INDUSTRY.co.id - Jakarta – Di tengah semakin besarnya peran konten digital dalam kehidupan anak-anak, kebutuhan akan tayangan yang aman, berkualitas, dan mampu mempererat hubungan keluarga menjadi semakin penting. Melalui Netflix Family Festival 2026: World of Wonder, Netflix menghadirkan ruang bagi keluarga Indonesia untuk menikmati cerita bersama sekaligus memperkuat literasi digital dan mendukung lahirnya lebih banyak karya anak dan keluarga dari kreator lokal.
Festival yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ini menjadi aktivasi keluarga pertama Netflix di Indonesia sekaligus yang terbesar di Asia Tenggara. Acara tersebut mempertemukan keluarga, kreator, pembuat kebijakan, mitra industri, hingga media untuk merayakan kekuatan cerita dalam menginspirasi imajinasi anak, mempererat hubungan keluarga, serta mendorong percakapan yang bermakna di rumah.
Momentum ini hadir di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap tayangan ramah keluarga. Secara global, judul-judul tayangan anak di Netflix menyumbang hampir 22% dari total waktu menonton sepanjang 2025. Sementara itu, tayangan keluarga juga terus hadir di daftar Global Top 10 setiap pekan selama hampir empat tahun berturut-turut.
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria, mengatakan “Seiring semakin banyaknya waktu yang dihabiskan anak-anak di ruang digital harus diimbangi dengan hadirnya tayangan berkualitas dan lingkungan digital yang aman.”
Menurutnya, di tengah upaya pemerintah memperkuat perlindungan anak melalui PP Tunas, inisiatif seperti Netflix Family Festival membantu meningkatkan pemahaman orang tua mengenai fitur-fitur yang dapat dimanfaatkan untuk menciptakan pengalaman menonton yang aman dan positif bagi anak.
Nezar juga menilai dukungan Netflix terhadap sineas Indonesia melalui berbagai pelatihan dan pengembangan keterampilan turut memperkuat kemampuan kreator lokal dalam menghasilkan konten anak dan keluarga yang mampu bersaing di tingkat dunia.
Ruben Hattari, Director of Global Affairs, Southeast Asia Netflix, mengatakan “Kebiasaan menonton bersama kini menjadi salah satu cara keluarga menghabiskan waktu berkualitas bersama.”
Melalui Netflix Family Festival 2026 ini, Netflix ingin membawa dunia cerita ke pengalaman nyata bagi anak-anak sekaligus membantu orang tua memahami berbagai fitur keamanan yang tersedia serta membangun kebiasaan menonton bersama yang positif.
Ia menambahkan, komitmen Netflix di Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui tayangan di layar, tetapi juga lewat pelatihan yang diselenggarakan bersama Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) guna memperkuat ekosistem kreatif nasional.
Salah satu agenda utama festival adalah diskusi bertajuk “Mendorong Masa Depan Cerita yang Ramah untuk Ditonton Bersama di Ruang Keluarga”, yang mempertemukan pelaku industri perfilman Indonesia dan internasional.
Edwin Nazir, Ketua Umum APROFI menilai minat para kreator muda untuk mengembangkan cerita anak dan keluarga terus meningkat. Namun, menurutnya, “Membangun ekosistem yang berkelanjutan membutuhkan kolaborasi jangka panjang dalam berbagai aspek, mulai dari pendidikan, peningkatan keterampilan, produksi, distribusi, hingga pengarsipan karya. Dengan terus berinvestasi di setiap bagian dari ekosistem ini, akan semakin banyak cerita berkualitas dan kreator berbakat yang bermunculan.”
Sementara itu, penulis dan sutradara film animasi Jumbo dan Na Willa, Ryan Adriandhy, menekankan bahwa “Cerita anak yang kuat bukanlah cerita yang disederhanakan, melainkan yang mampu menyampaikan emosi secara jujur. Menurutnya, anak-anak memiliki kepekaan emosional yang tinggi sehingga mampu memahami cerita yang dibangun dengan kedalaman.”
Pandangan serupa disampaikan penulis dan sutradara Gina S. Noer yang akan memulai kolaborasi pertamanya dengan Netflix melalui film Aku Sebelum Aku.
“Cerita membentuk cara kita memahami diri sendiri dan dunia di sekitar kita. Cerita bukan sekadar hiburan, tetapi juga merupakan sarana yang kuat untuk mewariskan nilai, perspektif, dan budaya kepada generasi berikutnya. Di rumah, saya menggunakan film sebagai sarana belajar bagi anak-anak saya. Kami mendiskusikan cerita, hal-hal yang melatarbelakanginya, dan pesan yang ingin disampaikan oleh kreatornya."
Dari perspektif global, penulis dan produser serial animasi peraih penghargaan seperti PAW Patrol dan Astro Boy, Andrew Guerdat mengatakan “Cerita yang paling autentik justru memiliki peluang terbesar untuk diterima lintas budaya. Meski berasal dari latar yang berbeda, anak-anak di seluruh dunia memiliki emosi universal yang sama, seperti rasa ingin tahu, keberanian, dan rasa memiliki.
Selain menghadirkan ruang diskusi, Netflix juga memperkuat komitmennya terhadap pengembangan talenta lokal melalui program Cerita Anak Nusantara. Bersama APROFI, BPI, dan dukungan Netflix Fund for Creative Equity, perusahaan menggelar masterclass yang diikuti 60 kreator Indonesia baik itu pemula maupun menengah untuk memperdalam kemampuan dalam mereka dalam menciptakan film dan serial anak berkualitas.
Festival juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif bagi anak usia 4 hingga 16 tahun dan orang tua. Pengunjung dapat mengikuti KPop Demon Hunters Sing-Along pertama di Asia Tenggara, bertemu karakter Luffy dan Zoro dari adaptasi serial live-action One Piece, hingga mencoba berbagai permainan di area Netflix Playground.
Sementara bagi orang tua, Discovery Zone menyediakan berbagai booth edukatif yang memperkenalkan fitur Kids Profiles, klasifikasi usia, dan parental controls agar mereka lebih percaya diri mendampingi anak menikmati hiburan digital.
Netflix juga menghadirkan sesi diskusi, ‘In Conversation: Membesarkan Anak di Dunia yang Selalu Terkoneksi, yang menghadirkan praktisi Montessori sekaligus figur parenting Reza Andhika Permana dan psikolog anak Irma Gustiana A. Diskusi ini menyoroti bagaimana memilih cerita yang tepat, membangun kebiasaan menonton bersama yang lebih sehat, serta menjadikan waktu di depan layar sebagai waktu berkualitas bersama keluarga.
Festival ditutup dengan pemutaran perdana film Aku Sebelum Aku yang dilanjutkan sesi diskusi bersama penonton. Film karya Gina S. Noer yang dibintangi Ringgo Agus Rahman dan Bima S. Sena F. tersebut akan tayang secara global di Netflix mulai 16 Juli 2026, mengangkat kisah hangat tentang hubungan seorang remaja dengan ayahnya yang perlahan terjalin kembali melalui pencarian sejarah keluarganya.