Highlights
  • Kementerian Perindustrian RI memperkuat kerja sama dengan Rusia dalam BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) 2026.
  • Indonesia secara resmi bergabung dengan BRICS pada 6 Januari 2025, membuka peluang kolaborasi ekonomi dan industri yang lebih luas.
  • Nilai perdagangan bilateral nonmigas Indonesia-Rusia pada Triwulan I 2026 mencapai sekitar USD 1 miliar, menunjukkan tren positif.
  • Indonesia akan menjadi Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026 di Rusia.
  • Penguatan hubungan ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global dan sebagai tujuan investasi.

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat jejaring kerja sama internasional guna mendukung transformasi industri nasional melalui pertemuan bilateral Indonesia-Rusia dalam rangkaian BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution PartNIR Forum 2026 di Xiamen, China.

Advertisement

Pertemuan ini menjadi momentum strategis bagi kedua negara untuk memperluas kolaborasi industri, perdagangan, investasi, hingga pengembangan teknologi industri masa depan.

Hubungan Indonesia dan Rusia telah terjalin puluhan tahun. Tahun 2026 menandai 76 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Seiring bergabungnya Indonesia dalam BRICS, kerja sama dengan negara anggota termasuk Rusia dinilai semakin penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi dan industri nasional di tengah dinamika global.

Advertisement

"Forum BRICS tentang PartNIR sangat penting bagi kami. Kami sangat menghargai dukungan Pemerintah Rusia terhadap keanggotaan Indonesia di BRICS dan akan sangat tertarik mendengar pandangan mengenai arah masa depan kerja sama industri dalam kerangka BRICS," ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, Kamis 11/6.

Menperin menyampaikan, keanggotaan Indonesia di BRICS merupakan langkah strategis untuk memperluas kolaborasi ekonomi dan industri dengan mitra potensial. Forum BRICS PartNIR menjadi ruang dialog bagi negara anggota untuk memperkuat kolaborasi sektor industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, hingga pengembangan rantai pasok global yang lebih tangguh dan inklusif.

Advertisement

Dalam pertemuan bilateral, Indonesia dan Rusia membahas peluang penguatan kerja sama industri yang saling menguntungkan, khususnya di sektor strategis. Pertemuan diwakili Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional KPAII Kemenperin Tri Supondy didampingi Plt Direktur Akses Industri Internasional Binoni A. Napitupulu dengan Counsellor Russian Trade Mission in China Andrei Gorobets.

Advertisement

Dirjen KPAII menyampaikan, penguatan komunikasi dan kemitraan internasional penting dalam membuka akses pasar, memperluas jejaring industri nasional, serta menciptakan kolaborasi industri adaptif terhadap teknologi global. "Sinergi Indonesia dan Rusia diharapkan mampu membuka peluang kerja sama konkret yang memberi nilai tambah bagi pengembangan industri kedua negara," tuturnya.

Dari sisi perdagangan, hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral nonmigas Triwulan I 2026 mencapai sekitar USD 1 miliar atau naik 1,13 persen dibanding periode sama tahun sebelumnya, menurut data Kementerian Perindustrian. Ekspor Indonesia ke Rusia pada 2024 tercatat USD 3,3 miliar, naik 13,38 persen dibanding tahun sebelumnya, juga berdasarkan keterangan Kemenperin. Produk unggulan yang diekspor meliputi karet, kopi, kakao dan teh, alas kaki, komponen elektronik, serta produk kimia.

Pertemuan bilateral juga membahas peluang kolaborasi lebih luas dalam kerangka BRICS, terutama menjelang keketuaan Tiongkok tahun mendatang. Indonesia berharap momentum ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama industri dan investasi antarnegara anggota BRICS.

Indonesia juga mengajak Rusia meningkatkan partisipasi pelaku usaha dan investor pada INNOPROM 2026 saat Indonesia menjadi Partner Country. Kehadiran pelaku industri diharapkan memperkuat jejaring bisnis dan membuka peluang kerja sama serta investasi baru di Indonesia.

Indonesia menyambut baik Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement I-EAEU FTA yang ditandatangani Desember 2025 di St. Petersburg, Rusia. Perjanjian ini diharapkan memperluas akses pasar dan meningkatkan arus perdagangan serta investasi antara Indonesia dengan negara anggota Eurasian Economic Union termasuk Rusia.

Indonesia menegaskan partisipasinya sebagai Partner Country pada Pameran Industri Internasional INNOPROM 2026, 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Keikutsertaan ini menjadi langkah strategis memperkuat promosi industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia sekaligus membuka peluang kerja sama industri dan investasi lebih luas.

Tri optimis, penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia melalui BRICS PartNIR Forum 2026 akan mempererat kolaborasi kedua negara dalam membangun industri modern, berdaya saing, dan berorientasi global. "Melalui sinergi yang terus diperkuat, Indonesia berharap memperluas peran sebagai bagian penting rantai pasok industri dunia sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai tujuan investasi dan basis produksi manufaktur global," katanya.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa itu BRICS?

BRICS adalah singkatan dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, sebuah kelompok negara berkembang yang memiliki peran besar dalam perekonomian global. Tujuan utamanya adalah untuk memperkuat kerja sama ekonomi dan politik antar negara berkembang.

Kapan Indonesia resmi bergabung dengan BRICS?

Indonesia resmi bergabung sebagai anggota penuh BRICS pada 6 Januari 2025. Keanggotaan Indonesia ini disambut baik oleh negara-negara anggota BRICS, termasuk Rusia.

Apa manfaat bergabungnya Indonesia dengan BRICS?

Bergabung dengan BRICS membuka banyak peluang bagi Indonesia, seperti akses pasar yang lebih luas untuk produk-produk utama, potensi pendanaan proyek infrastruktur melalui New Development Bank (NDB), transfer teknologi dan inovasi, serta peningkatan daya saing global. Selain itu, BRICS juga menjadi platform strategis untuk memperjuangkan reformasi ekonomi global yang lebih inklusif.

Bagaimana dampak BRICS terhadap hubungan perdagangan Indonesia-Rusia?

Hubungan ekonomi Indonesia dan Rusia menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan bilateral nonmigas pada Triwulan I 2026 mencapai sekitar USD 1 miliar, meningkat 1,13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Bergabungnya Indonesia dalam BRICS diharapkan semakin memperkuat kerja sama industri dan investasi antar kedua negara.

Apa itu BRICS PartNIR Forum?

BRICS Forum on Partnership on New Industrial Revolution (PartNIR) adalah forum yang bertujuan untuk mempromosikan pengembangan industri, inovasi, dan kerja sama teknologi di antara negara-negara BRICS. Forum ini menjadi wadah dialog untuk memperkuat kolaborasi sektor industri baru, inovasi teknologi, hilirisasi, dan pengembangan rantai pasok global yang lebih tangguh.

Key Takeaways
  • Kerja sama Indonesia-Rusia di bawah payung BRICS semakin erat, khususnya dalam transformasi industri dan pengembangan teknologi.
  • Bergabungnya Indonesia dengan BRICS pada awal tahun 2025 membuka pintu bagi perluasan kolaborasi ekonomi, perdagangan, dan investasi.
  • Peningkatan nilai perdagangan bilateral nonmigas menunjukkan dampak positif dari hubungan yang semakin kuat antara Indonesia dan Rusia.
  • Keikutsertaan Indonesia sebagai Partner Country di INNOPROM 2026 menjadi strategi penting untuk mempromosikan industri manufaktur nasional di kawasan Eurasia.
  • Sinergi ini diharapkan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global dan menjadikannya tujuan investasi yang menarik.