Kota Cerdas (Smart City) Harapan dan Tantangan di Indonesia

Oleh : Hendra Triana | Minggu, 02 Juli 2017 - 16:35 WIB

Hendra Triana, Praktisi IT,Dosen dan Bisnis Analis
Hendra Triana, Praktisi IT,Dosen dan Bisnis Analis

INDUSTRY.co.id, Jakarta - Bersyukur pada Alloh Tuhan YME, saya berkesempatan menghadiri TALKSHOW Fintech untuk SMART Economy dan SMART City pada Selasa, tanggal 20 Juni 2017 di Balairung Soesilo Sudarman, Kementrian Pariwisata RI, diselenggarakan oleh APIC (Asosiasi Prakarsa Indonesia Cerdas ) dan Forum Penggiat Smart City.

Para Nara Sumber yang handal dan berkualitas dan kompeten, Walikota Denpasar mewakili APEKSI, Team Ahli Perwakilan Pemda DKI Jakarta, Ketua Kompartement SMART Economy, Dirjen APTIKA Kemkominfo, Direktur Fintech (Finance Technology) Bank Indonesia.

Acara tersebut menjadi lebih bergairah dengan Bp. Kemal A Stambul sebagai Senior Moderator (Pembina APIC)
Sambutan Sekretaris Jenderal APIC (Bp. Koswara) nuansa religius dan bergairah karena Seminar diadakan saat minggu akhir bulan Suci Ramadhan memberikan indicator sinar terang Kota Cerdas di Indonesia segera Terwujud.

Paparan Dewan Penatakelola perwakilan dari Kementrian Dalam Negeri yang begitu terstruktur dan gamblang bawa Indonesia bukan hanya Kotanya saja yang Cerdas tetapi Aparatur Sipil Negara dari Mulai Tingkat Kelurahan sampai Kepala Pemerintahannya Bupati, Walikota, Gubernur juga harus Cerdas.

Pengertian Kota Cerdas masih belum seragam paparnya, Ada daerah yang hanya baru implementasikan sistim IT Online sudah mengklaim sebagai Kota Cerdas, beberapa daerah meng-kopi landscape daerah lain yang belum cocok didaerahnya sebagai Kota Cerdas, Kota Bandung sebagai model Kota Cerdas gudangnya para Ilmuan beberapa kali dilanda banjir besar ditengah kota padahal dulu tidak pernah Banjir sebesar itu, diperlukan Road-Map yang interaktif sehingga perencanaan mudah dan skala prioritas dapat dilaksanakan dengan baik, banyak tumbuh Konsultan hanya Pencari Proyek Kota Cerdas, sehingga disarankan beliau perlu dibuat kebijakan Nasional dan saling mendukung tidak ego sektoral dan tidak ekonomi tinggi ( high cost) yang dikhwatirkan menciptakan arena Koruptif.

Pembicara Nara Sumber dari Team Ahli Pemda DKI Jakarta memaparkan studi banding yang telah dilakukan beberapa Negara maju akan diadopsi di Pemda DKI Jakarta, DKI Jakarta sebagai Barometer daerah lainnya di Indonesia sudah banyak menerapkan E-Money / Cash-less untuk beberapa sektor pelayanan Umum masyarakat dan akan lebih di integrasikan lagi dengan teknologi ICT yang sedang dan terus dikembangkan sehingga akan dinimati oleh seluruh kalangan masyarakat khususnya di wilayah DKI Jakarta.

Janji janji pada masyarakat akan segera dijawab dengan pengembangan Sumber daya dan kolaborasi Teknologi FINTECH masih terus dan sedang dikembangkan. Pelayanan Data terpusat yang dikembangkan sebelumnya akan jadi lebih dirasakan masyarakat sampai tingkat RT/RW, Kelurahan yang sekarang dengan data yang terdistribusi dan memudahkan update data setiap saat dan kondisi untuk keperluan dan Info layanan bagi masyarakat.

