INDUSTRY.co.id - Jakarta, Akses terhadap pelatihan keterampilan, pengembangan kapasitas, dan peluang ekonomi yang setara masih menjadi tantangan bagi banyak penyandang disabilitas di Indonesia. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi peluang mereka untuk memasuki dunia kerja formal, tetapi juga membatasi kesempatan dalam membangun usaha dan mencapai kemandirian ekonomi.
Menjawab tantangan tersebut, PT Mitra Pinasthika Mustika Tbk (MPMX) meluncurkan program MPM BISA (Bisnis Inklusif Siap Aksi), sebuah pengembangan dari program Corporate Social Responsibility (CSR) unggulan Perseroan, Life Skill Training Center (LSTC).
Sejak diperkenalkan pada 2015, LSTC menjadi salah satu inisiatif pemberdayaan ekonomi MPMX yang berfokus pada pengembangan keterampilan sesuai kompetensi inti perusahaan. Program ini awalnya dirancang untuk menjawab kebutuhan tenaga mekanik, kemudian berkembang dengan membuka akses kemitraan pengemudi melalui MPMRent.
Dalam perjalanannya, LSTC terus berevolusi dengan menghadirkan berbagai program penguatan literasi keuangan dan pengelolaan risiko finansial pribadi. Program ini menjangkau beragam kelompok penerima manfaat, mulai dari komunitas pengemudi ojek online, pengemudi taksi online, hingga mahasiswa.
Pada 2026, MPMX memperluas cakupan program dengan menyasar penyandang disabilitas sebagai kelompok penerima manfaat. Langkah ini dilakukan untuk mendorong kesetaraan akses terhadap edukasi dan peluang ekonomi yang lebih inklusif melalui pembekalan literasi keuangan, pengelolaan risiko usaha dan finansial, keamanan digital, penguatan kepercayaan diri, serta pendampingan pengembangan usaha.
Dalam pelaksanaannya, MPMX menggandeng Mien R. Uno Foundation sebagai mitra strategis. Program MPM BISA diikuti oleh 30 wirausaha penyandang disabilitas dari kelompok teman netra dan teman daksa yang terpilih melalui proses seleksi administrasi dan wawancara guna memetakan kebutuhan, potensi, serta motivasi mereka dalam mengembangkan usaha.
GM Corporate Communication & Sustainability MPMX, Natalia Lusnita, mengatakan bahwa MPM BISA dirancang bukan sekadar sebagai program pelatihan, melainkan sebagai ruang kolaborasi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami ingin mengambil bagian dalam memperkuat kapasitas teman-teman penyandang disabilitas yang menjalankan usaha melalui berbagi pengetahuan terkait literasi, baik dalam mengelola usaha, memahami peluang, membangun daya saing, maupun mengembangkan usaha secara berkelanjutan," kata Natalia.
Natalia menambahkan, "Kami percaya setiap pelaku usaha memiliki potensi besar, dan akses terhadap pengetahuan dapat menjadi salah satu kunci untuk membuka peluang tersebut. Bagi MPMX, keberlanjutan yang sesungguhnya dibangun melalui kesempatan yang setara, pemberdayaan, dan penciptaan dampak yang nyata,” ujarnya.
Melalui program ini, Perseroan berharap para peserta memiliki pengetahuan, kepercayaan diri, dan kapasitas yang lebih kuat dalam mengembangkan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan.
Rangkaian MPM BISA berlangsung selama tiga bulan, dimulai dari proses rekrutmen peserta pada Mei hingga berakhir pada Juli 2026. Program mencakup tahapan persiapan, pelatihan, enrichment, mentoring, penjurian, pemberian hibah, hingga pelaporan.
Sebagai bagian dari rangkaian tersebut, pelatihan tatap muka diselenggarakan pada 9–10 Juni 2026. Seluruh peserta mengikuti berbagai sesi edukasi yang mencakup Literasi Keuangan, Manajemen Risiko Finansial, Digital Security, Etika Digital, dan Etika Bisnis.
Materi tersebut dirancang untuk membantu peserta mengelola keuangan usaha secara lebih efektif, memahami risiko finansial, serta meningkatkan kesiapan dalam menjalankan bisnis di tengah perkembangan ekosistem digital yang semakin dinamis.
Keterlibatan karyawan MPMX juga menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program. Sejumlah karyawan berperan sebagai volunteer fasilitator yang mendampingi peserta selama pelatihan, sementara sebagian lainnya terlibat sebagai trainer yang berbagi pengetahuan dan pengalaman praktis sesuai kebutuhan peserta.
Melalui keterlibatan tersebut, MPM BISA tidak hanya menjadi ruang pembelajaran bagi peserta, tetapi juga memberikan pengalaman berharga bagi para volunteer untuk memahami ketangguhan, kreativitas, serta semangat kewirausahaan para penyandang disabilitas.
Untuk memperkuat dampak program, MPMX juga menyiapkan dana hibah bagi tiga peserta terbaik sebagai modal pengembangan usaha. Penerima hibah akan ditentukan melalui proses penilaian yang mempertimbangkan komitmen, konsistensi, dan kemampuan peserta dalam mengimplementasikan materi pelatihan ke dalam rencana pengembangan bisnis mereka.
Melalui MPM BISA, MPMX berharap dapat memperluas akses pemberdayaan ekonomi bagi penyandang disabilitas sekaligus memperkuat peran LSTC sebagai inisiatif sosial perusahaan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan pelatihan, pendampingan, dan hibah usaha, program ini diharapkan mampu membantu peserta membangun usaha yang lebih tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan.