Saham Jeblok, Defisit Masih Rp6,99 Triliun, Investor KB Bukopin Jangan Harapkan Dividen

Oleh : Abraham Sihombing | Kamis, 24 November 2022 - 20:11 WIB

Gedung Pusat KB Bukopin
Gedung Pusat KB Bukopin

INDUSTRY.co.id - Jakarta - Harapan para pemegang saham emiten yang tercatat di Bursa Efek Indonesia tentunya adalah membuahkan hasil investasi berupa capital gain dan dividen yang diperoleh dari kinerja positif perusahaan yang menjadi tujuan investasi sang investor.

 

Namun, sayangnya bagi para investor PT KB Bukopin Tbk (BBKP) jangan berharap dividen dahulu. Karena pembagian dividen di dalam suatu perseroan terbatas (Perseroan) diatur dalam Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) dan anggaran dasar Perseroan, sepanjang tidak bertentangan dengan UU PT.

 

Berdasarkan UU PT, seluruh laba bersih dikurangi penyisihan untuk cadangan dibagikan kepada pemegang saham sebagai dividen, kecuali ditentukan lain dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). Cadangan adalah jumlah tertentu dari laba bersih setiap tahun buku yang digunakan untuk cadangan, sebagaimana diputuskan oleh RUPS.

 

Dividen hanya boleh dibagikan apabila Perseroan mempunyai saldo laba yang positif. Adapun yang dimaksud dengan saldo laba positif adalah laba bersih Perseroan dalam tahun buku berjalan yang telah menutup akumulasi kerugian Perseroan dari tahun buku sebelumnya.

 

Mengacu peraturan tersebut, BBKP dipastikan tidak akan membagikan dividen dalam waktu dekat karena dalam posisi ekuitas BBKP per 30 Juni 2022 ternyata defisit senilai Rp6,99 triliun atau membengkak jauh dibandingkan 31 Desember 2021 yang hanya Rp3,66 triliun. Ini terdorong lonjakan rugi BBKP yang mengalami rugi bersih senilai Rp3,32 triliun per 30 Juni 2022 dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp162,45 miliar.

 

Sepanjang 2022 saham BBKP sudah terjun 51,82 persen atau 142 poin dari harga di 3 Januari 2022 yang masih Rp274 per saham dan hingga penutupan kemarin, Rabu 23 November 2022 telah turun ke Rp132 per saham. Hal ini menunjukkan bahwa investor yang telah berinvestasi di saham BBKP sepanjang periode tersebut tidak meraih keuntungan hasil selisih beli dan jual atau capital gain.

 

Slamet Haryanto Pradhana, Sekretaris Perusahaan BBKP, sebelumnya pernah mengatakan, BBKP telah menutup 79 cabang hingga Oktober 2022 dan masih ada satu cabang lagi yang akan di tutup hingga akhir tahun ini. Penutupan cabang ini sejalan dengan klaim perseroan yang akan menjadi bank digital di masa depan.

 

Dalam rilis resminya, BBKP menyatakan, digitalisasi dapat dibagi ke dalam beberapa sisi, yaitu eksternal dari sisi nasabah dan internal dari sisi bank. Bagi perbankan, hubungan antara bank dan nasabah harus senantiasa dijaga melalui pertemuan secara fisik maupun non fisik. Dengan kata lain, digitalisasi memang perlu diadaptasi dan diimplementasikan.

 

Kendati demikian, BBKP menjelaskan bahwa keberadaan kantor cabang perbankan secara fisik masih dibutuhkan oleh bank untuk memenuhi kebutuhan nasabah yang ingin mendapat layanan keuangan khusus. Langkah BBKP menutup kantor cabang dan cabang pembantu merupakan langkah optimalisasi.

 

“Objectivenya, penutupan kantor cabang dan cabang pembantu merupakan optimalisasi jaringan kantor dengan jumlah yang tepat dan layanan yang tetap dapat terjangkau oleh nasabah,” ujar Slamet.