Nara sumber dan penuh pengalaman lapangan adalah Walikota Denpasar yang luar biasa, diinformasikan bahwa di kotanya sudah meng-implemtasikan Kota Cerdas lebih dahulu, fundamentalnya sederhanan paparnya, di kotanya sudah diimplementasikan sistim berbasis ICT seluruh masyarakat rajin melaporkan kondisi yang mereka lihat dilapangan lewat aplikasi yang diinstal di Gadgetnya, Jalan Berlubang, Penumpukan Sampah, Keamanan dan ketertiban lingkungan, dan sangat membantu para Aparatur Pemerintahan untuk siap siaga memberikan layanan pada masyarakat dengan cepat dan akurat.

Walikota sebagai Leader dalam hal ini jadi lebih care dan peduli sehingga masalah berhubungan dengan issue di masyarakat dapat segera dapat diatasi dengan mudah.

Hal lain tentang infomasi wabah penyakit seperti DBD, Penyakit Rabies dapat sesegera mungkin diinformasikan kepada masyarakat dan masyarakat secara partisifatif segera membantu pencegahannya.

Dilaksanakan solusi Bank Sampah, semua masyarakat peduli dan terbukti di kotanya sudah tidak terlihat sampah berserakan dengan solusi ini dan diharapkan pembayaran tunai bisa digantikan dengan teknologi Fintech e-money/cashless dapat di implementasikan di kotanya.

Konsep Kota Cerdas yang dilaksanakannya lebih kepada pemberian solusi dan antisipasi penangannya secara lebih cepat oleh para aparatur pemerintahannya walaupun beliau berharap penghargaan kepada aparaturnya kadang tidak sebanding dengan kinerja yang telah dikerjakan dan diberikan sebagai pelayan publik karena banyak keluhan juga saat diluar waktu jam kerja.

Pelayanan Pengaduan Hotline service Emergensi diharapkan mudah diingat dan satu pintu akan memudahkan masyarakat mengingat dan melakukannya, di contohkan panggilan nomor 112 untuk semua emergensi dan dapat diterima di operator pengaduan segera mungkin dapat ditindak lanjuti.

Hal lainnya beliau menyampaikan bahwa perlu data real dan faktual dari masyarakat langsung dan terkelola denga baik sehingga dapat membantu tugas aparat dalam penangan secara cepat, tepat dan terukur. Sistem E-Government yang sudah ada tetap dioptimalkan dan keberlangsungannya tetap dijaga sehingga fondasi Kota Cerdas ini akan lebih Optimal dan Kota Cerdas yang sesungguhnya dapat terlaksana dengan baik.

Nara Sumber berikutnya sebagai Ketua Kompartemen Smart Ekonomi mengusulkan bahwa Pentingnya Tranformasi Bisnis Proses dalam Implemementasi Kota Cerdas dengan mamanfaatkan ICT sebagai Pemicu semua aktifitas Bisnis Proses yang terjadi antara bagian dan Departmen lain yang terkait, dengan Optimalisasi Bisnis proses diharapkan mudah melihat keterkaitan dan independensi antar proses, mengukur waktu capai yang efisien, penangung jawab dan eskalasi yang diperlukan oleh tiap bagian sebagai pemilik proses (proses owner), dan kemudian hal yang standard dalam bisnis proses tersebut dapat diterapkan pada daerah lainnya, memudahkan pembuatan data tersentralisasi (data base terpusat) untuk melihat, mengalisa, pengaturan dan kendali kinerja setiap bagian pemilik prosess tersebut dengan mudah karena lebih terstuktur dan juga memudahkan inovasi pengembang sistim berkelanjutan.

Nara sumber dan Direktur FINTECH Bank Indonesia mengemukakan bahwa FINTECH adalah Financial Technology untuk menghadapai percepatan Regulasi tentang Platform Pembayaran, Proteksi Pelanggan, dan Managemen Resiko. Saat ini FINTECH yang bernaung dibawah Bank Indonesia memiliki divisi khusus untuk perubahan technology ektrim (Sand box Room dan Game charger ) dalam bidang keuangan yang secara terus menerus mengantisipasi percepatan technology dan inovasi masalah Pembayaran yang memudahkan masyarakat nantinya.

Penerapan FINTECH dalam sektor transportasi telah terinplementasi dengan baik seperti Go-Pay, E-Money, Cashless lainnya diharapkan Indonesia akan tumbuh dan berkembang sehingga dapat lebih termonitor secara Regulasi dan Keamanan Penggunanya serta praktis. Paradigma Percepatan Regulasi Perbankan akan seiring dengan perkembangan teknologi yang diharapkan sangat dinamis.

