INDUSTRY.co.id - Jakarta, Indonesia dan Cili terus memperkuat kemitraan ekonomi bilateral melalui optimalisasi Indonesia-Chile Comprehensive Economic Partnership Agreement (IC-CEPA).
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan Menteri Perdagangan Budi Santoso dengan Menteri Luar Negeri Cili José Francisco Pérez Mackenna di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (20/7).
Pertemuan kedua pejabat itu menjadi momentum untuk mendorong implementasi penuh IC-CEPA sekaligus memperluas peluang perdagangan dan investasi antara kedua negara.
“Indonesia mengapresiasi penguatan hubungan perdagangan dengan Cili yang terus menunjukkan kemajuan positif dan menjanjikan. Indonesia dan Cili sudah memiliki perjanjian dagang IC-CEPA. Hal yang perlu kedua negara lakukan selanjutnya adalah mengoptimalkan perjanjian ini untuk meningkatkan nilai perdagangan sekaligus memperluas akses pasar kedua negara,” ujar Mendag Busan pascapertemuan.
Menurut Mendag Busan, Indonesia berkomitmen menjalankan implementasi IC-CEPA secara bertahap sesuai dengan prioritas yang telah disepakati bersama.
Implementasi perjanjian di sektor perdagangan barang telah berlangsung sejak 2019, disusul sektor perdagangan jasa pada 2025. Adapun perundingan sektor investasi dimulai setelah kedua negara menandatangani pernyataan bersama pada 2024.
“Perundingan dan implementasi IC-CEPA kami lakukan bertahap berdasarkan prioritas. Kami harap, perundingan sektor investasi bisa diselesaikan secara intensif melalui serangkaian pertemuan virtual tahun ini. Kami harapkan hasil perundingan yang cepat, seimbang, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Mendag Busan.
Ia menilai, potensi perdagangan Indonesia dan Cili masih terbuka lebar untuk terus dikembangkan. Salah satu langkah yang dinilai strategis adalah memperkuat komunikasi antarpelaku usaha melalui pembentukan forum bisnis yang mempertemukan investor, eksportir, dan importir dari kedua negara.
“Perlu ada pendekatan antara pelaku usaha (business-to-business/B2B) Indonesia dan Cili, misalnya melalui konsil bisnis (business council). Interaksi pelaku usaha Indonesia dan Cili akan semakin mempercepat peningkatan perdagangan kedua negara,” ujar Mendag Busan.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri José Francisco Pérez Mackenna menyampaikan optimisme terhadap prospek hubungan ekonomi kedua negara.
Ia melihat peluang peningkatan kerja sama, antara lain di bidang pendidikan teknik, industri farmasi, serta pengembangan teknologi hijau yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama.
Selain itu, Menteri José juga menyampaikan dukungan pemerintah Cili terhadap proses aksesi Indonesia ke Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) serta Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD).
Sebaliknya, Cili berharap memperoleh dukungan Indonesia dalam proses aksesi negaranya ke Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).
Kinerja Perdagangan Terus Tumbuh
Hubungan dagang Indonesia dan Cili menunjukkan tren yang positif. Cili saat ini menempati posisi ke-46 sebagai negara tujuan ekspor Indonesia dan peringkat ke-65 sebagai negara asal impor Indonesia.
Sepanjang Januari–Mei 2026, total perdagangan kedua negara mencapai USD 226,2 juta.
Dari jumlah tersebut, ekspor Indonesia ke Cili tercatat sebesar USD 179,1 juta, sedangkan impor dari Cili mencapai USD 47,1 juta. Dengan capaian tersebut, Indonesia membukukan surplus perdagangan sebesar USD 132,1 juta.
Pada 2025, total perdagangan bilateral mencapai USD 535,5 juta. Nilai ekspor Indonesia ke Cili sebesar USD 441,5 juta, sementara impor dari Cili mencapai USD 94 juta, sehingga Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar USD 347,5 juta.
Produk ekspor utama Indonesia ke Cili meliputi mobil dan kendaraan bermotor lainnya, pupuk mineral atau kimia, serta berbagai jenis alas kaki.
Sementara itu, komoditas utama yang diimpor Indonesia dari Cili antara lain ikan beku, bubur kayu kimia, pupuk mineral dan kimia, pati, serta anggur.