INDUSTRY.co.id - Jakarta – Indonesia Eximbank atau Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat potensi transaksi ekspor sebesar US$7,3 juta dalam ajang Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Potensi tersebut berasal dari lima peluang transaksi antara eksportir Indonesia dan calon pembeli internasional, dengan komoditas kopi menjadi penyumbang nilai terbesar.
Berdasarkan keterangan Indonesia Eximbank pada 22 Oktober 2026, potensi transaksi kopi mencapai US$7 juta dengan tujuan ekspor Belanda dan Amerika Serikat. Sementara itu, peluang ekspor produk dekorasi rumah atau home decor tercatat sebesar US$250.000 ke Kanada, sedangkan teh berpotensi menembus pasar Malaysia dan Jerman dengan nilai transaksi US$23.000.
Capaian tersebut menunjukkan peluang produk Indonesia untuk memperluas penetrasi di pasar global, baik melalui komoditas unggulan maupun produk bernilai tambah. Selain membuka peluang transaksi, partisipasi dalam TEI 2026 juga menjadi sarana bagi eksportir binaan LPEI untuk menjajaki pasar baru yang belum digarap secara optimal.
Kepala Divisi Jasa Konsultasi LPEI Maria Sidabutar mengatakan, pameran perdagangan internasional menjadi salah satu instrumen untuk mempertemukan eksportir domestik dengan calon pembeli dari berbagai negara.
“Trade Expo Indonesia menjadi momentum strategis untuk mempertemukan eksportir nasional dengan calon pembeli global sekaligus membuka akses ke pasar-pasar ekspor baru. Potensi transaksi yang tercipta menunjukkan bahwa produk Indonesia tetap memiliki daya saing dan peluang besar di pasar internasional,” ujar Maria.
Menurut dia, Indonesia Eximbank akan terus memperkuat dukungan terhadap pelaku usaha berorientasi ekspor melalui berbagai layanan, mulai dari pembiayaan, penjaminan, asuransi, hingga jasa konsultasi dan perluasan akses pasar internasional.
Untuk memperluas jangkauan pasar, LPEI juga bersinergi dengan Atase Perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) di berbagai negara. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi peluang pasar, menjaring calon pembeli potensial, serta mempertemukan eksportir dengan pembeli yang sesuai dengan karakteristik produk.
Diversifikasi pasar menjadi salah satu aspek penting dalam pengembangan ekspor nasional. Dengan memperluas negara tujuan dan basis pembeli, pelaku usaha diharapkan tidak hanya bergantung pada pasar yang telah terbentuk, tetapi juga dapat menjangkau peluang permintaan baru di pasar internasional.
Antusiasme terhadap produk ekspor Indonesia turut terlihat dari kunjungan ke stan Indonesia Eximbank selama lima hari penyelenggaraan TEI 2026. Lebih dari 2.000 pengunjung, yang terdiri atas pembeli internasional, eksportir, perusahaan korporasi, serta pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), mendatangi stan tersebut.
Selain mencari informasi mengenai layanan finansial dan nonfinansial, pengunjung juga melihat secara langsung 10 produk unggulan milik debitur dan mitra binaan LPEI. Interaksi tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan produk lokal dengan kebutuhan pasar internasional.
LPEI juga menggandeng Direktorat Jenderal Bea dan Cukai serta Lembaga National Single Window (LNSW) untuk menyediakan layanan konsultasi ekspor selama pameran. Kolaborasi lintas lembaga ini memberikan akses bagi pelaku usaha terhadap informasi pembiayaan, kepabeanan, dan perdagangan internasional.
Selama TEI 2026, lebih dari 300 sesi konsultasi berlangsung untuk membantu pelaku usaha memperoleh informasi dan solusi praktis atas berbagai kendala dalam pengembangan ekspor. Dukungan tersebut penting untuk membantu eksportir memahami aspek pembiayaan dan prosedur perdagangan lintas negara yang diperlukan dalam memasuki pasar baru.
Melalui partisipasi dalam TEI 2026, Indonesia Eximbank berupaya memperkuat ekosistem ekspor nasional sekaligus meningkatkan daya saing produk Indonesia. Namun, potensi transaksi sebesar US$7,3 juta tersebut masih merupakan peluang bisnis yang teridentifikasi selama pameran, sehingga realisasi nilai ekspor akan bergantung pada tindak lanjut negosiasi dan kesepakatan antara eksportir dengan calon pembeli.
Keberhasilan mengonversi peluang tersebut menjadi transaksi riil menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan promosi perdagangan dapat memberikan kontribusi langsung terhadap kinerja ekspor dan pertumbuhan ekonomi nasional.