Peran Industri Mempercepat Kemajuan Ekonomi

Oleh : Redaksi | Jumat, 02 September 2016 - 16:40 WIB

Peran Industri Mempercepat Kemajuan Ekonomi
Peran Industri Mempercepat Kemajuan Ekonomi

Oleh: Hyanto Wihadhi, Direktur Kawasan Industri Kendal

 

Persaingan global saat ini menghadang di hadapan kita. Menuntut kecepatan, akurasi, kreativitas, dan konsistensi yang tinggi untuk menjadi pemenang. Berbagai inovasi terus dipacu untuk meraih kemenangan yang diharapkan. Sejalan dengan itu, regulasi dan keberpihakan pemerintah pada pelaku usaha mutlak diperlukan untuk mewujud suatu mimpi menjadi kenyataan.

Hal ini sejalan dengan semangat Nawa Cita yang diemban pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Suatu upaya menembus batas daya saing di pasar internasional sekaligus meningkatkan produktivitas rakyat. Tujuannya, agar bangsa Indonesia bisa bangkit, bekerja keras dan sejajar dengan negara maju di Asia lainnya. Tidak heran jika kemudian rakyat menyebut pemerintahan Jokowi-JK sebagai Kabinet Kerja.

Kontribusi Bersama
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I-2016 naik sebesar 5,04% dibanding periode yang sama tahun 2015. Pertumbuhan terjadi pada hampir semua lapangan usaha, kecuali Pertambangan dan Penggalian yang mengalami kontraksi sebesar 1,01%. Pertumbuhan tertinggi dicapai oleh Jasa Keuangan dan Asuransi sebesar 11,37%, diikuti Informasi dan Komunikasi sebesar 8,39%, dan Jasa Lainnya 7,90%.

Sementara itu, laju pertumbuhan Industri Pengolahan hanya naik 4,68%, padahal dari sisi sumber pertumbuhan triwulan II-2016 secara tahunan atau year on year/yoy, Industri Pengolahan menjadi sumber terbesar yaitu 1,03% dari total Sumber Pertumbuhan triwulan II-2016 sebesar 5,18%. Data tersebut memberi pemahaman bahwa Industri Pengolahan hingga saat ini menjadi tulang punggung bagi perekonomian nasional.

Namun bisa dibayangkan, meski menjadi primadona perekonomian nasional, laju pertumbuhan Industri Pengolahan cukup lamban. Implikasinya adalah, geliat perekonomian juga mengalami kontraksi dan kurang signifikan mendorong roda ekonomi.

Hal ini tentu menjadi pekerjaan rumah yang sangat serius bagi pemerintah. Sebab, Industri Pengolahan merupakan sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja dan investasi. Jika tidak segera diantisipasi, maka dipastikan ekonomi nasional sulit mencapai ambang batas yang diharapkan. Sinergi seluruh pihak terkait menjadi keharusan yang mutlak diperlukan guna memberikan kontribusi bersama bagi pembangunan nasional.

Semangat KIK Park
Berbekal semangat kemerdekaan dan jiwa nasionalisme yang dalam, PT Jababeka Tbk, mencoba mengambil peran aktif bersinergi membangun Indonesia. Baik untuk selaras dengan semangat Nawa Cita maupun untuk berkontribusi aktif dalam perekonomian nasional.

Kawasan yang memiliki area seluas 2.700 ha itu, menjadi kawasan terintegrasi pertama di Provinsi Jawa Tengah.

Target investasi sementara yang diharapkan mencapai kisaran Rp 20 triliun, dengan penciptaan 15.000 lapangan kerja. Berlokasi di tepi pantai tepat di tengah koridor pertumbuhan ekonomi Jakarta-Semarang-Surabaya. Kawasan ini terdiri dari kawasan industri, perumahan, dan komersial yang akan dibangun dalam beberapa tahap. Juga direncanakan akan memiliki beberapa kluster industry seperti Fashion City, Food City, Furniture Hub, dan Building Material Zone. Setiap kluster ini akan terdiri dari perusahaan dari berbagai tahap proses produksi, mulai dari proses bahan baku hingga desain produk serta produksi dan pemasaran produk yang telah jadi.

Kawasan itu semakin menarik dan bernilai tinggi dengan telah dimulainya berbagai pembangunan infrastruktur pendukung kawasan tersebut. Hal itu tertuang dalam Perpres Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional, yang telah menunjuk kawasan Kendal, Semarang dan sekitarnya sebagai area kawasan industri prioritas.

Pembangunan infrastruktur dimaksud di antaranya, upgrading Bandara Internasional Ahmad Yani, jalan tol Pejagan, Pemalang, Batang, Semarang, Solo, hingga Surabaya yang akan memudahkan akses Jakarta hingga Surabaya. Termasuk pembangunan double track kereta api yang menghubungkan Jakarta, Kendal, dan Surabaya serta pembangunan jalur pipa gas alam yang akan melalui Kawasan Kendal dan diharapkan akan beroperasi pada tahun 2020. Intinya, Kawasan Industri Kendal Park by the Bay ini akan menghadirkan Kota Singapura di Jawa Tengah. Baik dari sisi kualitas, kuantitas, dan pesona investasinya.

