INDUSTRY.co.id - JAKARTA – PERURI resmi meluncurkan Sandbox Desain Chip Merah Putih, sebuah platform digital yang dirancang untuk mempercepat lahirnya talenta semikonduktor Indonesia sekaligus memperkuat kemandirian teknologi nasional. 

Inisiatif strategis ini menjadi langkah penting dalam mendukung kedaulatan digital Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan akan teknologi chip di berbagai sektor.

Peluncuran yang berlangsung di Gedung Subono Mantofani, Kantor PERURI Jakarta, dilakukan secara bersama oleh Direktur Utama PERURI Teguh Arief Indratmoko, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto, Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa, Wakil Kepala BP-BUMN Tedi Bharata, Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza, serta Rektor ITB Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara.

Di era digital, hampir seluruh layanan penting masyarakat seperti paspor elektronik, kartu identitas, hingga kartu pembayaran bergantung pada teknologi chip untuk menjamin keamanan data. Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan besar berupa minimnya jumlah talenta yang mampu merancang chip karena tingginya biaya perangkat lunak dan terbatasnya akses terhadap fasilitas praktikum.

Melalui Sandbox Desain Chip Merah Putih, PERURI berupaya menghilangkan hambatan tersebut dengan menyediakan ruang eksperimen digital yang dapat diakses secara gratis melalui browser. Platform ini memungkinkan mahasiswa, peneliti, startup, hingga pelaku industri mempelajari, mengembangkan, dan menguji desain chip tanpa harus mengeluarkan investasi besar.

Direktur Utama PERURI, Teguh Arief Indratmoko, menegaskan bahwa pengembangan teknologi chip merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kedaulatan negara melalui inovasi teknologi.

"Kemampuan merancang chip secara mandiri akan memberikan standar keamanan yang lebih tinggi bagi perlindungan dokumen dan data strategis nasional dari ancaman siber," kata Teguh. 

Selain itu, menurut Teguh, langkah tersebut juga berpotensi mengurangi ketergantungan terhadap teknologi luar negeri, menghemat devisa, dan meningkatkan posisi Indonesia dalam rantai industri semikonduktor global.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Brian Yuliarto menyambut baik peluncuran platform tersebut. Ia menilai penguasaan teknologi semikonduktor merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kedaulatan bangsa.

Brian berharap Sandbox Desain Chip Merah Putih mampu membangkitkan minat mahasiswa dan generasi muda Indonesia untuk mendalami teknologi semikonduktor melalui berbagai eksperimen dan riset.

Sementara itu, Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza menegaskan bahwa chip kini bukan sekadar komponen industri, melainkan aset strategis yang menentukan daya saing suatu negara.

Ia mengungkapkan bahwa pengembangan ekosistem semikonduktor nasional juga sejalan dengan penyusunan roadmap industri semikonduktor Indonesia, termasuk rencana pembangunan AI Data Center nasional yang diproyeksikan membutuhkan pasokan chip dalam jumlah besar.

Wakil Kepala BP-BUMN Tedi Bharata menilai fasilitas sandbox menjadi instrumen penting dalam melahirkan inovasi yang memiliki dampak luas bagi industri nasional. Menurutnya, platform tersebut dapat berfungsi sebagai ruang Proof of Concept (PoC) untuk menguji berbagai inovasi secara terukur sebelum diterapkan secara komersial.

Dukungan serupa datang dari Chief Technology Officer BPI Danantara Sigit Puji Santosa. Ia melihat Sandbox Desain Chip Merah Putih sebagai momentum penting untuk mempercepat kolaborasi Indonesia dengan perusahaan teknologi global seperti Arm, sekaligus memperkuat ekosistem industri chip nasional melalui dukungan kebijakan dan regulasi yang tepat.

Selain menjadi sarana pembelajaran bagi akademisi dan peneliti, platform ini juga membuka peluang besar bagi startup dan pelaku industri untuk membuat prototype chip secara digital sebelum memasuki tahap produksi fisik.

Peluncuran Sandbox Desain Chip Merah Putih menjadi tonggak baru dalam membangun sinergi antara pemerintah, BUMN, perguruan tinggi, dan dunia industri.