INDUSTRY.co.id - Jakarta  - Ketua DPR Puan Maharani mengapresiasi Pemerintah memberikan bantuan langsung tunai (BLT) minyak goreng (Migor) untuk menyikapi kenaikan harga komoditas tersebut.

Advertisement

"Kami mengapresiasi langkah Pemerintah untuk menyalurkan BLT minyak goreng, terutama di bulan Ramadhan dan menjelang Lebaran, dimana kebutuhan masyarakat terhadap berbagai komoditas, termasuk minyak goreng, cukup tinggi. Sebagai solusi jangka pendek, ini patut diapresiasi," kata Puan dalam keterangan tertulis yang diterima Antaranewsdi kemarin

Menurutnya, langkah Pemerintah menggelontorkan BLT sebesar Rp300.000 tersebut merupakan solusi jangka pendek yang patut diapresiasi. Puan juga mengingatkan Pemerintah agar pemberian BLT dapat dilakukan segera dan tepat sasaran.

Advertisement

"Semakin cepat tersalurkan, semakin baik untuk masyarakat. Namun juga harus semakin menutup semua potensi penyimpangan dalam penyaluran di lapangan," katanya.

Dia mengatakan penyaluran BLT minyak goreng tidak tepat sasaran, akibat penyimpangan atau kelalaian petugas di lapangan, akan menimbulkan gejolak di masyarakat. Oleh karena itu, ia mengimbau Pemerintah dan para pihak terkait untuk berkomitmen menekan potensi kelalaian dan penyimpangan saat pemberian BLT tersebut.

Advertisement

"Tutup segala potensi kelalaian dan penyimpangan di lapangan, apalagi di tengah bulan Ramadhan dimana mayoritas masyarakat Indonesia sedang ingin beribadah dengan tenang," tukasnya.

Meskipun demikian, mantan Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kemanusiaan (PMK) itu juga mengingatkan Pemerintah untuk segera menciptakan solusi jangka panjang. Pemerintah harus membenahi tata niaga minyak goreng dari hulu sampai hilir, tambahnya.

Advertisement

"Pemerintah harus membenahi struktur pasar dan struktur industri minyak goreng, termasuk penguasaan dari hulu ke hilir dalam produksi minyak goreng," ujarnya.

Seperti telah diberitakan sebelumnya, PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau Holding Pangan ID Food terus berkomitmen menyalurkan pasokan minyak goreng melalui Pasar Rakyat / Tradisional ke beberapa daerah di Indonesia.

Hal tersebut dilakukan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng. Pendistribusian ID FOOD ke daerah-daerah di Indonesia, dengan membagi beberapa titik lokasi pada tiap daerahnya hingga terdistribusi sebanyak 17 juta liter, terdiri dari 13,5 juta liter hingga tgl 17 Maret dan 3,5 juta periode 18 Maret hingga 2 April 2022.

Direktur Utama PT RNI (Persero) / Holding Pangan ID FOOD, Frans Marganda Tambunan mengatakan bahwa ID FOOD berkomitmen untuk ketersediaan pasokan minyak goreng memenuhi kebutuhan pasar, kerja sama dengan Asosiasi Pedagang Pasar, Pasar Jaya, Apical Group dan stakeholder terkait lainnya.

“Pendistribusian minyak goreng curah terus berlangsung ke beberapa titik lokasi yang tersebar seluruh Indonesia.”Jelas Frans (4/4/2022)

Frans melanjutkan daerah yang dituju untuk pendistribusian minyak goreng antara lain Aceh, Bali,Banten, Bengkulu, D.I.Yogyakarta, DKI Jakarta, Gorontalo, Pulau Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua. Adapun total penyebaran lokasi distribusi minyak goreng secara keseluruhan adalah 745 titik, dengan tingkat realisasi tertinggi dilakukan di daerah Jawa Timur, yaitu sebanyak 5.772.591 liter minyak goreng, hal tersebut dilakukan di 215 titik lokasi.

Menurutnya, seiring dengan pendistribusian minyak goreng, ID FOOD juga mensosialisasikan ke Pedagang Pasar untuk menjual minyak goreng khususnya curah sesuai HET yang ditetapkan Pemerintah, lantaran diakui saat ini banyak Pedagang masih menjual minyak goreng curah diluar yang ditetapkan Pemerintah.

“Distribusi minyak goreng juga dilakukan sosialisasi kepada Pedagang Pasar untuk menyamaratakan harga minyak goreng curah yang telah didistribusikan oleh ID Food kepada Pedagang sesuai ketentuan.”Katanya.