INDUSTRY.co.id - Mamuju, Sulbar - Literasi bukan hanya tentang kemampuan membaca dan menulis, melainkan juga merupakan kunci untuk mengembangkan potensi daerah dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan. 

Advertisement

Pernyataan ini disampaikan oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar), Bahtiar Baharuddin, saat membuka Safari Literasi Duta Baca Indonesia di Mamuju, Sulawesi Barat, pada Kamis, 15 Agustus 2024.

Bahtiar menekankan pentingnya literasi dalam memampukan masyarakat untuk memahami dan memanfaatkan sumber daya lokal secara lebih efektif. Hal ini, katanya, akan menciptakan peluang usaha baru dan meningkatkan daya saing daerah. 

Advertisement

"Literasi memiliki peran krusial dalam menggerakkan roda ekonomi di daerah," tegas Bahtiar.

Menurut Bahtiar, banyak potensi di daerah yang belum tergarap optimal karena keterbatasan pengetahuan dan akses terhadap informasi. Literasi, dalam hal ini, menjadi jembatan yang dapat mengatasi keterbatasan tersebut, membantu masyarakat untuk lebih berdaya dalam memanfaatkan peluang yang ada.

Advertisement

Menanggapi hal tersebut, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas), menjelaskan bahwa Perpusnas telah meluncurkan program Gerakan Literasi Daerah sebagai bentuk penguatan literasi di masyarakat desa. 

Program ini, yang dicanangkan oleh Wakil Presiden RI pada peringatan HUT ke-44 Perpusnas tahun ini, bertujuan untuk memberikan akses literasi yang lebih luas dan bermutu kepada masyarakat desa.

Advertisement

"Kami memberikan bantuan bahan bacaan bermutu kepada 10 ribu perpustakaan desa yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga masyarakat desa bisa mengoptimalkan potensi daerahnya melalui pengetahuan dan informasi yang terdapat dalam buku," ungkap Adin.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sulawesi Barat, Khaeruddin, menambahkan dalam sesi bincang interaktif bahwa ia berharap adanya peningkatan indeks literasi di Sulawesi Barat. Menurutnya, kualitas literasi yang baik akan berkontribusi langsung pada pembangunan sumber daya manusia yang lebih berkualitas di daerah tersebut.

Budayawan Sulawesi Barat, Suparman, turut memberikan pandangannya mengenai misi Duta Baca Indonesia yang bertemakan "Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat".  Suparman melihat misi ini sebagai inspirasi besar bagi generasi muda, mendorong mereka untuk menjadikan aktivitas membaca dan menulis sebagai bagian integral dari kehidupan sehari-hari.

"Ini adalah cara untuk menciptakan generasi yang unggul, cerdas, dan berdaya saing," ujarnya.

Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, menutup acara dengan sebuah pesan inspiratif. 

"Inilah salah satu dari manfaat literasi bagi pembangunan. Siapapun bisa menciptakan perubahan positif bagi sekitarnya," pungkasnya.