Apple menggugat OpenAI pada 10 Juli 2026 atas dugaan pencurian rahasia dagang. Gugatan ini diajukan di Pengadilan Distrik Utara California dan menjadi salah satu kasus hukum terbesar di industri teknologi tahun ini.

Dalam gugatannya, Apple menuduh bahwa beberapa mantan karyawannya bergabung dengan OpenAI dan membawa serta rahasia dagang perusahaan terkait produk AI hardware yang sedang dikembangkan.

Kronologi Kasus

Apple mengklaim telah menemukan bukti skema pencurian informasi rahasia yang berlangsung selama berbulan-bulan. Beberapa nama yang disebutkan dalam gugatan:

  • Tang Yew Tan — Chief Hardware Officer OpenAI, sebelumnya Vice President di Apple
  • Chang Liu — Senior System Electrical Engineer di Apple selama 8 tahun, bergabung dengan OpenAI pada Januari 2026

Kedua mantan karyawan Apple ini diduga membawa dokumen rahasia terkait produk hardware AI yang sedang dikembangkan Apple.

Tuntutan Apple

Dalam gugatannya, Apple menuntut beberapa hal:

  • Perintah pengadilan yang mencegah OpenAI memiliki, menggunakan, atau berbagi rahasia dagang Apple
  • Perintah untuk mengembalikan kekayaan intelektual Apple
  • Ganti rugi atas kerugian yang telah terjadi

Apple sebelumnya pernah menggugat mantan karyawan yang menjadi rival, tetapi kasus ini menjadi yang pertama melibatkan perusahaan AI besar seperti OpenAI.

Dampak bagi Industri AI

Gugatan ini menunjukkan semakin ketatnya persaingan di industri AI, terutama dalam pengembangan hardware. Apple yang dikenal dengan ekosistem perangkatnya kini harus melindungi rahasia dagangnya dari kompetitor yang didukung oleh talenta-talenta terbaik.

Kasus ini juga menjadi peringatan bagi perusahaan teknologi lainnya untuk lebih ketat dalam menjaga kerahasiaan informasi, terutama terkait produk yang belum diluncurkan.

Artikel ini diperbarui pada 11 Juli 2026 berdasarkan laporan dari Bloomberg, The Guardian, dan MacRumors.