INDUSTRY.co.id - Jakarta - Pembatasan pasokan gas bumi untuk industri mulai menimbulkan kekhawatiran di kalangan pelaku industri pengguna gas.
Asosiasi Produsen Kimia Dasar Anorganik Indonesia (APKIDA) menilai pembatasan pemakaian gas berpotensi mengancam kapasitas produksi industri yang selama ini mengandalkan gas bumi sebagai sumber energi utama.
Kekhawatiran terutama dirasakan oleh industri yang menggunakan furnace atau tungku pembakaran dengan sistem operasi kontinu selama 24 jam. Penghentian operasional secara tiba-tiba dinilai tidak mudah dilakukan karena dapat menimbulkan kerusakan pada fasilitas produksi yang nilai investasinya mencapai miliaran rupiah.
"Pastinya industri-industri di APKIDA akan terancam kapasitas produksinya karena pembatasan pemakaian gas," kata Ketua Umum APKIDA, Halim Chandra di Jakarta, kemarin.
Menurut dia, furnace yang telah beroperasi secara kontinu tidak dapat dihentikan secara mendadak hanya karena pasokan gas mengalami pembatasan.
"Furnace yang sudah aktif kontinu produksi 24 jam akan sulit dihentikan dengan mendadak. Bisa merusak furnace yang investasinya miliaran," katanya.
Persoalan lain yang dihadapi industri adalah keterbatasan opsi untuk segera beralih ke sumber energi alternatif.
Pelaku industri menilai perpindahan dari gas bumi ke energi lain membutuhkan persiapan, baik dari sisi teknologi, fasilitas maupun investasi. Artinya, energi alternatif tidak dapat langsung digunakan ketika pembatasan pasokan gas terjadi secara tiba-tiba.
Sejak awal, perusahaan memilih menggunakan gas bumi sebagai sumber energi pembakaran dengan mempertimbangkan kepastian pasokan dan keekonomian usaha.
"Sejak awal, perusahaan mengambil keputusan menggunakan gas bumi sebagai satu-satunya sumber energi pembakaran berdasarkan komitmen pasokan yang konsisten dan pertimbangan keekonomian," ujarnya.
Keputusan tersebut juga membuat sistem pembakaran dan proses produksi di industri dirancang secara khusus untuk menggunakan gas bumi.
"Karena itu, sistem pembakaran dan proses produksi kami memang dirancang untuk gas bumi. Tidak mungkin ketika pasokan tiba-tiba terbatas, industri langsung beralih ke sumber energi lain," lanjutnya.
Pembatasan Gas Bisa Ganggu Produksi
Ketergantungan industri kimia dasar anorganik terhadap gas bumi membuat kepastian pasokan menjadi faktor penting dalam menjaga kesinambungan produksi.
Jika pasokan gas dibatasi, perusahaan berpotensi harus menurunkan kapasitas produksi. Bagi fasilitas yang menggunakan furnace secara kontinu, penyesuaian tersebut juga tidak sederhana karena proses penghentian dan pengoperasian kembali peralatan dapat memerlukan prosedur teknis tertentu.
Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan risiko gangguan produksi apabila pembatasan pasokan berlangsung dalam waktu lama.
Pelaku industri berharap persoalan pasokan gas dapat diselesaikan dengan mempertimbangkan kebutuhan industri yang proses produksinya sangat bergantung pada kestabilan energi.
Kepastian pasokan gas juga dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan investasi yang telah ditanamkan perusahaan, mempertahankan kapasitas produksi, serta memastikan industri tetap dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Dengan karakteristik produksi yang berlangsung secara kontinu, pembatasan gas secara mendadak bukan hanya persoalan berkurangnya konsumsi energi. Bagi industri pengguna furnace, perubahan pasokan juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan proses produksi dan keamanan fasilitas yang telah dibangun dengan investasi besar.