INDUSTRY.co.id, Jombang — PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) terus mengakselerasi perluasan jaringan ekosistem keuangan berbasis syariah di Tanah Air. Terbaru, entitas perbankan hasil transformasi BTN Syariah tersebut resmi menjalin sinergi strategis dengan Pondok Pesantren (Ponpes) Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.  

Direktur Utama Bank BSN, Alex Sofjan Noor, mengatakan bahwa langkah kemitraan ini merupakan ikhtiar nyata perseroan untuk menjadikan lembaga perbankan syariah bukan sekadar penyedia jasa keuangan, melainkan penggerak utama ekonomi umat dan mitra yang amanah.

"Pertemuan hari ini kami maknai bukan sekadar agenda kelembagaan, tetapi silaturahmi sekaligus awal dari ikhtiar bersama. Bank syariah tidak hanya hadir sebagai tempat menabung atau mendapatkan pembiayaan, tetapi harus hadir membawa keberkahan dan kebermanfaatan," kata Alex di Jombang, Rabu (26/8/2026).  

Menurut Alex, pesantren memiliki potensi ekonomi yang sangat besar lantaran ditopang oleh jejaring santri, alumni, wali santri, hingga pelaku usaha UMKM di sekitarnya. Melalui penetrasi layanan perbankan yang sehat dan modern, potensi tersebut dinilai dapat terintegrasi secara optimal ke dalam ekosistem keuangan nasional.

"Kami melihat pesantren bukan hanya sebagai pengguna layanan keuangan syariah, tetapi juga sebagai pusat literasi dan penggerak ekonomi umat. Jika potensi tersebut tumbuh bersama ekosistem keuangan syariah yang sehat, manfaatnya akan makin luas," kata Alex.

Adapun ruang lingkup sinergi tersebut meliputi penempatan dana, fasilitas pembiayaan, payroll, virtual account, sistem Cash Management System (CMS), transaksi QRIS, hingga program literasi serta edukasi ekonomi syariah untuk ekosistem pesantren.  

Unjuk Kinerja Positif Pasca Transformasi

Langkah Bank BSN dalam menggalang kerja sama strategis ini bertepatan dengan momen peringatan Milad ke-1 Bank BSN pasca-transformasi dari BTN Syariah yang telah beroperasi sejak 2005. 

Hingga akhir Juli 2026, Bank BSN berhasil membukukan total aset mencapai sekitar Rp81,1 triliun. Dari sisi penyaluran fungsi intermediasi, perseroan mencatatkan pembiayaan sebesar Rp62 triliun. Sementara itu, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat berada di level Rp64,1 triliun.

Kinerja positif tersebut berimbas pada perolehan bottom line perseroan, di mana Bank BSN mencetak laba bersih sekitar Rp643,6 miliar per akhir Juli 2026.

Guna menopang kemudahan transaksi para nasabah dan mitra strategis, Bank BSN juga terus mendorong digitalisasi perbankan melalui aplikasi Bale Syariah. 

"Hingga kini, platform digital tersebut telah digunakan oleh lebih dari 225 ribu pengguna aktif untuk berbagai kebutuhan transaksi harian mulai dari transfer, pembayaran tagihan, layanan QRIS, zakat, infak, sedekah, hingga top-up Kartu Multi Trip (KMT) KAI Commuter," ungkap Alex.

Melalui integrasi layanan digital dan pembiayaan ini, Alex optimistis kerja sama Bank BSN dengan Ponpes Bahrul Ulum tidak hanya mempermudah pengelolaan tata kelola keuangan internal pesantren, tetapi juga mampu menggerakkan roda perekonomian berbasis syariah di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.