Kinerja Industri Semen Berdampak Perlambatan Aktivitas Konstruksi

Oleh : Ahmad Fadli | Selasa, 01 Agustus 2017 - 11:54 WIB

Ilustrasi Pabrik Semen.
Ilustrasi Pabrik Semen.

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kinerja yang ditunjukkan industri semen dinilai terdampak perlambatan aktivitas konstruksi sehingga perusahaan seperti PT Holcim Indonesia Tbk mengalami penurunan penjualan.

Laporan kinerja keuangan perusahaan Holcim semester I-2017 yang diterima di Jakarta, Senin (31/7/2017) menyebutkan, perlambatan aktivitas konstruksi terutama pada saat bulan Ramadan pada kuartal kedua tahun 2017.

Hal itu menyebabkan perusahaan mengalami penurunan penjualan sebesar 10 persen menjadi Rp4.288 milyar. Perusahaan mencapai penurunan biaya-biaya hingga 2 persen yang mencerminkan keberhasilan perusahaan dalam melaksanakan program-program efisiensi.

Asosiasi Perusahaan Semen Indonesia menyatakan, konsumsi semen nasional tercatat hanya mencapai 29 juta ton pada semester pertama tahun ini atau turun 1,2 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Perlambatan penyerapan dari sektor perumahan dianggap sebagai penyebab selain libur panjang yang menunda proyek-proyek pembangunan pada dua pertiga periode enam bulan pertama tahun ini.

Semester kedua diproyeksikan akan terjadi peningkatan seiring dengan kembali aktifnya kegiatan konstruksi dan sentimen positif terhadap estimasi proyek-proyek yang dilakukan baik oleh Pemerintah maupun swasta.

Sebelumnya, Asosiasi Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi) menyatakan dampak pembangunan infrastruktur secara besar-besaran mulai terasa selama Lebaran 2017.

Sekjen Gapensi Andi Rukman Karumpa menyebutkan, hal tersebut terlihat antara lain dari semakin lancarnya transportasi mudik dan stabilitas harga barang menjelang masa Idul Fitri.

"Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya terjadi insiden dan kemacetan luar biasa, kali ini transportasi dan perhubungan lancar. Harga-harga barang juga stabil untuk kebutuhan pokok," kata Andi.

Menurut dia, kelancaran dan stabilitas harga tersebut merupakan dampak dari pembangunan infrastruktur secara besar-besaran selama ini. Sekjen Gapensi juga mengingatkan membangun infrastruktur secara masif sebuah keniscayaan.

Selama periode 2015 hingga 2019, pemerintah menargetkan pembangunan 15 bandara baru, 24 pelabuhan, 2.650 km jalan nasional, 1.000 km jalan tol, 3.258 km jalur kereta api, dan 60 pelabuhan penyeberangan dengan kebutuhan dana mencapai Rp5.519 triliun.

"Kencangnya pembangunan infrastruktur tersebut membuat Gapensi optimistis sektor konstruksi akan kembali masuk dalam tiga besar penyumbang Produk Domestik Bruto nasional tahun ini. Meski, pada kuartal I-2017 sektor ini hanya di posisi keenam penyumbang PDB," ujar Andi. (Ant)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Perizinan SIKM

Minggu, 31 Mei 2020 - 20:15 WIB

Cek Fakta SIKM Pemprov DKI Jakarta

Perizinan SIKM telah dibuka sejak Jumat, 15 Mei 2020. Pemohon disarankan untuk mengajukan perizinan SIKM secara bijak sebelum melakukan perjalanan dengan hindari dilakukan pada waktu yang mendesak…

Konsep Micro Farming

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:45 WIB

Micro Farming Solusi Masyarakat Terdampak Pandemi Covid-19

Micro farming adalah pertanian keluarga dengan memanfaatkan lahan terbatas di pekarangan atau sekitar rumah dengan budidaya pertanian produktif

Pemakaman Pasien Covid-19

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:15 WIB

Gawat! Kasus Kematian Covid-19 di Jatim Makin Mendekati DKI Jakarta

Kasus kematian akibat pandemi virus corona (COVID-19) di Jawa Timur kembali melonjak pada hari ini.

Olah Raga Memanah Tingkatkan Kemampuan Prajurit Marinir

Minggu, 31 Mei 2020 - 18:00 WIB

Olah Raga Memanah Tingkatkan Kemampuan Prajurit Marinir

Komandan beserta Perwira Staf Mako Brigif 2 Marinir melaksanakan latihan memanah dalam rangka meningkatkan kemampuan dan keterampilan memanah bagi Perwira Brigif 2 Marinir di Bhumi Marinir Gedangan,…

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria

Minggu, 31 Mei 2020 - 17:30 WIB

Anies Ingatkan ASN: Didepan Seragam Kita Ada Simbol Negara, Tugas Kita Menomorsatukan Rakyat Daripada Diri sendiri

"Saya ingatkan kepada kita semua, di sisi depan baju seragam kita ada simbol abdi negara. Itu bukan sekedar ornamen seragam, itu adalah wujud sikap kita. Kita adalah penyelenggara negara,"