INDUSTRY.co.id - CIKARANG - Sultan Group, perusahaan milik Pakistan yang beroperasi di Kawasan Industri Jababeka (KIJA), Cikarang, Indonesia, memulai langkah ekspansi internasional perdananya ke Tanzania.

Pada 6 Agustus 2026, perusahaan ini melepas pengiriman pertama mesin-mesin industri ke Kigoma, Tanzania. Momen tersebut menandai dimulainya proyek manufaktur pengolahan minyak kelapa sawit yang diharapkan mendorong industrialisasi berkelanjutan.

Pelepasan dilakukan dalam pertemuan bisnis tingkat tinggi di kantor pusat PT Indo Sultan Jaya, Kawasan Industri Jababeka, Bekasi.

Pertemuan dihadiri Yang Mulia Macocha Tembele, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Bersatu Tanzania untuk Republik Indonesia. Hadir pula Yang Mulia Tri Yogo Jatmiko, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Bersatu Tanzania.

Turut hadir Yang Terhormat Naseem Rashid, Menteri Perdagangan Kedutaan Besar Pakistan untuk Republik Indonesia. Hadir juga perwakilan Dewan Direksi Jababeka, Hyanto Wihadhi, serta Chief Executive Officer Sultan Group, Ahmed Sultan, bersama jajaran Dewan Direksi Grup tersebut.

Proyek di Kigoma tersebut ditargetkan memproduksi minyak goreng, sabun batang, sabun cair, dan agro-oleokimia. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, mendorong transfer teknologi, memperkuat rantai nilai regional, serta berkontribusi pada ketahanan pangan.

Naseem Rashid menyoroti bahwa inisiatif ini merupakan contoh luar biasa dari visi, tekad, dan wawasan global kewirausahaan Pakistan. 

Beliau mencatat perjalanan Sultan Group akan menginspirasi generasi mendatang wirausahawan Pakistan untuk mengejar kemitraan internasional. Ia juga menegaskan kembali dukungan penuh Kedutaan Besar Pakistan dalam memperkuat kerja sama trilateral ini. 

Lebih lanjut, beliau menekankan inisiatif seperti ini membuka jalan baru menuju kemakmuran ekonomi berkelanjutan di seluruh negara-negara Global Selatan.

Duta Besar Macocha Tembele menggarisbawahi iklim investasi Tanzania yang menguntungkan, posisi geografis yang strategis, dan potensi industrinya. 

Ia juga menekankan peran Tanzania sebagai pintu gerbang ke pasar-pasar regional Afrika melalui perdagangan intra-Afrika. "Tanzania berkomitmen menyambut investasi yang bertanggung jawab dan menciptakan nilai jangka panjang," ujarnya.

Berbicara atas nama Sultan Group, Ahmed Sultan menggambarkan proyek di Tanzania sebagai langkah pertama dalam strategi pertumbuhan internasional yang lebih luas dari Grup tersebut. 

Ia menyatakan keyakinannya bahwa insentif investasi Tanzania, bersama dengan dukungan diplomatik dari Yang Mulia Duta Besar Macocha Tembele dan Yang Mulia Duta Besar Tri Yogo Jatmiko, akan menjadi landasan kokoh bagi kemitraan jangka panjang yang sukses.

Pertemuan Bisnis dan Kerja Sama Multilateral

Pencapaian ini merupakan bukti kuat keberhasilan kerja sama multilateral antara Pakistan, Indonesia, dan Tanzania. 

Hal ini mencerminkan komitmen Pakistan untuk memajukan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB atau SDGs melalui investasi yang bertanggung jawab, industrialisasi berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja yang layak, ketahanan pangan, dan kemitraan internasional. 

Pada saat yang sama, hal ini selaras dengan visi Agenda 2063 Uni Afrika dengan mendukung transformasi industri Afrika, penambahan nilai regional, dan integrasi ekonomi jangka panjang. 

Dengan menggabungkan kewirausahaan Pakistan, keunggulan manufaktur Indonesia, dan potensi investasi Tanzania, kemitraan ini menunjukkan bagaimana diplomasi dan sektor swasta dapat bekerja sama untuk mewujudkan kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan di seluruh negara-negara Global Selatan.