Produsen Timah Refined Bangka Tin, Kembangkan Program Reklamasi Berkelanjutan di Bangka Belitung

Oleh : Hariyanto | Rabu, 16 Agustus 2017 - 08:17 WIB

PT Refined Bangka Tin, Kembangkan Program Reklamasi Berkelanjutan (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)
PT Refined Bangka Tin, Kembangkan Program Reklamasi Berkelanjutan (Hariyanto/ INDUSTRY.co.id)

INDUSTRY.co.id - Bangka Belitung - PT Refined Bangka Tin (RBT) mengumumkan Program Reklamasi Berkelanjutan 'Green For Good', yang merupakan program konservasi lahan untuk mengembalikan fungsi tanah yang sudah tidak produktif. Dengan melibatkan masyarakat setempat dan pemangku kepentingan lainya seperti pemerintah, aparat keamanan, lsm serta organisasi nasional dan internasional.

Program reklamasi berkelanjutan ini juga bertujuan untuk memberikan sumber penghasilan alternatif bagi masyarakat di sekitar tambang.

Sebagai salah satu produsen timah terbesar di Indonesia yang menjalankan reklamasi berkelanjutan, RBT akan mengembalikan lahan seluas 50 hektar bekas pertambangan untuk digunakan sebagai kawasan konservasi lahan, agrikultur, agrowisata, dan eco-education yang ingin memastikan bahwa semua aktivitas pertambangan pertambangan dikelola dengan mengedepankan kepentingan lingkungan.

Upaya ini merupakan bukti komitmen RBT untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung upaya pemerintah untuk mencegah perubahan iklim.

Direktur PT Refined Bangka Tin (RBT), Reza Ardiansyah mengatakan, pihaknya ingin jadi inisiator Reklamasi Berkelanjutan dengan merevitalisasi lahan dan membuat lahan tersebut bermanfaat bagi masyarakat setempat.

"Sesuai dengan slogan khas Bangka Belitung, Bumi Sepintu Sedulang atau gotong royong, RBT ingin mengajak semua pelaku bisnis dan industri timah khususnya, juga komunitas lokal untuk bergabung dalam gerakan ini dan mendukung kebijakan pemerintah dalam kemandirian pangan dan energi serta kelestarian lingkungan," kata Reza dalam paparanya di Bangka Belitung, Selasa (15/8/2017).

Sebagai langkah awal yang di inisiasi oleh RBT, nantinya status lahan tersebut direncanakan akan berubah menjadi hak guna bangun (HGU) Koperasi Desa, sesuai dengan himbauan pemerintah agar program reklamasi dapat berkelanjutan.
 
Diatas lahan seluas 50 hektar di Desa Penyamun, Kabupaten Bangka, RBT akan mengembangkan proyek tersebut sebagai percobaan berbasis riset. Lahan-lahan ini rencananya akan dikembangkan untuk menjadi lahan produktif agrikultur dengan tanaman pangan bernilai ekonomis. Nantinya, hasil dari pengembangan lahan tersebut dapat diduplikasikan atau dikembangkan ketempat lain, serta dijadikan referensi agrowisata dan eco-education bagi masyarakat.

Ketua Asosiasi Eksportir Timah (AETI) Jubin Sufianto mengatakan, pihaknya mendukung program reklamasi berkelanjutan RBT yang menekankan kesejahteraan dan kontribusi bagi negara secara simutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat setelah tambang timah melewati masa produksinya,

"Hal ini sesuai dengan cita cita kami mewujudkan industri timah yang mengedepankan kelestarian lingkungan atau green mining," ungkapnya.

Program reklamasi berkelanjutan RBT sejalan dengan himbauan pemerintah bagi pelaku usaha pertambangan tentang reklamasi dan pasca tambang untuk menata, memulihkan dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem supaya dapat berfungsi kembali.

PT Refined Bangka Tin (RBT) merupakan perusahaan produsen (smelter)) timah berkelanjutan yang didirikan pada tahun 2007 dan memiliki wilayah operasi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. RBT berencana untuk menjalankan Program Reklamasi Berkelanjutan secara bertahab dalam beberapa tahun kedepan.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Dirut BRI, Menkeu dan Komisaris BRI

Rabu, 29 Januari 2020 - 20:41 WIB

Menkeu Sri Mulyani Apresiasi BRI Fokus Kembangkan UMKM

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani mendukung strategi PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Persero) Tbk untuk fokus memperkuat bisnis di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) karena memiliki…

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita ketika mewakili Presiden Joko Widodo pada acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Gabungan Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI)

Rabu, 29 Januari 2020 - 17:06 WIB

Buka Rapim Gapensi, Menperin Sebut Industri Pendukung Jasa Konstruksi Masih Prospektif

Industri pendukung jasa konstruksi dinilai masih memiliki prospek bisnis yang cukup besar ke depannya, seiring gencarnya program pembangunan infrastruktur di dalam negeri.

Launching I Konser yang hadir di Indihome

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:23 WIB

Indihome Sediakan i Konser Gaet Penikmat Musik

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui brand IndiHome terus berupaya menyediakan produk dan layanan yang berkualitas bagi seluruh segmen pelanggannya.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia (Tengah)

Rabu, 29 Januari 2020 - 16:00 WIB

Lampaui Target, Realisasi Investasi Tahun 2019 Tembus 800 Triliun

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pencapaian realisasi investasi periode Triwulan IV (Oktober-Desember) 2019 sebesar Rp 208,3 triliun, meningkat 12…

Check Point Software Technologies Ltd

Rabu, 29 Januari 2020 - 15:25 WIB

Check Point Software Launches New Global Partner Program to Accelerate and Scale Channel Success

Check Point® Software Technologies Ltd, a leading provider of cyber security solutions, today announced the launch of its new global partner program. Developed in close consultation with hundreds…