INDUSTRY.co.id - Jakarta — Hubungan ekonomi Indonesia dan Bulgaria memasuki babak baru. Tak hanya mengandalkan perdagangan, kedua negara mulai mendorong kerja sama di sektor industri, manufaktur, investasi, hingga transfer teknologi.

Wakil Menteri Perindustrian (Wamenperin) Faisol Riza mengatakan, kerja sama industri menjadi salah satu langkah konkret untuk memperkuat hubungan ekonomi Indonesia-Bulgaria.
 
“Kami memandang pertemuan ini sebagai bentuk konkret dari upaya bersama untuk terus memajukan sektor perekonomian, khususnya di bidang industri dan manufaktur,” ujar Faisol dalam keterangan resmi di Jakarta.
 
Kerja sama tersebut ditopang oleh hubungan perdagangan yang terus berkembang. Pada 2025, total perdagangan Indonesia dan Bulgaria mencapai sekitar USD 230,5 juta, dengan rata-rata pertumbuhan 13,34 persen sepanjang 2021-2025.
 
Ekspor Indonesia ke Bulgaria tercatat USD 147,4 juta pada 2025, tumbuh rata-rata 31,13 persen dalam periode yang sama.
 
Sejumlah produk Indonesia yang telah memasuki pasar Bulgaria antara lain bijih dan terak, aluminium, karet, besi dan baja, produk sawit beserta turunannya, serta kertas.
 
Sementara itu, nilai investasi Bulgaria di Indonesia sepanjang 2021-2025 mencapai USD 5,59 juta. Angka tersebut dinilai masih membuka peluang besar bagi peningkatan investasi, khususnya di sektor manufaktur.
 
Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian, Tri Supondy mengatakan, hubungan Indonesia-Bulgaria dapat diperluas melalui investasi, pengembangan fasilitas produksi, serta pertukaran pengetahuan dan teknologi.
 
Menurut dia, pengalaman Bulgaria dalam mengembangkan klaster industri dapat menjadi referensi bagi Indonesia dalam memperkuat kawasan industri.
 
Sebaliknya, Indonesia juga memiliki pengalaman dalam pengembangan kawasan industri yang dapat menjadi bahan pertukaran pengetahuan dengan Bulgaria.
 
Peluang investasi yang dapat dikembangkan antara lain industri agro, mesin perkakas, serta pembangunan klaster industri. Kerja sama teknologi tinggi juga berpotensi dikembangkan melalui transfer teknologi, kemitraan, maupun investasi bersama.
 
Selain investasi, akses pasar menjadi salah satu pembahasan penting dalam pertemuan kedua negara.
 
Indonesia melihat peluang Bulgaria sebagai salah satu pintu masuk bagi produk industri nasional menuju pasar Uni Eropa.
 
Beberapa produk yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di pasar Bulgaria antara lain panel surya dan peralatannya, alat kesehatan, karet, produk sawit, ikan kaleng, dan kakao.
 
Upaya memperluas pasar tersebut dapat dilakukan melalui business matching, identifikasi kebutuhan industri, serta fasilitasi informasi mengenai persyaratan pasar.
 
Momentum 70 Tahun Hubungan Diplomatik
 
Penguatan kerja sama industri Indonesia-Bulgaria juga mendapat momentum khusus pada 2026. Tahun ini kedua negara memperingati 70 tahun hubungan diplomatik, yang dimulai sejak 1956.
 
Wamenperin berharap momentum tersebut dapat menjadi pijakan untuk memperkuat hubungan industri yang tidak berhenti pada perdagangan, tetapi berkembang ke investasi, teknologi, sumber daya manusia, hingga pengembangan fasilitas produksi.
 
Dengan potensi tersebut, hubungan Indonesia-Bulgaria berpeluang memasuki tahap baru: dari sekadar hubungan dagang menuju kemitraan industri yang lebih luas dan konkret.