INDUSTRY.co.id - Jakarta – Meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam mengirim berbagai jenis barang, mulai dari perlengkapan rumah tangga, produk UMKM, hingga barang pecah belah, membuat proses pengemasan atau packing menjadi faktor penting untuk membantu menjaga keamanan barang selama pengiriman.
Kerusakan barang saat proses distribusi masih menjadi salah satu kekhawatiran yang kerap dialami masyarakat, terutama saat mengirim barang pecah belah seperti peralatan makan, keramik, kaca, hingga perangkat elektronik. Selain proses distribusi, kualitas packing juga menjadi aspek penting yang dapat membantu menjaga kondisi barang selama perjalanan.
Kesalahan dalam memilih kemasan, seperti menggunakan kardus yang tidak sesuai ukuran, memberikan pelindung yang minim, atau membiarkan ruang kosong di dalam kemasan, dinilai dapat meningkatkan risiko barang mengalami benturan dan kerusakan. Karena itu, proses packing menjadi langkah penting agar barang tetap dalam kondisi baik hingga diterima oleh penerima.
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan literasi masyarakat mengenai pengiriman yang aman, J&T Cargo membagikan sejumlah tips sederhana yang dapat diterapkan sebelum mengirim barang mudah pecah maupun barang yang membutuhkan perlindungan ekstra.
"Banyak risiko kerusakan barang sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kemasan yang tepat. Karena itu, penting bagi pengirim untuk menyesuaikan metode packing dengan karakteristik barang yang akan dikirim agar perlindungan yang diberikan dapat lebih optimal," ujar Network Traning Supervisor J&T Cargo Indonesia, Muhammad Danu Permadi.
J&T Cargo mengimbau masyarakat untuk membungkus seluruh permukaan barang menggunakan bubble wrap, terutama pada bagian sudut dan sisi yang rentan terhadap benturan. Pengirim juga disarankan memilih kardus yang kokoh dan sesuai ukuran barang agar tidak terdapat ruang gerak berlebih selama proses pengiriman.
Selain itu, ruang kosong di dalam kardus sebaiknya diisi menggunakan foam, kertas, atau bubble wrap agar posisi barang tetap stabil. Bagian yang rentan seperti pegangan, sudut, atau permukaan kaca juga perlu diberikan lapisan pelindung tambahan. Kardus harus direkatkan menggunakan lakban yang kuat, sementara barang bernilai tinggi atau mudah pecah dianjurkan menggunakan metode double box. Pengirim juga perlu menempelkan label "Fragile" sebagai penanda agar paket ditangani dengan lebih hati-hati.
Selain teknik packing, pemilihan material pelindung yang tepat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keamanan barang. Pengirim disarankan menggunakan kardus yang masih kokoh, bubble wrap, foam, maupun material pengisi lainnya yang disesuaikan dengan karakteristik barang.
"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang memperhatikan kualitas kemasan sebelum mengirim barang sehingga risiko kerusakan dapat diminimalkan dan pengalaman pengiriman menjadi lebih optimal bagi pengirim maupun penerima," kata Danu.
Melalui edukasi tersebut, J&T Cargo berharap masyarakat semakin memahami bahwa keamanan pengiriman tidak hanya bergantung pada proses distribusi, tetapi juga dipengaruhi oleh persiapan sebelum barang diserahkan untuk dikirim. Dengan packing yang tepat, risiko kerusakan dapat ditekan sehingga barang dapat tiba di tujuan dalam kondisi lebih aman.