INDUSTRY.co.id - Kendal – Dengan pengalaman lebih dari satu abad di industri consumer products, PT Godrej Consumer Products Indonesia (GCPI) terus memperkuat bisnis dan kapabilitas manufakturnya di Indonesia melalui peresmian fasilitas produksi baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, Jawa Tengah. Fasilitas ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas produksi perusahaan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis Godrej di Indonesia dan pasar regional.
Dengan perjalanan bisnis yang bermula sejak 1897, Godrej Consumer merupakan salah satu perusahaan FMCG global dengan produk yang menjangkau lebih dari 1,4 miliar konsumen di lebih dari 85 negara. Godrej Consumer Products menjalankan bisnisnya di berbagai negara seperti Asia, Afrika, dan Amerika Latin, dengan fokus pada kategori home care, personal care, dan hair care. Dengan tagline "Bringing the goodness of health and beauty to consumers in emerging markets", perusahaan terus mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan konsumen di berbagai pasar.
Di Indonesia, perjalanan Godrej dimulai pada 2010 melalui akuisisi PT Megasari Makmur. Lebih dari 15 tahun kemudian, produk-produknya telah menjangkau sekitar 1 dari 4 rumah tangga di Indonesia, dengan portofolio merek seperti HIT, Stella, Mitu, dan NYU. HIT menempati posisi nomor satu di kategori household insecticides, Stella menjadi salah satu pemimpin kategori air care, dan Mitu memimpin kategori di kategori baby wipes. Perkembangan tersebut turut didukung oleh kemampuan manufaktur dalam negeri yang memungkinkan produk-produk Godrej diproduksi lebih dekat dengan konsumennya.
Dibangun di atas lahan seluas 55.000 meter persegi dengan nilai investasi sekitar Rp 500 miliar, fasilitas produksi Godrej di KEK Kendal telah selesai dibangun dan resmi beroperasi pada 6 Oktober 2026, sesuai dengan rencana perusahaan. Fasilitas produksi ini merupakan bagian dari rencana Godrej untuk menambah kapasitas manufakturnya di Indonesia, yang pembangunannya dimulai melalui groundbreaking pada Agustus 2025. Fasilitas ini diperkirakan akan menyerap total sekitar 500 tenaga kerja.
"Peresmian fasilitas produksi di Kendal merupakan langkah penting dalam memperkuat kemampuan manufaktur kami di Indonesia. Jawa Tengah memiliki peran strategis dalam pertumbuhan bisnis Godrej, dan kehadiran fasilitas ini juga menjadi bagian dari upaya kami untuk memperkuat kegiatan produksi sekaligus memberikan dampak positif bagi Kabupaten Kendal. Indonesia sendiri merupakan salah satu pasar penting bagi Godrej, dan kami melihat potensi pertumbuhan yang kuat untuk terus mengembangkan bisnis kami di sini," ujar Rajesh Sethuraman, CEO PT Godrej Consumer Products Indonesia.
Adapun Executive Director KEK Kendal, Juliani Kusumaningrum mengatakan bahwa beroperasinya fasilitas Godrej menjadi bagian dari perkembangan kegiatan manufaktur di kawasan yang semakin beragam dan memiliki nilai tambah. "Peresmian pabrik Godrej menunjukkan bahwa Kendal semakin dipercaya sebagai lokasi produksi oleh perusahaan dengan jaringan bisnis global. Realisasi fasilitas produksi ini menunjukkan bahwa KEK Kendal mampu mendukung perusahaan tidak hanya dalam membangun fasilitas, tetapi juga dalam menjalankan kegiatan manufaktur dan mengembangkan bisnisnya secara berkelanjutan di Indonesia. Kami berharap kehadiran Godrej juga dapat memberikan dampak yang semakin luas bagi Kabupaten Kendal dan Jawa Tengah, baik melalui penyerapan tenaga kerja, aktivitas industri, maupun keterlibatan dalam rantai supply chain."
Selain memperkuat kapasitas produksi, fasilitas baru ini juga mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam kegiatan operasionalnya. Komitmen tersebut sejalan dengan agenda Good & Green Godrej yang mencakup pengembangan produk dan kemasan yang lebih berkelanjutan, pengelolaan lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat. Seperti yang telah dilakukan Godrej Indonesia selama ini, di pabrik Kendal pun perusahaan juga akan menjalankan program pemberdayaan masyarakat sebagai bagian dari kontribusinya di wilayah sekitar.
Dengan beroperasinya fasilitas baru ini, Godrej memperluas kapasitas dan kapabilitas manufakturnya di Indonesia. Adapun bagi KEK Kendal, kehadiran perusahaan dengan pengalaman lebih dari satu abad dan jangkauan konsumen global tersebut turut memperkuat peran kawasan sebagai pusat manufaktur bagi perusahaan multinasional yang menjalankan kegiatan produksi di Indonesia.