INDUSTRY.co.id - Jakarta, Kementerian Perindustrian mendorong pelaku Industri Kecil dan Menengah / IKM sektor fesyen dan kriya untuk mempercepat transformasi digital. Langkah ini dinilai penting agar IKM mampu memperluas pasar di tengah ketatnya persaingan dan perubahan perilaku konsumen.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemanfaatan kanal digital tidak hanya untuk pemasaran. Kanal digital juga harus digunakan untuk membangun identitas merek, menciptakan narasi produk, memahami karakter konsumen, dan menentukan strategi konten yang tepat.

"Pelaku IKM saat ini harus memanfaatkan berbagai kanal digital. Khusus sektor IKM fesyen dan kriya perlu membangun identitas merek, menciptakan narasi untuk meningkatkan nilai produknya, memahami karakter konsumen, serta menentukan strategi dan jenis konten yang sesuai dengan bisnisnya," kata Agus di Jakarta, Jumat (22/8/2026).

Kemenperin mencatat pertumbuhan industri fesyen dan kriya nasional naik dari 2,43 persen pada 2024 menjadi 4,93 persen pada 2025. Menurut Agus, potensi ini harus terus dioptimalkan agar IKM bisa naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas.

Untuk mendukung itu, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya / BPIFK di bawah Ditjen IKMA menjalankan program Creative Business Incubator / CBI. Salah satunya melalui kegiatan Creative Talk yang mempertemukan pelaku usaha dengan praktisi dan akademisi.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menyebut, pemilihan kanal digital harus disesuaikan dengan profil konsumen. BPIFK menghadirkan pelaku usaha Kominela dan Tanteri Ceramic sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman membangun merek dan menjaga loyalitas pelanggan.

Kepala BPIFK Dickie Sulistya menambahkan, pelaku IKM juga perlu memetakan customer journey dan menjaga komunikasi dengan konsumen setelah transaksi. Selain itu, program pendampingan dan jejaring usaha harus dimanfaatkan untuk memperbesar akses pasar.

Dalam Creative Talk daring yang diikuti 94 peserta, mentor CBI Isti Budhi Setiawati menekankan pentingnya riset produk dan pasar. Sementara pendiri Robries, Tita Sabrina, menyoroti pentingnya membangun kepercayaan konsumen melalui pengalaman yang autentik dan konsisten.

Kemenperin berharap melalui pendampingan ini IKM fesyen dan kriya semakin adaptif terhadap perubahan pasar, mampu memanfaatkan teknologi digital, dan menciptakan produk dengan nilai tambah serta karakter kuat.