Nara Sumber terakhir dari Dirjen Aptika Kemenkominfo menginformasikan untuk Optimalisasi Sistem E-Government yang telah ada dan terbangun dari mulai 2005 dan pengelolaan Data Terpusat sebagai control Regulator Pemerintahan di Seluruh Indonesia, Fundamental Kota Cerdas akan mudah dilaksanakan dan sangat efisien dari sisi anggaran pemerintah dan kebijakan pengendalian datanya.

Setiap Pemerintah daerah tidak harus memiliki data centre atau server yang terpisah-pisah dan kominfo sebagai regulator bidang telekomunikasi dan informatika bertanggung jawab menyediakan prasarana dan saranya untuk digunakan secara nasional dan terintegrasi.

Penutup oleh Ketua Umum APIC, Prof. Suhono Harso Supangkat, paparan beliau menjelaskan Visi ( Menjadi Organisasi yang memprakarsai dan mewujudkan pembangunan Indonesia Cerdas ), Misi ( Memfasilitasi Kolaborasi pemangku kepentingan dalam pertukaran pengalaman dan pengetahuan guna mencerdaskan kehidupan indonesia, Memfasilitasi terciptanya solusi cerdas yang terintegrasi dalam mewujudkan Indonesia Cerdas, Mempercepat proses pembangunan Indonesia Cerdas melalui sinergi Teknologi, tata kelola dan Manusia ).

Program Kerja dan Perjalan Asosiasi Profesi ini, bahwa APIC adalah asosiasi Profesi yang memiliki beberapa Kompatement: Smart Healthcare; Smart Citizen; Smart Safety, Security, dan Mitigation; Smart Tourism & Culture; Smart Regulasi& Hukum; Smart Infrastructure; Smart Energi & Environment; Smart Industry & Economy; Smart Transport Mobility & Logistic; Smart Model, Standar, Architecture dan Teknology.

APIC memandang perlu sebuah ekosistem yang terdiri dari sumber daya manusia, tata kelola, dan teknologi yang mencukupi, sangat dibutuhkan untuk mewujudkan desa, kabupaten, kota dan propinsi cerdas
Acara Diakhiri dengan Pembacaan Surat Keputusan Pengukuan Keanggotan APIC periode 2017 /2022, Pembacaan DOA menjelang Kumandang Adzan Magrib dan Buka Puasa

KESIMPULAN, HARAPAN DAN TANTANGAN

Keberadaan APIC (Asosiasi Prakasa Indonesia Cerdas ) sangat diharapkan hadir ditengah Negara Indonesia yang sedang tumbuh dan berkembang sesuai Visi Asosiasi Menjadi Organisasi yang memprakarsai dan Memujudkan Pembangunan Indonesia Cerdas.

Pada Era Digital saat ini semua perencanaan Bisnis yang ideal selalu diawali/dipicu dengan Perencanaan Managemen Sistim Informasi (MIS) Strategis Berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sehingga dapat dengan Mudah melakukan integrasi sistemnya dengan melihat Komponen Stakeholder terkait dan Bisnis Proses Transfromasi yang dependen (ketergantungan). Peralatan Teknologi adalah sebagai bagian pelengkap dan saat ini murah dan mudah didapatkan di pasaran tidak serta merta harus membangun dari awal ( from scratch) sehingga dapat efisien dan terukur dalam pembelanjaan dan anggaran Negara

Perencanaan Proyek sebesar apapun akan mudah dan berhasil dilaksanakan bila SDM ( Sumber Daya Manusia ) organisasi yang dibentuk Team Work & Powerfull sesuai dengan Kompetensi dan Pengalamanya serta memiliki Mental Individu yang Mengenal Dirinya, Mengenal Lawan / Kawan, dan Mengenal Medan yang dihadapinya yakin tidak akan ada Ego Sektoral ( saya lebih pandai dari yang lain ) dan Peran Aktif Pilot/Leader yang Powerfull ( Tidak Low Batt ) mengendalikannya sehingga akan tercapai hasil yang diharapkan karena Kita semua Hebat sebagai mahluk Ciptaan-Nya.

