INDUSTRY.co.id - Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) optimis geliat industri manufaktur pada tahun mendatang akan tetap ekspansi.
Dimana berdasarkan rilis Indeks Kepercayaan Industri (IKI) bulan Desember 2022 sebanyak 60,5% pelaku usaha menyatakan optimis kondisi ekonomi di tahun mendatang akan semakin membaik, dan 24,3% pelaku usaha menyatakan industri nasional akan stabil.
Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Ignatius Warsito menyebut bahwa tingginya angka optimisme sebesar 60,5% naik dari bulan sebelumnya sebesar 58,1%.
"Disamping itu optimisnya pelaku usaha juga didukung dengan kebijakan regulasi yang sudah dikeluarkan pemerintah, sehingga memudahkan para pelaku industri untuk mengakselerasi utilisasi industri," kata Ignatius Warsito, beberapa waktu lalu.
Bahkan, lanjutnya, Kemenperin memastikan dengan mendatangi langsung sejak dua bulan lalu guna memastikan kinerja industri membaik khususnya peningkatan produksi.
Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni mengatakan, industri manufaktur nasional terus menunjukkan geliat ekspansif di tengah perlambatan ekonomi global.
Hal ini tercermin dari hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang menyentuh level 50,90 pada Desember 2022. Angka tersebut meningkat 0,01 dibandingkan bulan November 2022 yang menyentuh level 50,89.
"Angka tersebut menunjukkan bahwa industri manufaktur Tanah Air masih dalam fase ekspansif," kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni di Jakarta, Jumat (30/12).
Dijelaskan Febri, dari 23 variabel subsektor industri manufaktur, tercatat 11 subsektor ekspansi, sedangkan 12 subsektor mengalami kontraksi.
Adapun share terhadap PDB triwulan III subsesktor yang ekspansi meningkat dari 71,3% menjadi 74,9%. Penyebab utamanya karena subsektor industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia yang memiliki share terhadap PDB industri pengolahan nonmigas sebesar 7,2%, meningkat nilai IKI -nya dari kontraksi menjadi ekspansi.
Lebih lanjut, Febri menuturkan bahwa semua indeks variabel pembentukan IKI pada bulan Desember 2022 mengalami ekspansi.
Peningkatan nilai IKI bulan Desember 2022 bersumber dari perubahan IKI persediaan produk yang pada bulan November mengalami kontraksi (47,23), menjadi ekspansi (54,27) di bulan Desember.
Menurutnya, pesanan domestik merupakan faktor dominan yang mempengaruhi indeks variabel pesanan baru.
"Hal ini terkait dengan nilai indeks variabel produksi. Sedangkan pesanan merupakan faktor dominan indeks variabel produksi dan persediaan produk," tutup Febri.