INDUSTRY.co.id - Sumedang — Pemerintah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, meresmikan Jalan Ratjih Natawidjaja pada Selasa (22/9/2026). Penamaan jalan tersebut menjadi bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian Ratjih Natawidjaja terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, sosial, dan keagamaan.

Peresmian jalan tersebut dihadiri Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita, ayahnya sekaligus mantan Menteri Koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri, Ginandjar Kartasasmita, keluarga besar Ratjih Natawidjaja, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir, jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta sejumlah tokoh masyarakat.
 
Menperin Agus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sumedang yang telah mengabadikan nama neneknya sebagai nama jalan.
 
“Atas nama keluarga besar, saya menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas penghormatan kepada ibu, nenek, eyang kami tercinta, Ratjih Natawidjaja,” kata Agus dalam sambutannya.
 
Ratjih Natawidjaja dikenal sebagai aktivis perempuan dan politikus Indonesia. Ia pernah menjadi anggota DPRD Jakarta pada 1956-1957 dan kembali menjabat pada 1959-1971.
 
Selain berkecimpung dalam kehidupan politik, Ratjih juga aktif mendirikan dan membina berbagai organisasi di bidang pendidikan, sosial, dan koperasi.
 
Ratjih merupakan ibu dari Ginandjar Kartasasmita dan nenek dari Agus Gumiwang Kartasasmita.
 
Menurut Menperin Agus, pengabdian Ratjih tidak hanya tercermin dalam kiprahnya di ruang publik, tetapi juga melalui perhatian terhadap pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat.
 
Jejak tersebut antara lain terlihat dari keterlibatannya dalam Yayasan Pendidikan Islam Dwiwarna di Bogor serta tanah yang diwakafkan dan kini dimanfaatkan sebagai Islamic Center atau Pusdai Kabupaten Sumedang.
 
“Beliau telah berpulang, sementara kesempatan belajar dan beribadah yang beliau ikut bukakan terus memberi manfaat bagi banyak orang,” ujar Agus.
 
Perjalanan hidup Ratjih Natawidjaja juga telah dituangkan dalam buku Anak Guru dari Sumedang: Kisah Pengabdian Ratjih Natawidjaja.
 
Agus Gumiwang mengajak generasi muda untuk tidak menunggu memiliki jabatan atau kedudukan sebelum memberikan manfaat kepada masyarakat.
 
Menurut dia, pengabdian dapat dilakukan dari lingkungan dan kemampuan masing-masing.
 
“Kerjakan sesuatu yang berguna dari tempat kita berada, dengan kemampuan yang kita punya,” kata Agus.
 
Ia juga mengajak masyarakat untuk merefleksikan kontribusi yang telah diberikan kepada bangsa.
 
“Dengan segala kemudahan yang kita miliki sekarang, apa yang sudah kita kerjakan untuk bangsa? Apa yang sungguh-sungguh sudah kita berikan?” ujarnya.
 
Agus berharap berbagai kebaikan yang ditinggalkan Ratjih dapat terus memberikan manfaat kepada masyarakat dan menjadi amal jariyah.
 
Ia juga menekankan pentingnya nilai Silih Asah, Silih Asih, Silih Asuh dalam kehidupan masyarakat Sumedang.
 
Nilai tersebut mencerminkan semangat untuk saling mencerdaskan, menyayangi, menjaga martabat, membimbing, dan memastikan tidak ada anggota masyarakat yang tertinggal.
 
Dikesempatan yang sama, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir mengatakan, pemberian nama Jalan Ratjih Natawidjaja bukan sekadar penamaan sebuah ruas jalan.
 
Menurutnya, nama tersebut diabadikan untuk mengenang keteladanan dan pengabdian Ratjih yang dinilai telah memberikan kontribusi bagi perkembangan kawasan tersebut.
 
“Sesungguhnya, hari ini kita sedang mengabadikan sebuah keteladanan,” ujar Dony.
 
Dony mengatakan, Ratjih tidak hanya berhasil mendidik putra-putrinya, tetapi juga menunjukkan kecintaan terhadap daerah asalnya.
 
Ia menyebut Ratjih turut merintis kawasan yang kini berkembang menjadi kawasan dengan berbagai fasilitas pendidikan dan keagamaan, termasuk Islamic Center.
 
“Ini bukan hanya merintis sebuah tempat. Bagi saya, Ibu Ratjih telah merintis sebuah peradaban di tempat ini,” katanya.
 
Saat ini, kawasan tersebut dilengkapi berbagai fasilitas, mulai dari masjid, Islamic Center, lembaga pendidikan, hingga asrama haji.
 
Karena itu, menurut Dony, pengabadian nama Ratjih melalui sebuah jalan di kawasan tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi generasi muda mengenai sejarah dan perjuangan tokoh yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.
 
Dony juga menjelaskan rute Jalan Ratjih Natawidjaja yang baru diresmikan. Ruas jalan tersebut dimulai dari bagian depan kawasan, kemudian mengarah ke belakang, berbelok dan melingkar hingga menuju kawasan Gedung Pramuka. Selanjutnya, jalan tersebut kembali terhubung dengan jalan nasional di kawasan Gunung Kunci.