INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melepas sebanyak 2.369 lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI di bawah pembinaan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI). Para lulusan ini dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor manufaktur yang terus berkembang.
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pendidikan vokasi menjadi investasi strategis untuk mencetak SDM industri yang kompeten, siap kerja, dan mampu bersaing di tingkat global.
"Industri pengolahan terus menunjukkan kinerja positif. Pada triwulan I 2026 tumbuh 5,04 persen, berkontribusi 19,07 persen terhadap PDB nasional, menyerap lebih dari 20 juta tenaga kerja, serta menyumbang sekitar 82 persen ekspor nasional," ujar Agus saat Pelepasan Lulusan SMK-SMAK dan SMK-SMTI 2026 di Bogor, Kamis (16/7/2026).
Agus menegaskan, keberhasilan program hilirisasi dan industrialisasi nasional membutuhkan tenaga kerja terampil, mulai dari analis laboratorium hingga teknisi di lantai produksi.
Sementara itu, Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengungkapkan, hingga Juli 2026 sebanyak 1.483 lulusan atau 63,7 persen telah diterima bekerja di berbagai perusahaan manufaktur nasional.
"Lulusan kami telah bekerja di sejumlah perusahaan seperti PT Mayora Indah Tbk, PT Panasonic Gobel Energy Indonesia, PT Astra Daihatsu Motor, PT Toyota Boshoku Indonesia, PT Sucofindo, hingga berbagai industri manufaktur lainnya," kata Doddy.
Menurutnya, lulusan yang belum memperoleh pekerjaan akan tetap mendapat pendampingan selama enam bulan melalui program asistensi pencarian kerja, penguatan kompetensi, hingga fasilitasi magang.
Tingginya tingkat penyerapan lulusan turut mendorong minat masyarakat terhadap sekolah vokasi Kemenperin. Pada tahun ajaran 2026, rasio pendaftar mencapai 1 banding 12,2, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 1 banding 10,7.
Kemenperin memastikan akan terus memperkuat kualitas pendidikan vokasi melalui penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri, pengembangan teaching factory, kelas industri, serta sertifikasi kompetensi agar lulusan semakin siap memasuki dunia kerja.