INDUSTRY.co.id - Jakarta — Dunia perfilman Indonesia mencatat sejarah baru. Dua perusahaan lintas negara, Kraken Entertainment (Australia) dan Anak Negeri Films (Indonesia), resmi memperkenalkan Ritual Gaib Universe, intellectual property (IP) horor Indonesia pertama yang akan dikembangkan secara global lintas media.
Proyek ambisius ini akan diperkenalkan secara resmi di ajang American Film Market (AFM) 2025 di Los Angeles, Amerika Serikat — salah satu pasar film terbesar dan paling berpengaruh di dunia.
Langkah ini menjadi tonggak penting bagi industri kreatif Tanah Air, membuktikan bahwa cerita rakyat dan budaya mistik lokal memiliki daya tarik universal untuk menjangkau penonton global.
Film pertama dari semesta ini berjudul Ritual Gaib: Nyai Randasura, disutradarai oleh Stuart Simpson, sineas asal Australia yang dikenal dengan gaya cult horror-nya. Terinspirasi dari perjalanan spiritualnya di Bali bersama komunitas Bumi Nusantara, Simpson mengaku menemukan makna baru tentang horor dalam konteks budaya Indonesia.
“Saya datang untuk membuat film horor, tapi saya pulang membawa pemahaman baru tentang spiritualitas dan rasa takut yang indah,” ujar Stuart Simpson dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan (28/10/2025).
Proses produksi film telah rampung dan kini memasuki tahap post-production. Meski belum memiliki tanggal rilis resmi, produser Intan Kieflie mengungkapkan harapan besar agar proyek ini menarik minat distributor global di AFM.
“Kita tunggu dulu hasil di AFM, semoga ada distributor yang tertarik agar film ini bisa tayang di berbagai negara,” kata Intan.
Film ini akan mengeksplorasi kisah pesugihan dari daerah Banten, sekaligus membuka pintu untuk cerita-cerita mistik lain dari berbagai wilayah Nusantara di bawah payung besar Ritual Gaib Universe.
Ritual Gaib Universe bukan hanya proyek film tunggal, tetapi sebuah IP multimedia yang akan dikembangkan lintas platform. Dari film layar lebar, buku, dokumenter, hingga podcast audio.
Bekerja sama dengan Noice, Gagas Media, dan Bumi Nusantara, proyek ini diharapkan mampu membawa genre horor Indonesia naik kelas.
“Horor dan komedi adalah genre yang paling banyak diakses oleh user kami. Kami percaya Ritual Gaib Universe bisa berkembang menjadi IP besar dengan daya tarik internasional,” ujar Firza Arifien, VP of Studio & Operation Noice.
Menambah daya tarik, pasangan selebritas Dinda Hauw dan Rey Mbayang akan beradu akting untuk pertama kalinya dalam genre horor melalui film Ritual Gaib: Nyai Randasura.
Dinda mengaku antusias karena bisa berakting bersama suami sekaligus mencoba hal baru di luar zona nyamannya.
“Ini film horor pertama saya. Senang banget bisa main bareng Rey karena kami berdua memang suka konten horor,” ungkap Dinda.
Sementara itu, Rey menilai pengalaman syuting di hutan dan pedalaman menjadi tantangan sekaligus pengalaman spiritual tersendiri.
“Saya punya darah Toraja dan Manado, jadi tema ritual ini terasa dekat. Film ini jadi kesempatan untuk mengenalkan kembali kearifan lokal kita,” ujar Rey.
Ritual Gaib Universe menjadi simbol kolaborasi kreatif antara dua negara yang percaya bahwa cerita mistik Nusantara layak mendunia.
“Ritual Gaib ini bukan cuma IP film. Ini adalah gerakan lintas budaya untuk menunjukkan bahwa horor Indonesia punya nilai ekspor tinggi dan daya tarik global,” tegas Intan Kieflie.