 

Selain itu, penutupan jaringan cabang dalam jumlah besar ini menjadi langkah optimalisasi biaya. Dana operasional cabang yang ditutup dapat dialihkan menjadi peningkatan layanan.  “Optimalisasi biaya yang dapat dialokasikan untuk memberikan layanan yang lebih baik dan menarik untuk nasabah, contohnya upgrade cabang dengan tipe baru yang lebih modern dengan layanan komunitas,” papar Slamet. 

 

BBKP sendiri belum mengeluarkan laporan keuangan kuartal III/2022. Berdasarkan laporan ke Bursa Efek Indonesia, perusahaan akan menerbitkan laporan keuangan yang diaudit sehingga memiliki waktu tambahan.

 

Terbaru KB Bukopin tengah menyiapkan aksi korporasi berupa right issue VII. Dalam prospektus per 24 Oktober 2022, perusahaan akan menerbitkan 120 miliar saham baru kelas B dengan nominal Rp100. Harga pelaksanaan right issue sendiri akan diumumkan kemudian setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang direncanakan Rabu 30 November 2022 mendatang.

 

Dalam prospektus juga disebutkan, saat ini BBKP memiliki 41 kantor cabang, 234 kantor cabang pembantu, dan 3 kantor fungsional. Sedangkan ATM yang dioperasikan sebanyak 372 buah. Per Juni 2022, BBKP mengalami kerugian bersih Rp3,32 triliun dibandingkan periode yang sama pada 2021 meraih untung Rp162,45 miliar.***

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Pembangunan SPAM Sembalun di Kawasan Pariwisata Geopark Rinjani

Senin, 28 November 2022 - 09:11 WIB

Kementerian PUPR Mulai Bangun SPAM Sembalun di Kawasan Pariwisata Geopark Rinjani

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus meningkatkan akses air minum aman bagi masyarakat, khususnya di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Lombok-Mandalika,…

Pesan Menteri PUPR Bauki kepada Tim Dayung Indonesia yang Peroleh 11 Emas

Senin, 28 November 2022 - 06:00 WIB

Pesan Menteri PUPR Basuki kepada Tim Dayung Indonesia yang Peroleh 11 Emas

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) menyambut kepulangan Tim Dayung…

Danmenbanpur 1 Mar Bersama Satgas TNI AL Salurkan Logistik Peduli Gempa Bumi Cianjur

Senin, 28 November 2022 - 05:30 WIB

Danmenbanpur 1 Mar Bersama Satgas TNI AL Salurkan Logistik Peduli Gempa Bumi Cianjur

Komandan Resimen Bantuan Tempur 1 Marinir Kolonel Marinir Witarsa, S. Kom., M.M bersama Satgas TNI AL Marinir Peduli Cianjur bantu salurkan dukungan logistik ke masyarakan terdampak bencana…

Satgas TNI AL Peduli Cianjur Terlibat Dalam Pendistribusian Logistik Korban Bencana Cianjur

Senin, 28 November 2022 - 05:00 WIB

Satgas TNI AL Peduli Cianjur Terlibat Dalam Pendistribusian Logistik Korban Bencana Cianjur

Satgas TNI AL peduli Cianjur dikerahkan dan di sebar untuk membantu penyaluran pendistribusian logistik bertempat di Desa Gasol Rt03 Rw04, Kec. Cugenang, Kab. Cianjur Jawa Barat.

Prodia dan Alia Hospital Sepakat Tingkatkan Pelayanan Pasien

Senin, 28 November 2022 - 04:47 WIB

Prodia dan Alia Hospital Sepakat Tingkatkan Pelayanan Pasien

PT Prodia Widyahusada, Tbk. (kode saham : PRDA) resmi menjalin kerjasama dengan Alia Hospital (sebelumnya bernama RS Bunda Aliyah) dalam pengelolaan operasional laboratorium untuk mendukung…