INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Nutanix memperkuat strategi bisnisnya di tengah meningkatnya kebutuhan perusahaan terhadap teknologi artificial intelligence (AI). Perusahaan hybrid cloud tersebut mengumumkan ketersediaan umum Nutanix Enterprise AI (NAI) 2.8 serta Nutanix Kubernetes Platform (NKP) 2.19 yang akan segera hadir.
Langkah ini sekaligus dibarengi dengan peluncuran sejumlah insentif, program, dan sumber daya baru bagi mitra. Nutanix melihat peluang pertumbuhan bisnis AI semakin besar, seiring perusahaan mulai mendorong pemanfaatan AI dari tahap eksperimen menuju implementasi produksi.
Perseroan menilai salah satu tantangan terbesar perusahaan dalam mengadopsi AI adalah keberadaan aplikasi dan data yang masih tersebar di lingkungan virtualisasi dan container. Kondisi tersebut berpotensi menciptakan silo baru, mendorong pemindahan data, hingga memaksa perusahaan merancang ulang workload yang sudah berjalan.
Nutanix menawarkan pendekatan melalui arsitektur dual-native yang memungkinkan aplikasi tradisional dan AI modern berjalan berdampingan. Pendekatan tersebut dirancang agar perusahaan dapat menempatkan workload pada infrastruktur yang sesuai tanpa harus melakukan perubahan arsitektur secara besar-besaran.
“Penerapan Enterprise AI seharusnya tidak menuntut pelanggan untuk membangun ulang sistem yang selama ini menjalankan bisnis mereka,” ujar Thomas Cornely, Executive Vice President, Product Management, Nutanix.
Menurut dia, arsitektur dual-native memungkinkan AI dihadirkan langsung ke aplikasi dan data yang sudah ada. Pada saat yang sama, setiap workload dapat dijalankan pada infrastruktur yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan, dengan operasional dan tata kelola yang konsisten di lingkungan virtual machine (VM), container, maupun AI.
“Hal ini memberikan organisasi jalur yang praktis menuju tahap produksi tanpa perlu menciptakan silo baru atau membatasi pilihan mereka di masa depan,” kata Cornely.
Melalui pengembangan Nutanix Cloud Platform (NCP), NAI dan NKP dirancang untuk memungkinkan perusahaan menjalankan, mengelola, serta mengatur tata kelola AI, aplikasi berbasis container, dan workload virtualisasi melalui satu control plane.
Nutanix juga mengembangkan kemampuan platform agar workload AI dapat memperoleh performa mendekati bare metal di atas infrastruktur virtualisasi. Kemampuan tersebut sebelumnya diperkenalkan melalui NCI 7.6.
Dari sisi produk, NAI 2.8 menghadirkan sejumlah peningkatan untuk membantu perusahaan mengimplementasikan, mengelola, dan menskalakan workload AI pada lingkungan hybrid cloud. Platform tersebut juga menyediakan tata kelola agent dan model, visibilitas penggunaan token, serta fitur observability dan model-as-a-service.
Salah satu pembaruan utama adalah Agent Gateway yang kini mencakup MCP Gateway yang tersedia secara umum. Fitur ini dirancang sebagai pintu masuk yang aman bagi agent AI untuk mengakses tools dan data tanpa membutuhkan engineering khusus.
Nutanix juga memperkenalkan MCP Server untuk NCP guna membantu pelanggan membangun aplikasi agentic AI dengan akses yang lebih aman terhadap infrastruktur yang dikelola Nutanix.
Pada kemampuan private inference, NAI menghadirkan dukungan inference multi-GPU yang dapat diskalakan untuk large language model (LLM) melalui tensor parallelism. Teknologi tersebut ditujukan untuk menghadirkan throughput tinggi dan latensi rendah bagi workload LLM enterprise.
Kemampuan baru itu mencakup Parameter-Efficient Fine-Tuning melalui Low Rank Adaptation (LoRA), scalable multi-GPU serving, serta speculative decoding. Nutanix menyebut speculative decoding dapat mempercepat pembuatan token saat inference LLM hingga 2,5 kali dengan menggunakan draft model yang lebih ringan.
