INDUSTRY.co.id -. Bandung – PERSIB, klub sepak bola profesional Indonesia, bersama PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Bandung melalui program ‘Sampurasun’.
Kali ini, kedua pihak menyelenggarakan diskusi bertema ‘Jurus UMKM Naik Kelas’ yang bertujuan meningkatkan literasi finansial bagi pelaku UMKM, membantu mereka memperkuat bisnis di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
CEO dan Lead Financial Trainer QM Financial, Ligwina Hananto, yang menjadi narasumber dalam acara ini, menekankan tiga aspek utama yang harus diperhatikan oleh pelaku UMKM untuk mencapai kesuksesan. Pertama, mereka harus menentukan apakah ingin tetap sebagai pedagang atau melangkah lebih jauh menjadi pebisnis. Kedua, pemahaman akan pentingnya laporan keuangan sederhana. Ketiga, pentingnya memiliki rencana bisnis yang terstruktur dan jelas.
“Semua bisnis memang dimulai dari berdagang, tetapi tidak semua pedagang otomatis menjadi pebisnis. Oleh karena itu, penting bagi pelaku UMKM untuk memperhatikan ketiga aspek ini agar bisa naik kelas,” ujar Ligwina dalam acara yang diadakan di ITB Innovation Park, Bandung.
Jonathan Kriss, Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami), menggarisbawahi pentingnya literasi finansial dalam menjalankan bisnis. Menurutnya, pemahaman terhadap layanan keuangan yang tepat sangat krusial, baik dari sisi manfaat maupun risiko, terutama bagi pelaku UMKM yang sedang mengelola keuangan bisnis mereka.
“Di tengah semakin beragamnya layanan keuangan yang tersedia, penting bagi pelaku UMKM untuk memahami pengelolaan keuangan yang baik, termasuk memahami risiko terkait. Selain itu, sebagai penyedia layanan keuangan digital, kami memiliki tanggung jawab untuk membantu meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya bagi UMKM,” kata Jonathan.
Di tengah meningkatnya indeks literasi keuangan di Indonesia yang mencapai 65,43 persen pada 2024, Jonathan mengingatkan bahwa angka ini masih jauh di bawah indeks inklusi keuangan yang mencapai 85,10 persen. Kondisi ini membuka peluang bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan tindakan penipuan, yang kian beragam bentuknya.
Sebagai bentuk tanggung jawab sosial, AdaKami secara rutin mengadakan diskusi finansial seperti yang dilakukan bersama PERSIB kali ini, guna meningkatkan wawasan finansial para pelaku UMKM. Melalui program ini, mereka berharap dapat mengurangi kesenjangan literasi dan inklusi keuangan, serta mencegah masyarakat terjerat modus penipuan.
Putra Kartono, Head of Business Development PT PERSIB Bandung Bermartabat, menyatakan bahwa kolaborasi dengan AdaKami dalam program ini merupakan bukti nyata komitmen PERSIB untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat Bandung.
“Melalui program ini, kami berharap pelaku UMKM dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengembangkan bisnis mereka, sehingga mampu bersaing dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkap Putra.