INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kemacetan di Jakarta ibarat penyakit kronis dengan kemungkinan yang semakin mengkhawatirkan. Upaya perbaikan dengan berbagai alternatif solusi, nyatanya belum mampu mengurai kemacetan secara signifikan.
Dishubtrans DKI Jakarta tengah gencar menerapkan pembayaran nontunai pada moda transportasi umum. Tak hanya memperbaiki layanan, tapi juga berdampak pada peningkatan pendapatan.
Kepala Dinas Perhubungan Dishubtrans DKI Jakarta, Andri Yansyah yang ditemui industry.co.id pada waktu lalu menyampaikan " Strategi menggunakan uang elektronik merupakan salah satu langkah yang bisa ditempuh. Penggunaan uang elektronik dapat meminimalisir terjadinya kebocoran transaksi uang tunai. Bahkan, terbukti mampu meningkatkan pendapatan dan perbaikan layanan yang ada. Dengan menggunakan sistem ini maka akan berujung pada kesejahteraan masyarakat di masa depan" tegasnya.
Namun siapa sangka, perlahan tapi pasti moda transportasi umum di Jakarta pun berangsur menunjukkan kinerja yang baik. Beberapa arahan implementasi pemerintah daerah dalam penerapan uang elektronik khususnya Dinas Perhubungan dan Transportasi berjalan apik.
Peran sentral Dishubtrans terkait pelayanan publik di pemprov dalam mengatur lalu lintas, mengatasi kemacetan, dan lainnya, bisa menjadi strategi yang tepat. Sebagai bukti beberapa layanan pun sudah menggunakan uang elektronik, seperti TransJakarta, parkir, ERP, dan moda transportasi umum lainnya.
Tentu saja upaya tersebut juga harus di imbangi dengan perbaikan di beberapa bagian. Paling penting adalah layanan dan keamanan dalam menggunakan moda transportasi umum. Tujuannya untuk menarik minat dan mengedukasi masyarakat yang masih menggunakan moda angkutan pribadi agar beralih ke transportasi publik.