INDUSTRY.co.id - JAKARTA, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap masa depan Indonesia saat menghadiri acara syukuran 100 tahun Pondok Modern Darussalam Gontor, 19 September. Di hadapan para santri dan tamu undangan, Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia berada di jalur yang semakin baik setelah dua tahun pemerintahannya.

Prabowo mengatakan keyakinan tersebut bukan sekadar optimisme tanpa dasar. Menurut dia, pemerintah telah menunjukkan sejumlah capaian yang disebutnya sebagai bukti kerja nyata, mulai dari ketahanan pangan hingga perhatian terhadap sektor nelayan.

“Berdiri di depan rakyat Indonesia, saya sekarang tambah percaya diri. Karena 2 tahun ini, pemerintah yang saya pimpin dibantu oleh orang-orang hebat, menteri-menteri yang hebat, jenderal-jenderal yang hebat, gubernur-gubernur yang hebat, kita telah buktikan kepada bangsa Indonesia,” ujar Prabowo.

Ia menekankan bahwa pemerintah memilih menjadikan kerja cepat sebagai prioritas, terutama untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang tidak dapat ditunda.

“Fokus kita adalah kerja, kerja, kerja. Kerja dengan cepat. Rakyat yang lapar tidak bisa menunggu. Petani yang butuh pupuk tidak bisa menunggu,” katanya.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti perhatian pemerintah terhadap nelayan. Ia menyebut kelompok tersebut selama puluhan tahun belum mendapatkan perhatian yang memadai dari negara.

“Nelayan yang memerlukan bantuan yang tidak pernah dibantu selama 81 tahun Indonesia merdeka, kita sekarang akan mengurus nelayan-nelayan Indonesia,” ucapnya.

Prabowo kemudian menyebut sejumlah capaian yang menurutnya telah diraih pemerintah. Ia menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada pangan, memiliki cadangan pangan yang cukup, serta menyiapkan langkah antisipasi terhadap risiko cuaca ekstrem seperti El Niño dan kekeringan.

“Alhamdulillah, swasembada pangan sudah. Cadangan pangan kita cukup. Langkah-langkah kita sudah antisipasi cuaca yang tidak baik, El Niño, kekeringan, kita siap,” tutur Prabowo.

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia mulai menghentikan impor solar dari luar negeri sejak 1 Juli. Menurut Prabowo, berbagai capaian tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kemandirian nasional.

“Kita juga mulai 1 Juli yang lalu kita tidak impor solar dari luar negeri. Pokoknya banyak keberhasilan kita, sudah ada di buku di depan Saudara-saudara,” katanya.

Di hadapan para santri dan santriwati Gontor, Prabowo kemudian mengajak generasi muda mengambil peran dalam melanjutkan pembangunan Indonesia. Ia meminta para generasi penerus mempelajari berbagai capaian yang telah dilakukan sekaligus menatap masa depan dengan optimisme.

“Pelajari, percaya masa depan Indonesia baik, masa depan Indonesia cerah. Dan kalian, santri-santriwati, anak-anakku sekalian, kalianlah yang akan ambil alih, kalianlah yang akan meneruskan perjuangan kita,” ujar Prabowo.

Pesan tersebut menjadi penutup pidatonya: pembangunan Indonesia, menurut Prabowo, bukan hanya tanggung jawab pemerintah hari ini, tetapi juga amanah yang akan diteruskan generasi muda.