INDUSTRY.co.idJakarta - Toyota Indonesia mempertahankan dominasinya sebagai eksportir kendaraan utuh (Completely Built-Up/CBU) terbesar di Tanah Air. Di tengah perlambatan sejumlah pasar otomotif global, ekspor kendaraan bermerek Toyota justru tumbuh dua digit dan menguasai hampir 60% dari total ekspor mobil Indonesia pada Januari-Mei 2026.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan ekspor kendaraan utuh nasional mencapai 207.222 unit selama Januari-Mei 2026 atau meningkat 7,64% secara tahunan (year-on-year).

Dari jumlah tersebut, Toyota menyumbang 121.832 unit, meningkat 12,29% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 108.501 unit. Dengan demikian, pangsa ekspor Toyota mencapai sekitar 58,8% dari total ekspor kendaraan nasional.

Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Nyoman Winaya Adnyana mengatakan, capaian tersebut menunjukkan industri otomotif Indonesia masih memiliki daya saing yang kuat di pasar internasional meski menghadapi tantangan geopolitik dan perlambatan ekonomi global.

"Toyota Indonesia terus berkomitmen mendukung penguatan industri otomotif nasional melalui peningkatan ekspor kendaraan produksi dalam negeri. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa produk manufaktur Indonesia mampu bersaing dan diterima di pasar global," katanya di Jakarta.

Strategi diversifikasi pasar menjadi salah satu faktor utama yang menjaga pertumbuhan ekspor Toyota.

Sepanjang lima bulan pertama 2026, permintaan dari kawasan Asia meningkat 17,8%, sementara ekspor ke kawasan Amerika tumbuh 20,9%. Pertumbuhan tersebut berhasil mengimbangi penurunan permintaan dari kawasan Timur Tengah yang terkoreksi sekitar 20,81%.

Toyota saat ini mengekspor kendaraan produksi Indonesia ke lebih dari 100 negara, memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu hub produksi dalam jaringan manufaktur global Toyota.

Kontributor ekspor terbesar berasal dari Avanza/Veloz sebanyak 27.647 unit, diikuti Raize (22.262 unit) dan Yaris Cross (16.855 unit).

Di sisi lain, kendaraan elektrifikasi menjadi salah satu sumber pertumbuhan baru. Ekspor Kijang Innova Zenix Hybrid dan Yaris Cross Hybrid mencapai 10.632 unit, melonjak 42,8% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan tersebut mencerminkan meningkatnya permintaan global terhadap kendaraan rendah emisi sekaligus memperlihatkan daya saing produk elektrifikasi yang diproduksi di Indonesia.

Ke depan, Toyota berencana memperluas pasar ekspor, meningkatkan kandungan teknologi kendaraan, serta memperkuat pengembangan kendaraan rendah emisi sebagai bagian dari strategi memperkokoh posisi Indonesia dalam rantai pasok otomotif global.