Aspek keamanan juga menjadi perhatian, terutama seiring meningkatnya penggunaan agentic AI. NAI dilengkapi Identity and Access Management (IAM), custom roles, serta model sharing untuk menerapkan prinsip least privilege dan membatasi akses agent hanya kepada role yang telah diotorisasi.
Sementara itu, NKP 2.19 yang akan segera tersedia diarahkan untuk menjadi fondasi bagi aplikasi modern dan AI yang berjalan pada lingkungan container. Platform tersebut memungkinkan organisasi menyederhanakan operasional container baik pada bare metal maupun VM tanpa harus membangun stack kustom yang kompleks.
Salah satu fitur yang disiapkan adalah NKP Metal, yang dirancang membawa kemudahan pengelolaan ala hyperconverged infrastructure (HCI) ke Kubernetes bare metal. Fitur tersebut mencakup otomatisasi penerapan sistem operasi, firmware, dan container serta penyediaan storage persisten kelas enterprise.
Nutanix juga menyiapkan NKP Full Stack yang menggabungkan NKP pada AHV dengan Nutanix Flow untuk menyediakan sandboxing tingkat jaringan bagi agent AI. Selain itu, terdapat AI Applications Catalog yang menyediakan implementasi software AI/ML yang telah dikurasi dan divalidasi, termasuk Kubeflow, Milvus, dan Slurm.
NKP juga telah memperoleh sertifikasi CNCF Certified Kubernetes AI Conformant Platform. Sertifikasi tersebut memvalidasi API dan kapabilitas terstandardisasi yang diperlukan untuk menjalankan workload AI enterprise.
Di sisi infrastruktur data, Nutanix Unified Storage (NUS) juga telah memperoleh validasi NVIDIA-Certified Storage di tingkat enterprise. Solusi ini dirancang menyediakan jalur data dengan latensi rendah dan throughput tinggi menuju GPU untuk mendukung workload AI produksi berskala besar.
Selain mengembangkan produk, Nutanix membidik peluang pertumbuhan melalui ekosistem mitra. Perseroan meluncurkan program Powered by Nutanix: Verified Services yang ditujukan membantu mitra membangun layanan bernilai tambah dengan margin lebih tinggi sekaligus menciptakan sumber pendapatan berulang.
Program tersebut mencakup proses onboarding, service delivery kit, serta badge untuk layanan hybrid cloud, Kubernetes, dan migrasi VM. Nutanix juga menyediakan Service Provider Central sebagai control plane multitenant bagi service provider untuk membangun dan memonetisasi layanan infrastruktur, aplikasi, cloud-native, dan AI.
Jay Tuseth, Vice President and General Manager – APJ, Nutanix, mengatakan perusahaan di kawasan Asia Pasifik dan Jepang kini menghadapi tekanan untuk mengubah ambisi AI menjadi hasil bisnis yang terukur.
“Seiring adopsi agentic AI yang semakin pesat, prioritas di kawasan ini adalah menemukan cara yang lebih sederhana untuk menjalankan AI dalam skala besar, lengkap dengan tata kelola, keamanan, dan konsistensi yang dibutuhkan oleh lingkungan produksi,” ujar Jay.
Dia menambahkan, pelanggan menginginkan fleksibilitas dalam mengadopsi AI tanpa harus memulai proyek perancangan ulang arsitektur berskala besar. Kondisi tersebut sekaligus membuka peluang bagi mitra dan service provider untuk mengembangkan layanan cloud dan AI baru.
NAI 2.8 dan SP Central saat ini telah tersedia secara umum, sedangkan NKP 2.19 akan segera tersedia. Nutanix berharap kombinasi produk dan program baru tersebut dapat memperkuat posisi perusahaan dalam membantu pelanggan menjalankan workload tradisional, modern, dan AI dalam satu ekosistem yang lebih fleksibel.