INDUSTRY.co.id - Pasuruan, Jawa Timur - Korea Tomorrow & Global (KT&G), perusahaan global asal Korea Selatan, memperkuat posisi Indonesia dalam jaringan manufaktur global dengan meresmikan pabrik barunya di Pasuruan, Jawa Timur.
Peresmian tersebut menandai dimulainya operasional penuh pabrik kedua dan ketiga KT&G di Indonesia yang telah rampung dibangun. Kehadiran fasilitas baru itu sekaligus melengkapi pabrik pertama yang sebelumnya telah beroperasi.
Seremoni peresmian dihadiri Presiden KT&G Bang Kyung-man, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soon-Goo, serta sejumlah tamu undangan.
Dibangun di atas lahan seluas 190.000 meter persegi, fasilitas baru KT&G tersebut nantinya dilengkapi sembilan lini produksi rokok dengan kapasitas mencapai 21 miliar batang per tahun.
Dengan tambahan kapasitas tersebut, produksi KT&G di Indonesia diperkirakan mencapai 35 miliar batang per tahun, termasuk kapasitas fasilitas yang telah beroperasi sebelumnya sebesar 14 miliar batang per tahun. Jumlah itu sekaligus menjadikan Indonesia sebagai basis produksi KT&G terbesar di luar Korea Selatan.
KT&G mulai memasuki pasar Indonesia pada 2011 melalui akuisisi PT Tri Sakti Purwosari Makmur (TSPM). Sejak saat itu, perusahaan terus memperluas aktivitas manufakturnya guna memenuhi pertumbuhan permintaan, baik dari pasar domestik maupun pasar internasional.
Ekspansi fasilitas produksi tersebut merupakan bagian dari tindak lanjut kesepakatan KT&G dengan Kementerian Investasi Republik Indonesia pada September 2023. Pembangunan pabrik dimulai pada April 2024 dan dilanjutkan dengan uji coba operasional pada semester pertama 2026. Saat ini, fasilitas tersebut telah memasuki tahap produksi yang stabil.
Dari Pasuruan, produk yang dihasilkan tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Sebagian produksi juga akan diarahkan ke pasar ekspor, antara lain Taiwan, Mongolia, Nigeria, dan India.
Letak geografis Indonesia yang strategis dinilai mendukung peran fasilitas tersebut sebagai salah satu basis ekspor utama KT&G untuk melayani pasar Asia Pasifik dan berbagai wilayah lainnya.
Beroperasinya pabrik baru ini juga memperkuat sistem manufaktur global KT&G yang ditopang lima basis produksi di Korea Selatan, Indonesia, Rusia, Kazakhstan, dan Turki.
Keterhubungan antarbasis produksi tersebut memungkinkan perusahaan menyesuaikan kapasitas produksi dengan dinamika permintaan di berbagai pasar. Pada saat yang sama, integrasi jaringan manufaktur diharapkan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing KT&G secara global.
Presiden KT&G Bang Kyung-man mengatakan, pengoperasian penuh pabrik baru di Pasuruan menjadi salah satu tonggak penting bagi investasi jangka panjang perusahaan di Indonesia.
“Beroperasinya pabrik baru kami secara penuh menjadi tonggak penting dalam mewujudkan komitmen investasi jangka panjang KT&G di Indonesia serta komitmen kami kepada masyarakat setempat di wilayah operasional perusahaan,” ujar Bang Kyung-man.
Ia menambahkan, perusahaan akan terus memperluas kontribusinya terhadap masyarakat sekitar melalui penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal.
“KT&G akan terus memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja lokal, memperkuat kemampuan teknis, dan mempererat kerja sama dengan masyarakat setempat untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan untuk perekonomian dan masyarakat Indonesia,” katanya.
Ekspansi manufaktur KT&G di Pasuruan juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja lokal. Keterlibatan masyarakat dan perusahaan setempat telah berlangsung sejak tahap pembangunan fasilitas dan akan dilanjutkan seiring dengan pengembangan operasional pabrik.
Selain aktivitas bisnis, KT&G juga menjalankan sejumlah program sosial di Indonesia. Program tersebut mencakup dukungan terhadap infrastruktur pendidikan, pelatihan untuk meningkatkan kemampuan petani di wilayah Pasuruan, konservasi ekosistem mangrove, hingga bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Melalui ekspansi manufaktur dan berbagai program tersebut, KT&G menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar, tetapi juga sebagai bagian penting dari jaringan produksi dan ekspor global perusahaan.