Daya Tarik Investasi
Seorang teman pernah berkata, ‘Untuk mendapatkan pinjaman dalam jumlah besar, Anda harus mulai menerima pinjaman dalam jumlah kecil. Sehingga setelah perbankan melihat kinerja pengembalian kredit Anda yang baik dan tertib, maka muncul kepercayaan perbankan untuk mulai menawarkan pinjaman yang lebih besar lagi. Artinya, masalah kepercayaan memerlukan waktu dan ujian konsistensi dari pihak-pihak terkait’.

Harus diakui, bahwa daya tarik investor untuk berinvestasi di Jabodetabek dan sekitarnya masih sangat tinggi. Selain ketersediaan infrastruktur memadai, regulasi dan jalur distribusi yang efektif serta efisien, masalah kepercayaan juga menjadi alasan utama investor enggan jauh berinvestasi dari Jabodetabek. Karena itu, pemerintah terus berupaya menggeser dan mendistribusikan investasi ke daerah lain diluar Jabodetabek dan sekitarnya. Tujuannya, agar tercipta pemerataan investasi di seluruh Indonesia.

Langkah ini tentu harus diikuti dengan pembenahan regulasi, infrastruktur yang semakin masif dan memadai di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk upaya meningkatkan kepercayaan investor kepada suatu daerah. Sehingga penyebaran industri secara merata dapat diwujudkan di Indonesia, dan dampaknya setiap daerah mampu meningkatkan daya saingnya.

JJ. Rousseau pernah berkata bahwa hidup itu bukanlah soal bernafas saja, tetapi soal bertindak secara nyata untuk sebuah pembaruan. Dalam hal ini PT Jababeka Tbk, berupaya bertindak dengan mengembangkan Kawasan Industri Kendal Park by the Bay di Semarang bagi sebuah pembangunan ekonomi yang diharapkan. Melakukan terobosan dalam meningkatkan daya tarik investasi di daerah potensial.

Semangat Kebangsaan
Pembangunan Kawasan Industri Kendal ini memuat 3 semangat kebangsaan yang menjadikan optimisme keberhasilan bisa segera diwujudkan bersama, seperti success story yang telah disajikan oleh Kawasan Industri Jababeka di Cikarang, Bekasi.

Pertama, salah satu poin Nawa Cita yang diprioritaskan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla adalah, meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional, sehingga Indonesia bisa maju dan bangkit bersama bangsa-bangsa Asia lainnya. Melalui pembangunan berbagai infrastruktur yang dilakukan pemerintah secara intens, optimisme keberhasilan terpampang di depan mata.

Kedua, bermodal Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 106 ayat 1 yang menyebutkan perusahaan industri yang akan menjalankan industri, wajib berlokasi di Kawasan Industri. Maka pembangunan Kawasan Industri Kendal ini menjadi terobosan penting bagi upaya menekan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sektor industri. Prinsipnya, mengedepankan UU dengan tetap memerhatikan daya beli masyarakat dan kelestarian lingkungan hidup.

Ketiga, bekerjasama dengan Sembawang Corporation (Sembcorp) Development, semakin membangkitkan optimisme untuk menjadikan Kendal sebagai Kota Singapura di Jawa Tengah. Sebagai kolaborasi terbaik, PT Jababeka bertugas untuk mengelola administrasi dan produksi tenant di dalam kawasan, sehingga mengutamakan penggunaan produk-produk dan bahan baku lokal bagi setiap tenant. Sedangkan Sembcorp bertugas untuk mendatangkan para investor kelas dunia agar berinvestasi dalam Kawasan Industri Kendal Park by the Bay. Itu sebab, melalui kerja sama tersebut seluruh pihak siap mewujudkan kawasan ini menjadi kawasan terintegrasi pertama di Jawa Tengah.  (Detik finance)

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Veolia

Senin, 24 Juni 2019 - 21:05 WIB

Veolia Water Technologies Establishes Asia Pacific Headquarters in Kuala Lumpur

Veolia Water Technologies, a leading solutions provider for both water and wastewater treatment, is pleased to announce the formation of its regional headquarters in Kuala Lumpur. The move from…

Suasana Konferensi Pers menyambut Harkopnas 2019 yang bakal diselenggarakan pada 12-14 Juli

Senin, 24 Juni 2019 - 20:59 WIB

Ini Alasan Harkopnas 2019 Diadakan di Purwokerto

Penetapan Purwokerto sebagai kota penyelenggara acara puncak Harkopnas 2019 adalah keputusan bernilai sejarah yang menarik.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde (Foto Dok Industry.co.id)

Senin, 24 Juni 2019 - 20:00 WIB

IMF: Perang Dagang AS-Tiongkok Tak Ada Pihak yang Diuntungkan

Ketegangan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok tidak akan menguntungkan pihak mana pun dalam jangka panjang, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde…

Ilustrasi Ekspor (ist)

Senin, 24 Juni 2019 - 19:45 WIB

Pemerinah Bakal 'Nendang' Ekspor Lewat Insentif Fiskal

Pemerintah terus melakukan terobosan kebijakan yang dapat menggairahkan iklim usaha di dalam negeri sehingga turut memacu pertumbuhan ekonomi. Salah satu langkah strategisnya, yang dalam waktu…

LinkedIn

Senin, 24 Juni 2019 - 18:10 WIB

LinkedIn: Tiga Rising Skills Ini Pengaruhi Inovasi dan Transformasi Perusahaan di Indonesia

LinkedIn, jaringan profesional terbesar di dunia, meluncurkan Laporan Future of Skills 2019, yang mengidentifikasi 10 rising skills (peningkatan keterampilan) yang paling tinggi di antara…