INDUSTRY.co.id - JAKARTA, President University memperkuat kolaborasi internasional dan keterlibatan industri melalui program hibah kerja sama Indonesia-Australia yang didukung oleh Australian Government melalui Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT). 

Program ini mempertemukan President University, Jababeka, dan University of Southern Queensland (UniSQ) Australia dalam sebuah inisiatif bersama untuk meningkatkan kesadaran terhadap perubahan iklim, pemanfaatan teknologi untuk pemantauan kualitas udara, serta kesiapan generasi muda menghadapi tuntutan dunia kerja yang berorientasi keberlanjutan. 

Program dengan nilai hibah sekitar AUD 42.000 ini akan direalisasikan pada Agustus-November 2026, dengan kegiatan utama berupa pengembangan dan pemanfaatan AI dan drone untuk pemantauan kualitas udara, pelatihan untuk Perusahaan-perusahaan di Jababeka, serta program Young Climate Awareness melalui kompetisi esai dan workshop bagi generasi muda.

Kolaborasi antara Kampus, Industri, dan Internasional

Dua Profesor dari UniSQ Australia yaitu Prof. Syed Shams ahli akuntansi keberlanjutan dan Prof. Zahra Gharineiat ahli kecerdasan buatan akan menyediakan teknologi AI dan drone untuk pengendalian kualitas udara. 

Sementara itu, Dr. Supeni Mapuasari, Ketua Program Studi President University dan Ibu Istingani Head of Estate Regulation Compliance (ERC) serta Senior Manager Water and Environment di PT Jababeka Infrastruktur akan menyampaikan sisi kesiapan dari aspek standar akuntansi terbaru, yaitu PSPK S1 dan PSPK S2. 

Keunggulan utama program ini terletak pada model kolaborasinya. Teknologi dapat membantu manajemen lingkungan lebih cepat dan terukur, khususnya dalam pemantauan kualitas udara. 

Kolaborasi ini sejalan dengan arahan pimpinan Yayasan Pendidikan Universitas Presiden, Bapak Didiek Hartantyo dan Rektor President University Bapak Handa Abidin, PhD. 

Melibatkan Industri Jababeka

Program ini akan menghadirkan puluhan tenant Jababeka dalam kegiatan industry workshop yang memperkenalkan pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan drone untuk mendukung pemantauan lingkungan, khususnya dalam pengumpulan data polusi udara. 

Melalui kegiatan ini, para tenant diharapkan dapat mengenali potensi pemanfaatan teknologi tersebut dalam membangun sistem pemantauan lingkungan yang lebih efektif dan berbasis data.

Pemanfaatan data lingkungan tersebut menjadi semakin penting seiring dengan berkembangnya standar pelaporan keberlanjutan di Indonesia. 

PSPK 1 dan PSPK 2 merupakan standar pelaporan keberlanjutan di Indonesia yang mengadopsi standar internasional IFRS S1 dan IFRS S2. Penerapan standar tersebut akan mendorong perusahaan untuk semakin memperhatikan informasi terkait keberlanjutan dalam pelaporan mereka. 

Dalam konteks ini, kesiapan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan pencapaian profit, tetapi juga bagaimana aktivitas bisnis memberikan dampak terhadap people dan planet sebagai bagian dari pendekatan triple bottom line.

Memberikan Dampak Sosial dan Karier bagi Mahasiswa

Dampak program ini tidak berhenti pada institusi dan industri. Lebih dari 100 mahasiswa akan terlibat sebagai peserta kompetisi, panitia, dan peserta workshop International Young Essay Competition. 

Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa dari berbagai bidang, termasuk akuntansi, bisnis, teknik, teknologi informasi, lingkungan, hukum, dan bidang lainnya. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diajak memperluas pemahaman sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap isu global warming dan perubahan iklim.

Kegiatan ini juga melibatkan puluhan dosen dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia sebagai juri dalam kompetisi esai. Kolaborasi antara mahasiswa, akademisi, dan industri tersebut diharapkan dapat menciptakan ruang pertukaran pengetahuan sekaligus mendorong generasi muda untuk memahami tantangan lingkungan dari berbagai perspektif.

Young Essay Competition akan dilanjutkan dengan industry workshop yang diselenggarakan di President University pada 4 September 2026. Workshop ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman mengenai isu perubahan iklim, pemanfaatan teknologi, dan keberlanjutan bersama akademisi dan industri. 

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pengumuman pemenang Young Essay Competition, sehingga rangkaian kompetisi dan pembelajaran dapat terhubung dalam satu kegiatan yang mempertemukan mahasiswa, akademisi, dan industri.

Bagi President University, kedekatan antara kampus dan industri merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pembelajaran sejak dini. 

Interaksi langsung dengan industri dan persoalan nyata di dunia kerja diharapkan tidak hanya menghasilkan kontribusi jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat, tetapi juga memperkuat employability dan kesiapan kerja mahasiswa. 

Hal ini sejalan dengan ambisi President University untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja dan dapat segera berkontribusi bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan mereka.