan, ketiga program Wadhwani di Indonesia telah menjangkau lebih dari 63.000 peserta sepanjang 2025.

Ke depan, Wadhwani Foundation semakin mengarahkan pengukuran dampak pada hasil yang lebih luas, mulai dari peningkatan kesiapan kerja dan kapabilitas peserta, perkembangan kewirausahaan, hasil ketenagakerjaan, pertumbuhan bisnis, hingga penciptaan lapangan kerja.

Dengan menghubungkan pengembangan talenta, penguatan kewirausahaan, dan pertumbuhan bisnis, Wadhwani Foundation Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memperluas kontribusi terhadap ekosistem ekonomi Indonesia.

Pendekatan tersebut diarahkan untuk mempersiapkan lebih banyak talenta menghadapi perubahan dunia kerja, membangun generasi wirausaha yang memiliki kapabilitas, serta mendukung bisnis agar mampu tumbuh dan menciptakan lapangan kerja secara berkelanjutan.