Penghargaan atas Profesionalisme dan Kompetensi SDM Pelaksana ( Fokus ) sebagai bagian Pemicu dan tidak dapat diabaikan menjadi gairah berjalannya suatu organisasi dan diperlukan Biaya untuk menjalankan Roda Organisasi tersebut yang juga perlu mendapatkan perhatian dari semua Pihak , Where is Money ?

Kota Cerdas (Smart City) di Indonesia akan terlaksana dengan baik dan berkelanjutan bila Masyarakatnya Sudah CERDAS termasuk Pemimpin Masyarakat Kota dan Pelaksananya juga CERDAS. Sehat dan Cerdas Rohani; Sehat dan Cerdas Jasmani; Sehat dan Cerdas Ekonomi; Sehat dan Cerdas Anak & Generasi Penerus; Sehat Cerdas dan Manfaat saat masa Pensiun.

CERDAS sesungguhnya hanya dapat dimulai dari masing-masing Individu, Keluarga, Masyarakat dan Pemimpin , dengan Meminimalisir Energi Bocor supaya tidak Low Batt (sebagai Analogi, Gadget sudah Low Batt ), sehingga semua rencana pasti tercapai dengan baik secara Kreatif, Mudah, Cepat, Tepat dan Terukur karena sejatinya semua Mahluk Manusia Ciptaan Tuhan Yang Maha Kuasa adalah Cerdas dan Lengkap. Pilihannya ada pada setiap individu tersebut mau atau tidak, karena Tuhan Yang Maha Kuasa sangat Adil dan Bijaksana.

Semoga Tulisan ini bermanfaat bagi semua pembaca semuanya dan hanya sebagai sharing pengetahuan dan pengalaman.

Penulis : HENDRA TRIANA adalah Business Transformation Analyst; Praktisi TIK-Teknologi Informasi dan Komunikasi; Auditor Teknologi Informasi pada (IATI-Ikatan Auditor Teknologi Indonesia); Pengajar dan Dosen pada PTS; Sekretaris Jendral pada KIRM-Komite Independen Revolusi Mental Indonesia.

Komentar Berita

Industri Hari Ini

Ilustrasi Pabrik Petrokimia

Sabtu, 20 April 2019 - 13:05 WIB

Arab Saudi Bakal Bangun Pabrik Petrokimia Senilai Rp84,31 Triliun di Indonesia

Pemerintah Arab Saudi siap menambah investasinya di Indonesia dengan mendirikan pabrik petrokimia senilai USD6 miliar atau setara Rp84,31 triliun.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto (Foto:Ridwan)

Sabtu, 20 April 2019 - 12:05 WIB

Usai Pemilu, Menperin Optimis Investasi Industri Kian Agresif

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengaku optimistis akan terjadi peningkatan investasi dan ekspansi di sekkor industri manufaktur seusai penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun…

Fintech (Foto Dok Industry.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 11:17 WIB

Koku Raih Pendanaan Pra-Seri A Sebesar US$2 Juta Dari Co-Founder Tencent

Pendanaan Pra-Seri A ini dipimpin oleh Jason Zeng, Co-founder Tencent Holdings dan pendiri perusahaan angel investment asal China, Decent Capital.

Perkebunan kelapa

Sabtu, 20 April 2019 - 11:05 WIB

Kemenperin Pastikan Bisnis Industri Olahan Kelapa di Indonesia Masih Sangat Prospektif

Bisnis industri pengolahan kelapa di Indonesia masih prospektif dan terus berkembang di beberapa wilayah seperti Riau, Sulawesi Utara, Gorontalo, Jambi, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan…

Oppo F11 Pro (Hariyanto/INDUSTRY.co.id)

Sabtu, 20 April 2019 - 10:59 WIB

Masa Pre-order Selesai, Smartphone Oppo F11 Sudah Tersedia di Pasar Indonesia

Perangkat Oppo F11 menjadi favorit karena kemampuan kamera belakangnya untuk mengambil foto portrait memukau dalam gelap, memori besar, pengisian daya cepat, serta harganya yang cukup terjangkau,…