INDUSTRY.co.id, Ende - Pariwisata Indonesia memang membuat kagum bagi semua kalangan, hal ini terbukti oleh pengakuan dari Pendiri dan Chairman PT Jababeka Tbk. S. D Darmono saat mengunjungi Kabupaten Ende dalam rangka peluncuran buku “Building A Ship While Sailing” di Universitas Flores, Ende, Flores, Jumat (25/8/2017).
Sesampainya, Darmono yang disambut oleh Wakil Bupati Ende, Djafar Achmad dan Ia pun langsung mengagumi keindahnya Ende. Bahkan Ia berniat untuk membangun 100 kota dan mengungkapkan minatnya untuk membangun kota baru di Ende demi meningkatkan pariwisata di sana.
Dikutip dari thepresidentpost, Rabu (30/8/2017), Ia berkeliling mulai ke tempat perenungan Bung Karno ketika menciptakan Pancasila. Lalu, malam harinya Darmono diajak gala dinner untuk bertemu dengan pelaku usaha, akademisi dan juga pejabat birokrasi di kediaman dinas Wakil Bupati.
Salah satu misi Darmono yaitu turut mengembangkan President Executive Club di daerah yang merupakan klub ABG (Akademisi, Business, Government) non partisan dan sudah berdiri sejak 2009 lalu.
“Inilah pentingnya ada klub ABG, namun acara malam ini terlalu resmi. Harusnya lebih santai agar terjadi pertemanan, kalau terlalu formil maka ada jaga jarak. Seperti kegiatan olah raga yang bisa diikuti oleh ketiga elemen seperti bermain kartu bridge ataupun golf misalkan," ungkas bos Jababeka itu.
Ia mengatakan, harus ada komunikasi, kolaborasi dan networking, sehingga ABG bisa duduk bareng buat regulasi yang win-win, lalu akademisi berperan melakukan riset dan bersuara ke masyarakat agar mendukung pembangunan tersebut.
Darmono juga menjelaskan daya saing daerah bisa ditingkatkan apabila peraturan daerah disini lebih menarik daripada pulau Jawa. “Misalkan di Jakarta sangat sulit membuat pabrik alkohol, tapi kalau disini memungkinkan, maka Ende bisa ekspor alkohol tersebut ke Jepang, Korea dan Eropa, bukan untuk konsumsi dalam negeri. Ini hanya satu contoh kalau daya saing bisa ditingkatkan melalui regulasi.”
Pada hari peluncuran bukunya, di depan lebih dari 200 orang yang terdiri dari mahasiswa Universitas Flores, pengusaha dan SKPD, Darmono pun menyampaikan betapa potensialnya Ende dan Flores secara keseluruhan. Tidak lupa menyampaikan pentingnya modal Ende yang sudah ada yaitu kota lahirnya Pancasila.
Darmono juga mengingatkan bahwa dahulu kita berani melawan penjajah hanya bermodalkan bambu runcing dengan tanpa modal dan sedikit orang pandai, namun sekarang makin banyak modal dan orang pandai kok justru takut untuk bergerak.
“Karena itulah buku ini hadir, bagaimana kita bisa terus membangun kapal sambil berlayar. Karena tantangan akan terus hadir tapi kita masih harus mensejahterakan banyak saudara-saudara kita melalui pembangunan kota-kota baru di Indonesia,” ujarnya.
Banyak hadirin yang merasa judulnya tidak mungkin dikerjakan, yaitu sambil membangun kapal tapi juga berlayar. Darmono lalu menjelaskan, “Justru kita bersama-sama dengan sampan kecil mengawal kapal besar yang sedang dibangun tersebut, ditengah jalan kita akan bertemu dengan kapal lainnya dan kita bisa meminta bantuannya untuk turut membangun kapal besar tersebut.”
Selain acara, juga dilakukan penandatanganan MoU oleh Darmono selaku pendiri PT Jababeka dan President University dengan Rektor Universitas Flores dan Pemerintah Kabupaten Ende yang diwakili oleh Wakil Bupati Djaar Achmad. Diakhiri dengan penandatanganan buku oleh Darmono dan Komaruddin Hidayat.