INDUSTRY.co.id - Jakarta, Ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan petani menjadi dua aspek yang terus diperkuat melalui transformasi bisnis yang dijalankan Pupuk Indonesia.
Sebagai salah satu BUMN yang berada di bawah pengelolaan Danantara Indonesia, perusahaan mengarahkan strategi bisnis tidak hanya untuk meningkatkan kinerja korporasi, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Peran Pupuk Indonesia menjadi semakin penting mengingat Indonesia merupakan negara agraris terbesar di Asia Tenggara.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, terdapat lebih dari 29 juta petani yang mengelola sekitar 7 juta hektare lahan baku sawah. Mereka menjadi pilar utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Transformasi yang dijalankan perusahaan tercermin pada capaian kinerja sepanjang semester pertama 2026. Pupuk Indonesia membukukan laba bersih sebesar Rp8,51 triliun pada periode Januari–Juni 2026 atau meningkat 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan tersebut ditopang penerapan strategi operational excellence dan cost leadership yang dijalankan secara konsisten di bawah supervisi Danantara Indonesia.
Strategi ini memperkuat kontribusi bisnis dari segmen non-subsidi dan non-pupuk sekaligus meningkatkan efisiensi operasional perusahaan.
Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat ketahanan rantai pasok melalui diversifikasi sumber bahan baku serta penerapan skema kontrak pasokan.
Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi dampak fluktuasi harga komoditas global terhadap keberlangsungan produksi.
Transformasi tersebut turut memberikan dampak langsung bagi sektor pertanian melalui peningkatan akses pupuk bersubsidi bagi petani di berbagai daerah.
Sepanjang 2025, Pupuk Indonesia menyalurkan 8,11 juta ton pupuk bersubsidi atau meningkat 10,68 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Sementara hingga 12 Juli 2026, realisasi penyaluran telah mencapai 5,13 juta ton atau sekitar 52 persen dari total alokasi pemerintah sebesar 9,8 juta ton.
Dari sisi produksi, Pupuk Indonesia memiliki kapasitas nasional mencapai 14,8 juta ton per tahun. Kapasitas tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam negeri, tetapi juga membuka peluang ekspansi ke pasar internasional.
Seluruh langkah tersebut sejalan dengan misi perusahaan dalam mengembangkan prinsip ekonomi sirkular yang mampu menciptakan nilai tambah ekonomi sekaligus manfaat sosial bagi masyarakat.
Melalui transformasi yang berkelanjutan, Pupuk Indonesia terus mendukung terwujudnya ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Ke depan, Danantara Indonesia menegaskan komitmennya untuk melanjutkan transformasi BUMN melalui penguatan tata kelola perusahaan, peningkatan profesionalisme dan integritas, serta perluasan manfaat ekonomi yang dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat.