INDUSTRY.co.id - JAKARTA – Festival Film Wartawan (FFW) 2026 resmi memasuki tahap awal penyelenggaraan dengan dibentuknya Komite Juri FFW 2026 dalam rapat perdana di gedung E Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Jakarta, Rabu (9/7/2026). 

Momentum ini menjadi penanda dimulainya proses penjurian salah satu ajang apresiasi perfilman nasional yang selama ini dikenal konsisten memberikan penghargaan berdasarkan penilaian para wartawan film.

Direktur Film, Musik, dan Seni Kementerian Kebudayaan, Irini Dewi Wanti, menegaskan bahwa media memiliki posisi yang sangat strategis dalam membangun ekosistem perfilman Indonesia.

"Saya sangat yakin bahwa sebuah film tanpa kehadiran teman-teman media tidak akan bergema atau berhasil dalam konteks industrinya. Bagaimanapun juga, media adalah corong utama dari film Indonesia," ujar Irini.

Menurut Irini, industri film tidak hanya bergantung pada proses produksi semata. Keberhasilan sebuah film juga ditentukan oleh keterlibatan berbagai elemen, mulai dari aktor, pekerja kreatif, teknologi, penonton, pemilik bioskop, hingga media.

Karena itu, kritik maupun apresiasi yang diberikan media dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendorong peningkatan kualitas perfilman nasional.

"Kritik maupun pujian yang dilontarkan oleh media seharusnya menjadi motivasi agar ekosistem perfilman Indonesia semakin tangguh," katanya.

Ia juga mengapresiasi kiprah Festival Film Wartawan yang telah berlangsung selama 15 tahun dan dinilai konsisten mendukung perkembangan literasi perfilman di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Irini menyampaikan bahwa pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan berperan sebagai fasilitator agar tata kelola Festival Film Wartawan semakin profesional dan mampu berkembang secara mandiri.

Menurutnya, FFW tidak hanya menjadi ajang penghargaan bagi insan perfilman, tetapi juga mampu menjadi ruang untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus memperkuat kualitas film Indonesia.

Irini juga menekankan pentingnya literasi budaya dalam melahirkan ide-ide kreatif yang relevan dengan kondisi sosial masyarakat. Bahkan, film bergenre horor sekalipun dinilai tetap dapat menjadi media untuk menyampaikan pesan budaya, pelestarian tradisi, hingga pendidikan karakter.

"Kami berharap FFW tidak hanya sekadar menjadi acara tahunan, tetapi juga memiliki peta jalan yang jelas, baik untuk perencanaannya satu tahun ke depan maupun target-target untuk lima tahun mendatang," ungkapnya.

Di akhir sambutannya, Irini menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk terus mendampingi insan perfilman Indonesia agar industri film nasional semakin berkembang.

"Semoga kita bisa terus mengapresiasi film-film Indonesia, menumbuhkan kreativitas insan perfilman, dan menjadikan media sebagai mitra terbaik," tuturnya.

Komite Juri Festival Film Wartawan 2026 terdiri atas 21 wartawan film dari berbagai media nasional. Mereka akan bertugas melakukan proses kurasi sekaligus menentukan film dan sineas terbaik yang tayang sepanjang periode Oktober 2025 hingga September 2026.

Dengan komposisi juri yang berasal dari kalangan wartawan film berpengalaman, FFW diharapkan terus menjadi salah satu barometer apresiasi perfilman Indonesia yang menjunjung objektivitas, kualitas karya, dan perkembangan industri film nasional.

Melalui penyelenggaraan tahun ini, Festival Film Wartawan kembali menegaskan perannya sebagai wadah apresiasi sekaligus ruang dialog antara insan perfilman, media, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan perfilman Indonesia.