INDUSTRY.co.id, Bengkulu-Tabungan Simpeda memasuki babak baru. Dengan saldo mencapai sekitar Rp74,86 triliun per Juni 2026, produk tabungan bersama Bank Pembangunan Daerah (BPD) se-Indonesia tersebut terus diperkuat menjadi tabungan yang semakin digital, transaksional dan relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. 

Ketua Umum Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) Agus H. Widodo mengatakan, pencapaian Simpeda bukan sekadar mencerminkan besarnya dana yang berhasil dihimpun BPD, tetapi terutama menunjukkan kepercayaan masyarakat kepada BPD di seluruh Indonesia. 

"Rp75 triliun bukan sekadar angka di neraca. Di belakangnya terdapat kepercayaan masyarakat. Dana tersebut dihimpun dari masyarakat, dikelola secara prudent oleh BPD, kemudian diintermediasikan kembali menjadi pembiayaan bagi masyarakat, UMKM dan dunia usaha untuk menggerakkan ekonomi daerah," ujar Agus pada Malam Puncak Penarikan Undian Nasional 
Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu. 

Dari Tabungan Menjadi Bagian Kehidupan Finansial Masyarakat 

Menurut Agus, tantangan Simpeda ke depan bukan hanya memperbesar jumlah rekening maupun saldo, tetapi membuat  Simpeda semakin relevan dengan perubahan perilaku masyarakat. 

Nasabah kini membutuhkan layanan perbankan yang mudah, cepat, aman dan terkoneksi dengan berbagai kebutuhan sehari-hari. Karena itu, Asbanda mendorong BPD terus meningkatkan pengalaman digital Simpeda serta memperluas pemanfaatannya untuk pembayaran, transfer, belanja, transaksi merchant dan berbagai layanan finansial lainnya. 

"Simpeda ke depan tidak cukup hanya menjadi tempat menabung. Kami ingin Simpeda semakin  dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat—semakin modern, semakin digital dan semakin mudah digunakan, tanpa kehilangan kekuatan utamanya, yaitu kedekatan dengan masyarakat daerah," kata Agus. 

Transformasi tersebut sekaligus diharapkan semakin memperkuat Simpeda sebagai salah satu sumber dana ritel yang sehat dan berkelanjutan bagi BPD untuk mendukung fungsi intermediasi di daerah. 

Kekuatan 27 BPD: Lokal di Akar, Nasional dalam Jaringan 

Salah satu kekuatan Simpeda adalah keberadaannya sebagai produk bersama 27 BPD di seluruh  Indonesia. Asbanda melihat jaringan tersebut sebagai diferensiasi yang perlu semakin diperkuat. 

Masing-masing BPD memiliki pemahaman, kedekatan dan jaringan yang kuat di daerahnya. Ketika kekuatan tersebut semakin terkoneksi, Simpeda berpotensi berkembang menjadi salah satu retail banking franchise nasional berbasis kekuatan daerah. 

"Positioning yang ingin kita bangun sangat jelas: Simpeda berakar kuat di daerah, tetapi terhubung secara nasional. Kekuatan lokal 27 BPD jika semakin kita hubungkan akan menjadi kekuatan finansial nasional yang besar," ujar Agus. 

Asbanda akan terus mendorong penguatan inovasi produk, pengalaman digital, ekosistem merchant dan pembayaran, serta kualitas layanan sehingga Simpeda semakin relevan bagi berbagai segmen masyarakat, termasuk generasi muda. 

Undian Nasional Hadirkan Puluhan Ribu Masyarakat di Bengkulu Malam Puncak Penarikan Undian Nasional Tabungan Simpeda Periode XXXVII di Bengkulu juga menjadi momentum kedekatan BPD dengan masyarakat. 

Sekitar 30 ribu masyarakat memadati rangkaian acara malam puncak. Kehadiran keluarga besar BPD dari berbagai wilayah Indonesia juga menciptakan aktivitas ekonomi bagi Bengkulu melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM dan berbagai layanan lokal lainnya. 

Menurut Agus, hal tersebut mencerminkan filosofi yang ingin terus dibangun BPD: setiap kehadiran BPD harus memberikan manfaat bagi perekonomian daerah dan masyarakatnya. 

"BPD lahir dari daerah dan tumbuh bersama daerah. Karena itu, setiap aktivitas BPD sedapat mungkin harus menciptakan manfaat dan ikut menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah," katanya. 

Agus juga menegaskan bahwa Undian Nasional Simpeda merupakan bentuk apresiasi kepada nasabah, tetapi hubungan BPD dengan masyarakat harus dibangun jauh melampaui program hadiah. 

"Hadiah terbesar bagi nasabah bukan hanya undian. Hadiah terbesar yang harus diberikan BPD setiap hari adalah kepercayaan, keamanan, kemudahan dan pelayanan yang semakin baik," tegas Agus. 

Asbanda optimistis transformasi Simpeda akan semakin memperkuat peran BPD sebagai bank yang dekat dengan masyarakat sekaligus menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah Indonesia. 

"Dana tumbuh dari masyarakat, dikelola oleh BPD, dan kembali kepada masyarakat untuk membangun daerah. Itulah kekuatan Simpeda. Dari daerah kita tumbuh bersama masyarakat, dan dengan kekuatan 27 BPD kita terhubung untuk membangun Indonesia," pungkas Agus. 

SIMPEDA Berakar Kuat di Daerah. Terhubung Secara Nasional. Tumbuh Bersama Indonesia. Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) merupakan wadah Bank Pembangunan Daerah di seluruh Indonesia yang mendorong sinergi, transformasi dan penguatan kapasitas BPD untuk meningkatkan kontribusi terhadap masyarakat, pembangunan ekonomi daerah dan 
perekonomian nasional.