INDUSTRY.co.id - Jakarta- Presiden Direktur PT Pertamina EP Nanang Abdul Manaf mengatakan, sejumlah proyek yang ditanganinya mengalami kemajuan cukup signifikan.

Advertisement

Menurut dia, dalam rilis di Jakarta, Kamis (27/7/2017) di proyek Paku Gadjah Development Project (PGDP), Sumsel, saat ini sudah serah terima fasilitas produksi SPG Pakugajah berkapasitas 45 MMSCFD dan SPG Kuang 25 MMSCFD ke Pertamina EP Asset 2.

Abdul Manaf menyampaikan laporan kemajuan proyek tersebut di hadapan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Elia Massa Manik saat mengunjungi "booth" anak perusahaan Pertamina di Forum Sharing Teknologi Hulu Pertamina di Makassar, Kamis, yang juga dihadiri sejumlah pemangku kepentingan hulu migas.

Advertisement

Dalam kegiatan, yang digelar 25-27 Juli 2018 dan dimaksudkan mendorong terciptanya temuan baru dalam teknologi hulu, Pertamina EP menampilkan beberapa pengembangan teknologi yang telah diterapkannya.

Kepada jajaran direksi Pertamina ketika mengunjungi "booth", Abdul Manaf menjelaskan, PGDP merupakan proyek pengembangan lapangan gas di area Pagardewa, Kuang, dan Gajah di Kabupaten Muara Enim dan Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumsel.

Advertisement

"Status saat ini PGDP sedang serah terima fasilitas produksi SPG Pakugajah kapasitas 45 MMSCFD dan SPG Kuang 25 MMSCFD ke PEP Asset 2," jelasnya.

Tujuan PGDP adalah mempercepat monetisasi aset, sehingga mendapatkan potensi eksplorasi di struktur Pagardewa, Karangdewa, Prabumenang, Tasim, Pemaat, Kuang Selatan, Lavatera, dan Piretrium, sehingga dapat diproduksikan secara ekonomis.

Advertisement

"Proyek ini merupakan integrasi dari fasilitas produksi yang telah ada, yaitu metering Pagardewa, SPG Merbau, EPF Sewa, SP Kuang Eksisting, dan SP PGN," lanjut Abdul Manaf.

PGDP juga telah mendapatkan penghargaan dalam ajang Pertamina Awards 2016 dalam kategori Strategic Initiatives: Proyek Prioritas Investasi.

Selain PGDP, beberapa teknologi yang ditunjukkan oleh Pertamina EP antara lain sistem operasi terpadu (SOT) yang merupakan sistem untuk memastikan validitas angka operasi produksi melalui jaringan.

Sedangkan teknologi lainnya adalah "special design parameter survey seismic 2D" (CROCKER) yang diterapkan di Area Bunyu.

Teknologi tersebut menambah sumber daya 2C migas baru dengan nilai sebesar 30 triliun serta pengakuan dari APH Hulu lainnya.

Improvisasi itu juga sudah diakui dalam CIP tingkat Pertamina EP hingga APQA PT Pertamina (Persero).

Bahkan, kini sedang dalam proses pembuatan HAKI dan persiapan dalam kompetisi internasional.

Teknologi lainnya yang sudah diterapkan pada Matindok Gas Development Project (MGDP) adalah teknologi "bio sulfur recovery unit" (BSRU) yaitu teknologi untuk mengambil kandungan Sulfur dalam gas asam setelah gas asam dipisahkan dari gas jual (sales gas).